Waktu Berkurban

Permasalahan terkait waktu berkurban penting untuk diperhatikan. Karena hal ini dapat mempengaruhi sahnya ibadah qurban seseorang. Hal itu dikarenakan waktu berkurban yang terlalu awal atau waktu berkurban yang terlalu akhir. Oleh karenanya, dalam kesempatan ini mimin ingin memberikan ulasan mengenai waktu berkurban yang tepat dan sesuai ajaran agama islam. Berikut ulasannya.

1. Waktu Awal Berkurban
Kesepakatan para ulama’ mengenai hari pertama atau waktu awal diperbolehkan berkurban yakni qurban yang dilakukan di pagi hari setelah menunaikan ibadah sholat ‘Ied berjamaah bersama imam. Adapun berkurban sebelum sholat ‘Ied dihukumi tidak sah. Kesepakatan tersebut didasarkan sebagaimana hadits Rosulullah. Adapun hadits-hadits dan pendapat para ulama tersebut tertera sebagai berikut.
a. HR. Imam Muslim
Imam Muslim meriwayatkan dalam shahihnya bahwa nabi bersabda: “Barangsiapa yang menyembelih sebelum shalat, maka ia menyembelih untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa yang menyembelih setelah shalat, maka telah sempurna ibadahnya dan bersesuaian dengan sunnah kaum muslimin” (HR. Muslim : 5/1961)

Dalam riwayat Muslim dari Al-Bara’ bin ‘Azib bahwa nabi berkhutbah dan menegaskan dalam sabdanya : “Janganlah kalian menyembelih sampai ia menunaikan shalat (ied)” (HR. Muslim : 5/1961)

b. HR. Bukhori
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menyembelih qurban sebelum shalat (Idul Adha), maka ia berarti menyembelih untuk dirinya sendiri. Barangsiapa yang menyembelih setelah shalat (Idul Adha), maka ia telah menyempurnakan manasiknya dan ia telah melakukan sunnah kaum muslimin” (HR. Bukhori : 5546)

Dari Jundab, ia menyaksikan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu beliau berkhutbah dan bersabda, “Barangsiapa yang menyembelih sebelum shalat ‘ied, hendaklah ia mengulanginya. Dan yang belum menyembelih, hendaklah ia menyembelih dengan menyebut ‘bismillah” (HR. Bukhori dan Muslim no. 1960)

c. Imam Ibnul Qayyim
Ia mengatakan dalam Kitab Zaad al-Ma’aad: “Nabi tidak meninggalkan untuk berkurban. Beliau berkurban dengan dua ekor kambing dan beliau sembelih setelah Shalat ‘Ied dan beliau kabarkan bahwa seseorang yang menyembelih sebelum shalat, maka ia belum berkurban, tetapi daging yang ia berikan pada keluarganya. Inilah yang nyata dari tuntunan dan petunjuk beliau” (Zaad al-Ma’ad: 2317).

d. Ibnul Mundzir
Ia menjelaskan bahwa, “Para ulama sepakat bahwa udhiyah (qurban) tidaklah boleh disembelih sebelum terbit fajar pada hari Idul Adha.” Sedangkan waktu setelah itu (setelah terbit fajar), para ulama berselisih pendapat. Imam Syafi’i, Daud (Azh Zhohiriy), Ibnul Mundzir dan selain mereka berpendapat bahwa waktu penyembelihan qurban itu masuk jika matahari telah terbit dan lewat sekitar shalat ‘ied dan dua khutbah dilaksanakan. Jika qurban disembelih setelah waktu itu, sahlah qurbannya, baik imam melaksanakan shalat ‘ied ataukah tidak, baik imam melaksanakan shalat Dhuha ataukah tidak, begitu pula baik yang melaksanakan qurban adalah penduduk negeri atau kampung atau bawadi atau musafir, juga baik imam telah menyembelih qurbannya ataukah belum. …”

b. Waktu Akhir Berkurban
Berakhirnya waktu berkurban yaitu tenggelamnya matahari pada hari ketiga dari hari Tasriq. Adapun hari-hari Tasriq menurut pendapat yang benar adalah 3 hari setelah Yaumun Nahr (hari ‘Idul Adha). Adapun hal tersebut dijelaskan dalam firman Allah SWT yang artinya:
Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. Barang siapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya dan barang siapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada dosa pula baginya” (Al-Baqoroh: 203).
Adanya hari Tasriq dikarenakan pada hari-hari tersebut umumnya orang menjemur daging dari hewan qurban supaya awet. Sehingga diperbolehkan untuk menyembelih hewan qurban pada empat hari tersebut, mulai tanggal 10 sampai tanggal 13 Dzulhijjah baik siang ataupun malam, tidak ada perbedaan dari sisi keutamaan. Hal ini didasarkan pada hadits berikut ini :
Dari Jubair bin Muth’im ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Semua hari Tasyriq adalah hari untuk menyembelih” (HR. Ahmad). Adapun hadits tersebut dihasankan oleh Syeikhuna Yahya bin Ali Al-Hajuri hafidzohulloh karena dikuatkan dengan jalan-jalannya dan dengan hadits yang semakna dengannya, di antaranya:
Dari Nubaisyah Al-Hudzali ra. berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Hari-hari Tasyriq, adalah hari-hari makan dan minum” dalam riwayat yang lain: “dan berdzikir kepada Allah” (HR. Muslim: 1141).
Kata “makan dan minum” mengisyaratkan akan disyari’atkannya peningkatan nilai makanan pada hari-hari itu dibandingkan dengan hari yang lain dan memberikan kepuasan bagi diri sendiri. Dan tentunya sebaik-baik makanan yang dinikmati seseorang bersama keluarganya adalah daging. (lihat At-Tajliyah:24-27) (Wallahu’alam)

Nah itulah sahabat AB, ulasan mengenai waktu berkurban yang dianjurkan dalam islam. Semoga bermanfaat dalam mempersiapkan dan menyambut idul adha yang akan datang. Selanjutnya bagi sahabat AB yang sekarang ini masih mencari hewan qurban untuk berkurban di tahun 2018 ini, Aqiqah Berkah menawarkan pemesanan hewan kurban untuk qurban 2018. Berikut kontak yang dapat dihubungi untuk melakukan pemesanan hewan qurban 2018.

SMS : 0857 4962 2504
Whatsapp : +6281 335 680 602
Pin BB : D801E13D

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,