Paket Aqiqah Bojonegoro

Paket Aqiqah Bojonegoro

kambing aqiqah
Haiiii sahabat Aqiqah Berkah Banyuwangi, Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kita tetap di beri kesehatan sampai sekarang ini. Baik, kini kami akan mengulas tenttang Aqiqah Berkah Banyuwangi, tapi sebelumnya kami akan menceritakan sedikit mengenai aqiqah. Mari guys..

Pengertian aqiqah
Imam Ibnu Qayyim rahimahullah dalam kitabnya Tuhfatul Maudud hal 25-26, mengatakan bahwa Imam Jauhari berkata aqiqah ialah “menyembelih hewan pada hari ketujuhnya dan mencukur rambutnya”. Selanjutnya Ibnu Qayyim berkata “Dari penjelasan ini jelaslah bahwa aqiqah itu disebut demikian karena mengandung dua unsur diatas dan ini lebih utama.”

Imam Ahmad dan Jumhur ulama berpendapat bahwa apabila ditinjau dari segi syar’i maka yang dimaksud dengan aqiqah adalah makna berkurban atau menyembelih (an-nasikah).

Dalil-dalil Syar’i Tentang Aqiqah
Hadist No.1 :
Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy رضي الله عنه,  dia berkata: Rasululloh صلي الله عليه وسلم bersabda:

مَعَ الْغُلَامِ عَقِيقَةٌ فَأَهْرِيقُوا عَنْهُ دَمًا وَأَمِيطُوا عَنْهُ الْأَذَى

“Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.”1
Makna menghilangkan gangguan adalah mencukur rambut bayi atau menghilangkan semua gangguan yang ada.2

Hadist No.2 :
Dari Samurah bin Jundab رضي الله عنه dia berkata: Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda :

كُلُّ غُلَامٍ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ, يُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ, وَيُسَمَّى, وَيُـحْلَقُ رَأْسُهُ

“Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.”3

Hadist No.3 :
Dari Aisyah رضي الله عنها dia berkata, Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda:

عَنْ اَلْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ, وَعَنْ اَلْجَارِيَةِ شَاةٌ

“Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.”4

Hadist No.4 :
Dari Ibnu Abbas رضي الله عنهما:

أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم عَقَّ عَنْ اَلْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ كَبْشًا كَبْشًا

“Bahwasannya Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda mengaqiqahi Hasan dan Husain dengan satu kambing dan satu kambing.”5

Hadist No.5 :
Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda:

مَنْ أَحَبَّ مِنْكُمْ أَنْ يَنْسُكَ عَنْ وُلَدِهِ فَلْيَفْعَلْ، عَنِ الْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافَأَتَانِ وَعَنِ الْـجـَارِيَةِ شَاةٌ

“Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan, untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing.”6

Hadist No.6 :
Dari Fatimah binti Muhammad رضي الله عنها ketika melahirkan Hasan, dia berkata: Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda :

احْلِقَى شَعْرَ رَأْسِهِ فَتَصَدَّقِى بِوَزْنِهِ مِنَ الْوَرِقِ

“Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya.” 7&8

Dari dalil-dalil yang diterangkan di atas maka dapat diambil hukum-hukum mengenai seputar aqiqah dan hal ini dicontohkan oleh Rasulullah صلي الله عليه وسلم para sahabat serta para ulama salafus sholih.

Hukum-hukum Aqiqah
Hukum Aqiqah menurut syariat Sunnah Al ‘Allamah Imam Asy-Syaukhani rahimahullah berkata dalam Nailul Authar (6/213) :
– Aqiqah Adalah Sunnah Nabi SAW
“Jumhur ulama berdalil atas sunnahnya aqiqah dengan hadist Nabi..” berdasarkan hadist no. 5 dari ‘Amir bin Syu’aib. Bantahan terhadap orang yang mengingkari dan membid’ahkan aqiqah Ibnu Mundzir rahimahullah mereka dengan mengatakan bahwa “Orang-orang aqlaniyyun (orang-orang yang mengukur kebenaran dengan akalnya, saat ini seperti sekelompok orang yang menanamkan sebagai kaum Islam Liberal) mengingkari sunnahnya aqiqah, pendapat mereka ini jelas menyimpang jauh dari hadist-hadist yang tsabit (shahih) dari Rasulullah SAW karena berdalih dengan hujjah yang lebih dari sarang laba-laba.”

– Waktu Aqiqah pada hari ketujuh berdasarkan hadist no.2 dari Samurah bin Jundab.
Para ulama berpendapat dan sepakat bahwa waktu aqiqah yang paling utama adalah hari ketujuh dari hari kelahirannya. Namun mereka berselisih pendapat tentang bolehnya melaksanakan aqiqah sebelum hari ketujuh atau sesudahnya.

Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata dalam kitabnya Fathul Bari (9/594) :
“Sabda Rasulullah SAW pada perkataan pada hari ketujuh kelahirannya (hadist no.2), ini sebagai dalil bagi orang-orang berpendapat bahwa waktu aqiqah itu adanya pada hari ketujuh dan orang yang melaksanakannya sebelum hari ketujuh berarti tidak melaksanakan aqiqah tepat pada waktunya. Bahwasannya syariat aqiqah akan gugur setelah lewat hari ketujuh. Dan ini merupakan pendapat Imam Malik. Beliau bekata “Kalau bayi meninggal sebelum hari ketujuh maka gugurlah sunah aqiqah bagi kedua orang tuanya.”

Sebagian membolehkan melaksanakan sebelum hari ketujuh. Pendapat ini dinukil dari Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam kitabnya Tuhfatul Maudad hal. 35.

– Sebagian lagi berpendapat boleh dilaksanakan setelah hari ketujuh.
Pendapat ini dinukil dari Ibnu Hazm dalam kitabnya al-Muhalla 7/527.
Sebagian ulama lainnya membatasi waktu pada hari ketujuh dari hari kelahirannya. Jika tidak bisa melaksanakannya pada hari ketujuh maka boleh pada hari ke-14, jika tidak bisa boleh dikerjakan pada hari ke-21. Berdalil dari riwayat Thabrani dalam kitab As-Shagir (1/256) dari Ismail bin Muslim dari Qatadah dari Abdullah bin Buraidah :
“kurban untuk pelaksanaan aqiqah dilaksanakan pada hari ketujuh atau hari ke-14 atau hari ke-21.”

– Bersedekah dengan Perak Seberat Timbangan Rambut
Syaikh Ibrahim bin Muhammad bin Salim bin Dhoyyan berkata :
“dan disunnahkan mencukur rambut bayi, bersedekah dengan perak seberat timbangan rambutnya dan diberi nama pada hari ketujuhnya. Masih ada ulama yang menerangkan tentang sunnahnya amalan tersebut (bersedekah dengan perak), seperti al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani, Imam Ahmad dan lain-lain.”

Adapun hadist tentang perintah untuk bersedekah dengan emas ini adalah hadist dhoif.

Tidak ada tuntunan bagi orang dewasa mengaqiqahi dirinya sendiri sebagian ulama mengatakan “seseorang yang tidak diaqiqahi pada masa kecilnya maka boleh melakukannya sendiri ketika sudah dewasa.”

Mungkin mereka berpegang dengan hadist Anas yang berbunyi :
“Rasulullah SAW mengaqiqahi dirinya sendiri setelah beliau diangkat sebagai nabi.”
Sebenarnya mereka tidak punya hujjah sama sekali karena hadistnya dhaif dan mungkar. Telah dijelaskan pula bahwa nasikah atau aqiqah hanya pada satu waktu (tidak ada waktu lain) yaitu pada hari ketujuh dari hari kelahirannya. Tidak diragukan lagi bahwa ketentuan waktu aqiqah ini mencangkup orang dewasa maupun abak kecil.

– Aqiqah untuk anak laki-laki dua ekor kambing dan perempuan saru ekor kambing berdasarkan hadist no.3 dan no.5 dari Aisyah dan Amr bin Syu’aib.
Setelah menyebutkan dua hadist diatas, al-Hafisz Ibnu Hajar berkata dalam Fathul bari (9/592) “semua hadist yang semakna dengan ini menjadi hujjah bagi jumhur ulama dalam membedakan antara bayi laki-laki dan bayi perempuan dalam masalah aqiqah.”

Imam Ash-Shan’ani rahimahullah dalam kitabnya Subulus Salam (4/1427) mengomentari hadist Aisyah tersebut diatas dengan perkataannya : “Hadist ini menunjukkan bahwa jumlah kambing yang disembelih untuk bayi perempuan ialah setengah dari bayi laki-laki.”

Al-‘Allamah Shiddiq Hasan Khan rahimahullah dalam kitabnya Raudhatun Nadiyyah (2/96) berkata “Telah menjadi Ijma’ ulama bahwa aqiqah untuk bayi perempuan adalah satu kambing.”

– Boleh mengaqiqahi bayi laki-laki dengan satu kambing berdasarkan hadist no.4 dari Ibnu Abbas
Sebagian ulama berpendapat boleh mengaqiqahi bayi laki-laki dengan satu ekor kambing yang dinukil dari perkataan Abdullah bin:Umar, ‘Urwah bin Zubair, Imam Malik dan lain-lain mereka semua berdalil dengan hadist Ibnu Abbas diatas.

Tetapi al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata dalam kitabnya Fathul Bari (9/592) “..meskipun hadist riwayat Ibnu Abbas itu tsabit (shahih, tidaklah menafikan hadist mutawatir yang menentukan dua kambing untuk bayi laki-laki. Maksud hadist itu hanyalah untuk menunjukkan bolehnya mengaqiqahi bayi laki-laki dengan satu kambing”.

Sunnah ini hanya berlaku untuk orang yang tidak maupun melaksanakan aqiqah dengan dua kambing. Jika dia mampu maka sunnah yang shahih adalah laki-laki dengan dua kambing.

AQIQAH DENGAN KAMBING TIDAK SAH AQIQAH KECUALI DENGAN KAMBING

Telah lewat beberapa hadist yang menerangkan keharusan menyembelih dua ekor kambing untuk laki-laki dan satu ekor kambing untuk perempuan. Ini menandakan keharusan untuk aqiqah dengan kambing.

Dalam “Fathul Bari” (9/593) al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah menerangkan: “Para ulama mengambil dalil dari penyebutan syaatun dan kabsyun (kibas, anak domba yang telah muncul gigi gerahamnya) untuk menentukan kambing buat aqiqah.” Menurut beliau: “Tidak sah aqiqah seseorang yang menyembelih selain kambing”.

Sebagian ulama berpendapat dibolehkannya aqiqah dengan unta, sapi, dan lain-lain. Tetapi pendapat ini lemah karena :
1. Hadist-hadist shahih yang menunjukkan keharusan aqiqah dengan kambing semuanya shahih, sebagaimana pembahasan sebelumnya.
Hadist-hadist yang mendukung pendapat dibolehkannya aqiqah dengan selain kambing adalah hadist yang talif saqith alias dha’if.

TIDAK SAH AQIQAH SESEORANG KALAU DAGING SEMBELIHANNYA DIJUAL

Imam Ibnu Qayyim rahimahullah dalam kitabnya “Tuhfathul Maudud” hal.51-52, berkata : “Aqiqah merupakan salah satu bentuk ibadah (taqarrub) kepada Alloh Ta’ala. Barangsiapa menjual daging sembelihannya sedikit saja maka pada hakekatnya sama saja tidak melaksanakannya. Sebab hal itu akan mengurangi inti penyembelihannya. Dan atas dasar itulah, maka aqiqahnya tidak lagi sesuai dengan tuntunan syariat secara penuh sehingga aqiqahnya tidak sah. Demikian pula jika harga dari penjualan itu digunakan untuk upah penyembelihannya atau upah mengulitinya” [lihat pula “Al-Muwaththa” (2/502) oleh Imam Malik].

ADAB MENGHADIRI JAMUAN AQIQAH

Diantara bid’ah yang sering dikerjakan adalah memberikan ceramah yang berkaitan dengan hukum aqiqah dan adab-adabnya serta yang berkaitan dengan masalah kelahiran ketika berkumpulnya orang banyak (undangan) di acara aqiqahan pada hari ketujuh.

Jadi saat undangan pada berkumpul di acara aqiqahan, mereka membuat suatu acara yang berisi ceramah, rangkaian do’a-do’a, dan bentuk-bentuk seperti ibadah lainnya, yang mereka meyakini bahwa semuanya termasuk dari amalan yang baik, padahal tidak lain hal itu adalah bid’ah.

Perbuatan semacam itu tidak pernah dicontohkan dalam sunnah yang shahih bahkan dalam dhaif sekalipun !! Dan tidak pernah pula dikerjakan oleh Salafush Sholih rahimahumulloh. Seandainya perbuatan ini baik niscaya mereka sudah terlebih dahulu mengamalkannya daripada kita. Dan ini termasuk dalam hal bid’ah-bid’ah lainnya yang sering dikerjakan oleh sebagian masyarakat kita dan telah masuk sampai ke depan pintu rumah-rumah kita.

Sedangkan yang disyariatkan disini adalah bahwa berkumpulnya kita di dalam acara aqiqahan hanyalah untuk menampakkan kesenangan serta menyambut kelahiran bayi dan bukan untuk rangkaian ibadah lainnya yang dibuat-buat.

Sedang sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad SAW. Semua kabaikan itu adalah dengan mengikuti Salaf dan semua kejelekan ada pada bid’ahnya Khalaf.

Wallahul musta’an wa alaihi at-tiklaan.

Mungkin itu yang dapat kami sampaikan mengenai aqiqah. Selanjutnya kami akan mengulas mengenai kota bojonegoro, ya hitung-hitung untuk refresing dan menambah wawasan guys…

Banyak dari sebagian orang bingung ketika mendengar istilah Bojonegoro. Kabupaten Bojonegoro adalah sebuah kabupaten yang terletak di bagian barat provinsi Jawa Timur. Kabupaten ini berbatasan langsung dengan beberapa kabupaten antara lain Kabupaten Tuban di utara, Kabupaten Lamongan di timur, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Ngawi di selatan, serta Kabupaten Blora (Jawa Tengah) di barat.

Bojonegoro merupakan salah satu kabupaten yang di aliri sungai Bengawan Solo. Bagian utara merupakan Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo yang cukup subur dengan pertanian yang ekstensif. Kawasan pertanian umumnya ditanami padi pada musim penghujan, dan tembakau pada musim kemarau. Bahkan Bojonegoro di kenal sebagai penghasil kayu jati yang berkualitas.

Sebuah kota kecil yang begitu menarik untuk di kunjungi dan mengorek informasi tentang apa yang ada di sana. Jauh dari perkotaan tidak membuat Bojonegoro tertinggal dengan kota-kota lainnya. Sifat kekeluargaan masyarakat sekitar membuat indah kota ini, kota kecil nan damai. Bahkan kebudayaan tradisional masih sangat kental dan akan terus di pertahankan. Bojonegoro memiliki banyak kebudayaan tradisional antara lain : Kebudayaan Suku Samin, Tari Tayub, Wayang Tengul, Batik Bojonegoro.

bojonegoro-map
Berikut ini adalah beberapa wisata yang ada di Bojonegoro.

1. Wisata Kayangan Api di Sendangharjo
Kayangan Api Adalah berupa sumber api abadi yang tak kunjung padam yang terletak pada kawasan hutan lindung di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kompleks Kayangan Api merupakan fenomena geologi alam berupa keluarnya gas alam dari dalam tanah yang tersulut api sehingga menciptakan api yang tidak pernah padam walaupun turun hujan sekalipun. Kayangan api terletak di kawasan hutan di Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem Bojonegoro Jawa Timur. Sebuah desa yang memiliki kawasan hutan kurang lebih 42,29% dari luas desa. Tempat itu dapat ditempuh dengan jarak 25 Km dari arah kota Bojonegoro.

2. Makam Mbah Malang Negoro di Ngasinan
Makam Mbah Malang Negoro berasal karena Tanggono Puro dan Kyai Kasan dimakamkan di Desa Ngasinan, Kecamatan Padangan. Hingga saat ini masyarakat setempat menjuluki Tanggono Puro sebagai Mbah Malang Negoro. Salah satu riwayat menyebutkan bahwa pada zaman perjuangan kemerdekaan Indonesia, salah satu pahlawan yaitu Pangeran Diponegoro memiliki pasukan yang bermarkas di Desa Ngasinan, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Pasukan tersebut dipimpin oleh seorang panglima perang bernama Tanggono Puro dengan seorang penasehat bernama Kyai Kasan Wirodikromo. Kyai Kasan sendiri mempunyai nama asli Sayyid Abu Bakar Alaydrus.

3. Museum Rejekwesi
Makam Mbah Malang Negoro berasal karena Tanggono Puro dan Kyai Kasan dimakamkan di Desa Ngasinan, Kecamatan Padangan. Hingga saat ini masyarakat setempat menjuluki Tanggono Puro sebagai Mbah Malang Negoro. Salah satu riwayat menyebutkan bahwa pada zaman perjuangan kemerdekaan Indonesia, salah satu pahlawan yaitu Pangeran Diponegoro memiliki pasukan yang bermarkas di Desa Ngasinan, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Pasukan tersebut dipimpin oleh seorang panglima perang bernama Tanggono Puro dengan seorang penasehat bernama Kyai Kasan Wirodikromo. Kyai Kasan sendiri mempunyai nama asli Sayyid Abu Bakar Alaydrus.

4. Masjid Al Birru Pertiwi di Danber
Masjid Al Birru Pertiwi adalah sebuah Masjid berkubah emas yang beradi di Desa Dander, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Bangunan masjid tersebut mempunyai 3 lantai yang dilengkapi dengan area parkir. Lantai 1 berupa ruangan yang diperuntukkan sebagai acara pertemuan serbaguna, sementara lantai 2 diperuntukkan jamaah sholat pria dan lantai 3 untuk jamaah putri. Masjid yang berarsitek ala Timur tengah modern ini dirancang oleh arsitek asal jakarta, Oka Garis Prada, kedepannya akan dikembangkan sebagai tempat Pondok Pesantren, TPQ, pusat belajar, pengembangan agama Islam dan akan dibangun radio komunitas.

5. Makam Wali Kidangan di Sukorejo
Makam Wali Kidangan terletak di atas bukit dusun kidangan, sekitar 1,5 km dari arah jembatan malo ke utara. Tapi tidak ada yang tahu pasti mana makam wali kidangan yang asli karena dilokasi pemakamannya terdapat 3 makam berjajar berukuran panjang 2,5 meter, dengan nisan kayu dan tanpa nama. Diduga 3 makam itu salah satunya adalah makam wali kidangan itu sendiri dan keluarganya.

6. Wisata Wana Tirta
Wana Tirta Dander yang berada di 15 Km selatan Kota Bojonegoro ini tepatnya di Kecamatan Dander, Bojonegoro, Lokasi ini sangat ramai pada hari minggu karena banyak masyarakat yang mengunjunginya pada saat hari libur. Didalam taman wisata ini terdapat Kolam renang, lapangan golf. Taman Wisata Tirta Wana Dander menawarkan segala potensinya kepada para wisatawan baik lokal maupun dari luar daerah. Didukung oleh keindahan alam, serta pepohonan yang rindang menjadikan tempat wisata yang memiliki andalan kolam renang ini menjadi lebih nyaman sebagai tempat refreshing bagi anda sekeluarga. Aksesibilitas menuju lokasi dapat dijangkau dengan angkutan umum dengan kondisi jalan beraspal, jarak dari Kabupaten Bojonegoro ± 12 km.

7. Masjid Agung Bojonegoro
Masjid Agung Bojonegoro terletak di barat Alun-alun Kota Bojonegoro. Luas bangunan Masjid Agung Darussalam yang baru sekitar 2.422 meter persegi dan berdiri di atas lahan seluas 3.562 meter persegi. Masjid itu mampu menampung jamaah mencapai 1.100 orang.

8. Agrowisata Kebun Belimbing
Apakah anda senang makan buah belimbing?Jika iya, di Kabupaten Bojonegoro terdapat Agrowisata Kebun Belimbing.
Objek wisata di bojonegoro ini berlokasi dekat dengan Bendungan Gerak yaitu di Desa Ngringinrejo, kecamatan Kalitidu, kurang lebih 14 km dari pusat kota.

Kebun belimbing di kawasan wisata ini memiliki luas sekitar 19,3 hektar. Jenis belimbing yang ditanam adalah “belimbing madu” dimana rasanya sangat manis dan warnanya sungguh menarik yaitu kuning keemasan.
Setiap wisatawan yang berkunjung diperbolehkan untuk memetik belimbing dan memakannya secara gratis. Apabila Anda ingin membeli buah tersebut sebagai oleh-oleh, harganya sekitar Rp. 8000/kg untuk ukuran jumbo.
Selain itu, terdapat juga aneka olahan belimbing dengan cita rasa yang lezat seperti kerupuk belimbing, air sari belimbing, sirup belimbing, dan ada juga selai belimbing.

9. Klenteng Hok Swie Bio
Klenteng Hok Swie Bio adalah salah satu wisata religi di Bojonegoro. Klenteng ini merupakan tempat ibadah Tri Darma yang terkenal dengan ornamen kepala naganya dan di dominasi warna merah. Selain bentuk yang unik, klenteng ini juga dihiasi dengan beberapa ornamen bebatuan di sepanjang dindingnya yang menggambarkan kepala naga dengan tubuh berwarna biru.

10. Swalayan Sultan Ratu Keraton
Swalayan Ratu Keraton masuk wilayah Kabupaten Bojonegoro, tepatnya di Desa Gajah, Kecamatan Boureno. Namun karena berjarak hanya sekira 1 kilometer arah utara kota Babat, atau Jalan Raya Babat-Jombang, Swalayan Ratu Keraton identik dengan Kota Babat. Dengan menyediakan barang-barang yang lengkap dan ditunjang berbagai fasilitas tersebut, setiap harinya Swalayan Ratu Keraton dikunjungi ratusan hingga ribuan pengunjung baik dari Bojonegoro, Tuban maupun Lamongan.

11. Wisata Bendungan Gerak Bojonegoro
Bendungan Gerak Bojonegoro adalah bendungan pada Bengawan Solo yang terletak di Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Peroyek Bendungan yang menghabiskan dana pinjaman senilai Rp 351 miliar dari Japan International Corporation Agency (JICA). Bendungan gerak ini memiliki multifungsi, Antara lain sebagai pengendali banjir, irigasi, penyedia air baku bagi industri dan rumah tangga juga serta dijadikan sebagai salah satu tempat wisata bagi Kabupaten Bojonegoro. Keberadaan Bendungan Gerak ini fungsinya di samping sebagai penyedia air untuk rumah tangga, pertanian, juga sekaligus menjaga dari kerusakan ekosistem sungai Bengawaan Solo supaya tak meluas ketika banjir menerjang dan sebagai bentuk tata kelola air di Jawa Timur. Manfaat lain bendungan adalah ini untuk persediaan air bagi pertanian di saat musim kemarau, untuk kebutuhan industri, seperti jembatan penghubung antara Desa Padang dengan Desa Ngringinrejo Kecamatan Kalitidu.

12. Wisata Waduk Pacal
Waduk Pacal yang berada di 35 Km selatan wilayah Bojonegoro ini, merupakan bangunan peninggalan Belanda, tepatnya diresmikan sejak tahun 1933. Termasuk salah satu bangunan bersejarah berukuran raksasa yang masih berfungsi hingga kini. Berada di pingir jalan raya Bojonegoro – Nganjuk tepatnya di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur bangunan yang kokoh dengan arsitektur khas zaman kolonial Belanda menjadi daya tarik utama Waduk Pacal.

Nah itulah mungkin yang dapat kami sampaikan mengenai Kota Bojonegoro dan Wisata di Bojonegoro. Semoga ulasan di atas tersebut dapat bermanfaat bagi anda .Amiiinnnn…

Selanjutnya pembahasan sesuai dengan topik utama yaitu Aqiqah Bojonegoro. Yuk lanjut membacanya sahabat-sahabat Aqiqah Bojonegoro…

Jenis aqiqah yang ada di Aqiqah Bojonegoro sebagai berikut :
1. Aqiqah Mandiri
• Dikirim ke rumah Sohibul Aqiqah.
• Wilayah Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Kediri, malang, Tulungagung, Madiun, Bojonegoro dan Sekitarnya.
• Pilihan menu aqiqahan(pengganti sate) lapis, Krengseng, sate rebus, rendang, dendang ragi, rawon.

Aqiqah Mandiri Dengan Kambing Betina

mandiri
Aqiqah Mandiri dengan Kambing Jantan

mandiri1

2. Aqiqah Peduli (Tebar Aqiqah Berkah)
• Dikemas dalam benttuk walimatul aqiqah.
• Masakan di antar ke panti asuhan, masyarakat yang membutuhkan, pondok pesantren, desa binaan lengkap dengan nasi, kerupuk, buah dan air mineral.
• Shohibul aqiqah akan mendapatkan foto hewan aqiqah. Ucapan terima kasih dari wakil penerima aqiqah, laporan dan dokumentasi pelaksanaan aqiqah.

Aqiqah Peduli dengan Kambing Betina

peduli
Aqiqah Peduli dengan Kambing Jantan

peduli1

CARA MUDAH PEMESANAN Aqiqah Bojonegoro, sebagai berikut:
1. Silahkan Anda telephone Kami, Kami akan memberikan penjelasan yang lebih detail.

WA : +6281335680602
BBM : D801E13D
TELPON/SMS : 085749622504

2. Atau juga bisa Informasikan kepada Kami lewat SMS atau email: Nama Anak, Tempat tanggal lahir, Nama Bapak & Ibu, Tanggal permintaan pelaksanaan aqiqah, Alamat pengiriman laporan Aqiqah Anda.
3. Transfer dana ke nomor rekening lembaga (a.n. Peduli Dhuafa).

Bank Syariah Mandiri
NO. Rek. 703-691-2191
an. Peduli Dhuafa
BRI
NO. Rek. 0056-01002879-53-1
an. Peduli Dhuafa

4. Konfirmasikan kepada Kami bila sudah transfer.
5. Sesuai tanggal yang disepakati, aqiqah akan Kami laksanakan.
6. H+ 3 laporan Kami kirim via pos ke alamat yang ditentukan.
7. Laporan sampai di shohibul aqiqah (perkiraan H+5 dan seterusnya, mohon konfirmasi apabila Laporan Aqiqah sudah diterima atau belum sampai di tempat Anda)

Tags: , , , , , , ,