Waktu Akikah

HP. 085749622504,Jasa Aqiqah di Kota Raha

Assalamu’alaikum sahabat Aqiqah Berkah

Alhamdulillah sebagai pembuka dalam artikel ini, semoga kita senantiasa dalam lindungan-Nya. Aamiin.

Dalam artikel ini akn diulas kembali mengenai waktu-waktu dimana dianjurkan untuk melaksanakan akikah. Waktu akikah berbeda pandangan dari beberapa madzhab. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua. Aamiin.

Pengertian Akikah

Secara etimologis / lughawi aqiqah artinya adalah memotong (al-qat’u) atau nama untuk rambut pada kepala bayi yang dilahirkan اسم للشعر على رأس المولود. Dalam istilah agama aqiqah adalah sembelihan untuk anak yang baru lahir baik anak laki-laki atau anak perempuan di hari ke tujuh sejak kelahiran anak dengan tujuan semata-mata mencari ridha Allah SWT.

Aqiqah dapat juga diartikan memutus dan melubangi. Dan menurut terminologi syariah (fiqih) aqiqah adalah hewan yang disembelih sebagai wujud rasa syukur atas karunia Allah atas lahirnya seorang anak baik laki-laki atau perempuan. Beberapa orang menyebutkan bahwa aqiqah adalah nama untuk hewan yang disembelih. Namun, makna aqiqah secara syar’i adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang telah dilahirkan.

Aqiqah memiliki hukum sunnah menurut beberapa para ulama dan waktu akikah dalam Islam dilaksanakan menurut aturan akikah oleh beberapa Imam. Beberapa Imam yang menyatakan bahwa aqiqah itu sunnah antara lain Imam Syafi’i, Imam Ahmad dan Imam Maliki. Adapula beberapa Imam menyampaikan aqiqah dihukumi wajib.

Waktu Akikah

Pelaksanaan Aqiqah Mandiri

Waktu akikah dalam Islam hendaknya dilakukan pada hari ketujuh menurut para ulama. Dalam pelaksanaan itu, orang tua diperintahkan menggunduli rambut bayi dan memberi nama yang baik, sebagaimana disabdakan Rasulullah saw:

كُلُّ غُلاَمٍ رَهِيْـنَـةٌ بِـعَـقِـيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَـنْـهُ يَـوْمَ سَابِـعِـهِ وَيُـسَـمَّى فِيْـهِ وَيُـحْلَـقُ رَأْسُـهُ

“Setiap anak yang lahir tergadai aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh, dan pada hari itu ia diberi nama dan digunduli rambutnya.” (Hadits Sahih Riwayat Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’I, Ibnu Majah, Baihaqi & Hakim).

Ada perbedaan pendapat mengenai waktu akikah oleh beberapa ahli fiqih. Berikut waktu akikah menurut para ahli :

Al Malikiyah

Madzhab Al-Malikiyah menetapkan bahwasannya waktu akikah atau waktu untuk menyembelih hewan aqiqah hanya di hari ketujuh saja. Apabila dilaksanakan diluar waktu tersebut (sesudah atau sebelumnya) menurut Madzhab Al-Malikiyah tidak menyariatkan penyembelihan hewan aqiqah. Artinya penyembelihan hewan aqiqah hanya sah dilaksanakan pada hari ketujuh saja.

Asy-Syafi’iyah

Menurut pendapat Asy-Syafi’iyah lebih luas lagi karena madzhab Syafi’i membolehkan melaksanakan aqiqah disembelih meski belum masuk hari ketujuh. Madzhab Asy-Syafi’i juga membolehkan disembelihkan aqiqah meski waktunya sudah lewatdari hari ketujuh.

Pandangan madzhab Syafi’i lebih memberikan toleran, menyembelih hewan aqiqah pada hari ketujuh adalah waktu ikhriyar. Maksudnya adalah waktu yang sebaiknya dipilih. Namun seandainya tidak ada pilihan, maka boleh dilakukan kapan saja.

Al-Hanabilah

Madzhab Al-Hanabilah berpendapat bahwa bila seseorang tidak mampu untuk menyembelih kambing aqiqah pada hari ketujuh dari kelahiran sang bayi, maka dia masih diperbolehkan untuk menyembelihnya pada hari ke empat belas. Dan bila pada hari ke empat belasnya juga tidak mampu melaksanakannya maka boleh dilaksanakan pada hari ke dua puluh satu.

Ibnu Hazm menyebutkan bahwa tidak disyariatkan bila waktu akikah atau saat menyembelih kambing aqiqah sebelum hari ketujuh, namun bila lewat dari hari ke tujuh maka tetap bisa dilaksanakan sampai kapan saja.

Penting untuk diketahui bahwa Ibnu Hizm termasuk kalangan yang mewajibkan penyembelihan hewan aqiqah. Sehingga karena dalam pandangan wajib, maka bila tidak dikerjakan wajib untuk menggantinya pula atau mengqadla dan qadla tetap berlaku hingga kapanpun.

Hewan Akikah

Hewan yang menjadi simbol pelaksanaan akikah adalah dengan penyembelihan hewan ternak berupa kambing atau domba. Tidak ada larangan jenis kambing yang dijadikan sembelihan. Seperti saat ini harga kambing etawa 2018 yang menduduki peringkat nomor satu sebagai kambing penghasil daging dengan harga mahal.

Tidak diwajibkan harus menyembelih kambing etawa untuk pelaksanaan ketika tiba waktu akikah. Kambing kacang, kambing lokal Indonesia tetap sah menjadi sembelihan hewan akikah. Yang perlu diperhatikan adalah adab-adab dan waktu melaksanakan akikah sesuai syariat Islam.

Tags: , , , , , , , , ,