Tujuan Aqiqah

Setiap ibadah yang disyariatkan oleh Allah SWT memiliki hikmah dan manfaat yang besar bagi umat manusia. “Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan, “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?” Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.” (QS. Al-Baqarah [2]: 26). Sama halnya dengan tujuan diadakannyaaqiqah untuk menyembelih hewan saat kelahiran anak, itu merupakan bagian dari ibadah, aqiqah disini mengandung banyak hikmah.

Hikmah aqiqah ini salah satunya adalah mengandung makna yang bersifat intrinsik sebagai sarana pendekatan (taqarrub) kepada Allah. Sementara di sisi lainnya akikah mengandung makna instrumental sebagai usaha pendidikan pribadi dan masyarakat ke arah komitmen atau pun pengikatan batin pada amal shaleh.

Jadi makna ibadah salah satunya adalah ibadah seorang hamba yang beriman dan hal tersebut akan memupuk serta menumbuhkan kesadaran akan tugas-tugas pribadi (hubungan hamba kepada Allah) dan tugas serta peran sosial (hubungan hamba dengan hamba lainnya). Untuk itu tujuan aqiqah tidak hanya terbatas pada “pesta makan” semata. Akan tetapi esensi dari ibadah aqiqah justru lebih luas daripada sekedar pengertian pesta makan.

Menurut Syekh Abdullah Nasihih Ulwan dalam kitab “Tarbiyatul Aulad Fil Islam”, aqiqah memiliki hikmah diantaranya :

Pertama, menghidupkan sunnah Nabi Muhammad SAW dalam meneladani Nabi Ibrahim AS saat menebus putra tercintanya Ismail AS.

Kedua, dalam aqiqah mengandung unsur perlindungan dari setan yang dapat mengganggu anak yang telah lahir itu dan ini sesuai dengan maksud hadits yang artinya “Setiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya”.

Ketiga, aqiqah merupakan tebusan bagi anak untuk memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya kelak pada hari akhir. Seperti yang diutarakan Imam Ahmad, “Dia tergadai dari memberikan syafaat bagi kedua orangtuanya (dengan aqiqahnya).”

Keempat, aqiqah merupakan bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT sekaligus sebagai wujud rasa syukur atas karunia yang dianugerahkan Allah SWT kepada kita dengan lahirnya anak.

Kelima, aqiqah merupakan sarana menampakkan rasa gembira dalam melaksanakan syariat Islam dan bertambahnya keturunan mukmin yang akan memperbanyak umat Rasulullah SAW pada hari kiamat.

Keenam, aqiqah dapat memperkuat ukhuwah atau persaudaraan di antara warga masyarakat.

Ketujuh, aqiqah merupakan sarana untuk merealisasikan prinsip keadilan sosial dan menghapuskan gejela kemiskinan di dalam masyarakat. Misalnya dengan adanya masakan aqiqah yang diberikan kepada fakir miskin dan dhuafa.

Disamping hikmah aqiqah yang tersebut diatas, aqiqah memiliki tujuan untuk mendidik anak menjadi hamba yang dekat dengan Allah  SWT. Sebab, aqiqah merupakan tindakan yang berqurban. Namun secara khusus, tujuan dan manfaat aqiqah adalah bentuk syukur atas rahmat dan anugerah Allah kepada muslim dengan kehadiran anak dalam kehidupan keluarga. Tujuan dan manfaat aqiqah akan tercapai bila upacara atau pelaksanaan aqiqah dilaksanakan dengan tulus ikhlas dan mengikuti adab aqiqah yang telah ditetapkan.

Pelaksanaan aqiqah selain itu ditandai dengan pemotongan rambut bayi. “Anak yang baru lahir itu tergadai dengan akikahnya yang disembelih pada hari ketujuh dari hari kelahirannya, dan pada hari itu juga hendaklah dicukur rambutnya dan diberi nama.” (HR Ahmad dan Tirmidzi).Adapun pelaksanaan pemotongan rambut ini oleh Rasulullah SAW disunahkan dilakukan pada hari ketujuh sejak kelahiran anak. Menurut jumhur ulama, aqiqah memiliki status hukum sunnah muakkadah (sunah yang sangat diutamakan) dengan berlandaskan pada hadits riwayat Ahmad dan Tirmidzi.

Seusai memotong rambut bayi, orangtua harus segera memberikan nama untuk anak. Selain itu orangtua bayi diperintahkan untuk menimbang rambut bayi yang telah dipotong dengan perak dan kemudian mengeluarkan sedekah seberat timbangan rambut itu.

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,