Menawar Kambing Aqiqah

Bolehkah Menawar Kambing Aqiqah?

menawar kambing aqiqah
Bolehkah kita menawar kambing aqiqah

Assalamu’alaikum wr. wb.

Banyak orang yang mempertanyakan tentang hal ini yakni bolehkah kita menawar kambing untuk Aqiqah? Apa saja syarat untuk hewan Aqiqah? Berapa harga hewan untuk Aqiqah? Apa boleh ditawar kah ? dan masih banyak lagi pertanyaan lainnya, disini kami akan menjelaskan atau menjawab semua pertanyaan tersebut termasuk boleh atau tidaknya kita menawar hewan kambing untuk Aqiqah.

Syariat Aqiqah
Aqiqah merupakan salah satu syariat dalam agama islam, hukum aqiqah menurut agama adalah sunnah muakkad. Aqiqah dilaksanakan pada hari ketujuh, keempat belas dan hari kedua puluh satu setelah si bayi lahir.

Bagi orang tua yang mampu menyembelih hewan aqiqah di hari ke tujuh, empat belas ataupun ke dua puluh satu maka sebaiknya disembelih pada hari tersebut, apabila orang tua belum mampu atau belum bisa menyembelih hewan Aqiqah di hari tersebut maka bisa disembelih kapan saja sampai si orang tua mampu menyembelih hewan aqiqah untuk anaknya.

Namun apabila si orang tua hanya mampu menyembelih satu ekor hewan Aqiqah untuk anak laki-lakinya maka diperbolehkan dan mendapat pahala. Menurut syariat Islam mengenai jumlah hewan Aqiqah bagi anak laki-laki dan perempuan dibagi menjadi 2 macam, yaitu laki-laki berjumlah dua ekor kambing dan perempuan berjumlah satu ekor kambing.

Mengapa jumlah hewan Aqiqah untuk laki-laki dan perempuan harus dibedakan ? Menurut orang Arab mereka lebih mengharapkan kehadiran anak laki-laki dibandingkan kehadiran anak perempuan, maksudnya adalah mereka lebih bahagia ketika mendapatkan anak laki-laki dibandingkan anak perempuan.

Tetapi ada juga yang berpendapat bahwa dimana anak laki-laki akan terlihat kelebihannya dari segi kekuatan jasmaninya, dan juga bisa dilihat dari segi kepemimpinannya dalam memimpin rumah tangga nantinya setelah ia menikah. Itulah yang membuat jumlah hewan aqiqah uuntuk anak laki-laki lebih banyak dibandingkan dengan jumlah hewan aqiqah untuk anak perempuan.

Syarat Kambing Aqiqah
Apa saja syarat hewan untuk Aqiqah? Hewan harus sehat, itu pasti. Tapi tidak semua ulama berpendapat sama tentang syarat hewan aqiqah. Ada yang berpendapat hewan untuk aqiqah harus sudah berusia dua tahun, dan ada juga yang berpendapat di usia satu tahun sudah bisa untuk Aqiqah.

Hewan kambing untuk Aqiqah harus benar-benar sehat, tidak buta ataupun tidak cacat. Tetapi ada ulama lain yang berpendapat bahwa semua kambing apa saja bisa dijadikan Hewan Aqiqah baik kambing berjenis kelamin perempuan maupun berjenis kelamin laki-laki, hal ini dikarenakan tidak ada hadis atau dalil yang menjelaskan tentang syarat hewan kambing untuk Aqiqah.

Menurut penjelasan diatas dapat disimpulkan apa saja syarat hewan kambing untuk Aqiqah :

  • Kambing Harus Sudah Cukup Umur
    Maksudnya adalah usia kambing untuk Aqiqah minimal enam bulan, tetapi lebih baik jika usia kambing sudah menginjak satu tahun, karena di usia satu tahun kambing sudah matang.
  • Kambing Sehat
    Maksudnya adalah jika ingin mengetahui kambing sehat atau tidak periksakan ke dokter hewan atau orang yang mengerti dengan kesehatan kambing apakah kambing untuk Aqiqah tersebut benar-benar sehat atau tidak.
  • Kambing Tidak Cacat
    Disini sebenarnya bukan kambing cacat yang tidak diperbolehkan untuk Aqiqah, tetapi kambing yang mempunyai tanduk patah, gigi kambing yang lepas pada saat masa pergantian usia, dan bulu yang rontok. Ataupun kambing yang sedang dalam keadaan sakit ringan ataupun sakit keras yang dapat membahayakan kehidupan si kambing tersebut.

Harga Kambing Untuk Aqiqah
Para peternak kambing pasti merasakan naik turunya harga kambing di tiap tahun di berbagai daerah, begitu juga dengan harga daging kambing yang selalu berubah di pasaran di tiap bergantinya tahun, dikarenakan harus menyesuaikan harga hewan kambing yang ada di pasaran. Apalagi harga kambing di tahun 2018-2019 .

Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur menguraikan tentang naiknya harga kambing dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2017, yaitu:

Pada tahun 2013 harga kambing mencapai Rp. 2.937.980
Pada tahun 2014 harga kambing mencapai Rp. 3.090.159
Pada tahun 2015 harga kambing mencapai Rp. 3.178.197
Pada tahun 2016 harga kambing mencapai Rp. 3.279.732
Pada tahun 2017 harga kambing mencapai Rp. 3.376.323

Sedangkan hal yang saat ini banyak ditanyakan adalah berapa harga kambing tahun ini? Khususnya yang berlaku di pasaran?Berikut perkiraan daftar harga kambing 2019 yang sesuai dengan jenis kambing di pasaran.

  1. Perkiraan harga kambing Gibas jantan mulai umur 3 bulan hingga 2 tahun yaitu sekitar Rp. 500.000 – Rp. 2.500.000
  2. sedangkan untuk harga kambing Gibas untuk betina mulai umur 3 bulan hingga umur 2 tahun sekitar  Rp. 400.000 – Rp. 2.400.000
  3. Perkiraan harga kambing Boer jantan mulai umur 3 bulan hingga 2 tahun yakni sekitar Rp. 2.800.000 – Rp. 13.000.000
  4. Sedangkan untuk kambing Boer untuk betina mulai umur 3 bulan hingga 2 tahun sekitar Rp. 2.300.000 – Rp 11.500.000
  5. Perkiraan harga kambing Jawarandu jantan mulai umur 3 bulan hingga 2 tahun yakni sekitar  Rp. 700.000 – Rp 2.200.000
  6. Sedangkan harga kambing Jawarandu untuk betina mulai umur 3 bulan hingga 2 tahun sekitar Rp. 600.000 – Rp. 2.100.000
  7. Perkiraan harga kambing Kacang jantan mulai umur 3 bulan hingga 2 tahun yakni sekitar Rp. 800.000 – Rp. 3.100.000
  8. Sedangkan harga kambing Kacang untuk betina mulai umur 3 bulan hingga 2 sekitar Rp. 600.000 – 3.000.000

Daftar diatas baru hanya perkiraan saja, harga kambing akan bisa berubah lagi sesuai dengan daerahnya masing-masing.

Bolehkah Kita Menawar Hewan Aqiqah?
Banyak yang mempertanyakan apakah hewan kambing untuk Aqiqah boleh ditawar? Aqiqah sama halnya dengan ibadah dan membeli hewan Aqiqah merupakan bab muamalah, sama halnya dengan orang yang naik haji, mereka menunaikan haji adalah ibadah tetapi urusan ongkos dan lainnya adalah urusan duniawi.

Ongkos untuk haji bisa dengan jumlah banyak ataupun dengan jumlah sedikit dan intinya tergantung kebutuhan kita. Kesimpulannya adalah kita boleh saja menawar hewan kambing untuk Aqiqah karena kita membeli di si penjual, karena hal tersebut bukan termasuk dengan ibadah, dan yang merupakan ibadah adalah setelah kita membelinya dan kita niatkan untuk menyembelihnya untuk ibadah Aqiqah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *