Kambing Layak Kurban

Kambing Layak Kurban

Kurban merupakan ajaran yang hampir menyatu dalam segi waktu pelaksanaannya dengan ibadah haji. Namun berbeda dari segi tempat dan pelakunya. Ibadah kurban biasa dilakukan pada saat hari raya idul adha. Dengan lain bahasa, bila kita mendengar Idul Adha, maka langsung terlintas pada benak kita akan tradisi ber-qurban, yang sangat identik dengan menyembelih hewan qurban.

Dalam konteks ini, Komaruddin Hidayat dalam buku “Memahami bahasa Agama” mengurai benang kusut pemahaman bahasa agama yang perlu dimengerti untuk mencari esensi dalam praktik kehidupan beragama sehari-hari (Komaruddin Hidayat, 1996: 8-38).

Fuad Amsari dalam buku “Islam Kaafah: Tantangan Sosial dan Aplikasinya di Indonesia”, mengulas pentingnya upaya menjadi muslim yang sempurna dan total dalam mempraktikkan ajarannya (Fuad Amsari, 1995: 19-89). Dalam hal ini, tentu diantaranya adalah soal bagaimana mengamalkan ajaran kurban sesuai dengan syariat dan tuntunan agama Islam.

Namun tidak berlebihan, bila kita mau terus menerus kembali berusaha menjawab jujur, bahwa peringatan hari-hari besar keagamaan atau aktivitas dan praktik ibadah seperti kurban apakah lebih kita jadikan sebagai kegiatan rutin biasa (ritual) atau memang sebagai ekspresi iman dan taqwa karena Allah.

Perilaku kita tetap berjalan seperti hari-hari biasanya atau berubah setelah menjalankan semua ibadah. Kita tidak peduli terhadap sesama, kita tidak takut kepada peringatan-Nya atau sebaliknya. Lalu tindakan yang merugikan orang banyak tetap saja kita lakukan atau tidak. Pola hidup yang jor-joran juga semakin surut atau diganti dengan pola hidup suka berbagi.

Realitas kehidupan yang menunjukkan banyak saudara-saudara di sekitar kita yang hidup dalam kemiskinan, serba kekurangan dan mengalami tekanan hidup yang semakin berat tentu bagian dari tantangan ibadah yang lebih praktis dan berdampak secara sosial. Dalam konteks inilah, pembahasan dan penafsiran sosial dalam praktik ibadah kurban penting didiskusikan lebih lanjut.

Lebih dari itu, di setiap saat perayaan hari raya keagamaan tiba, kita juga selalu diingatkan mengenai pesan moral yang terkandung di dalamnya. Kita diingatkan untuk selalu mengagungkan nama-Nya, membagi kasih sayang terhadap sesama, dan kita diingatkan untuk selalu menjauhi larangan-Nya. Apakah kita kemudian dengan sadar melaksanakan semua itu? Apakah kita peduli dengan apa yang diperintahkan-Nya dan menjauhi apa yang dilarang-Nya?

Berkurban dengan Seekor Kambing, Biri­biri, atau Domba Secara Kolektif

Ijma’ ulama bahwa seekor kambing, domba, atau memadai untuk kurban satu orang. Sehingga tidak memadai berkurban secara kolektif dengannya. Kecuali pendapat Malikiyah. Bahwa menurut Malikiyah memadai seseorang itu berkurban dengan seekor hewan kurban untuknya dan ke luarganya.

Pengertian seeorang berkurban untuk diri dan keluarganya menurut Malikiyah adalah tidak dalam pengertian pemilikan dan harga, tapi dari segi ganjaran (pahala).

Dengan pengertian bahwa seseorang yang berkurban meniatkan hewan kurban itu (sebelum disembelih) sebagai ibadah bagi orang tersebut dan keluarganya, sekalipun jumlah mereka lebih dari tujuh orang 49 dengan syarat:

  1. Mereka tinggal dalam satu rumah, syarat ini jika anggota keluarganya itu tidak wajib ia tanggung nafkahnya (sunat saja), jika mereka adalah orang yang wajib dinafkahinya maka syarat ini tidak diperlukan.
  2. Ada ikatan kekerabatan.
  3. Menafkahi mereka secara wajib ataupun sunah, anjuran untuk berbuat baik.

Hadis Nabi yang menerangkan bahwa hal demikian dipraktikkan oleh para sahabatnya, antara lain:
Dari Atha ibn Yasar ia berkata, Aku bertanya pada Abu Ayyub an-Anshari bagai mana pelaksanaan ibadah kurban bada masa Nabi saw?” Ia berkata, “adalah seorang sahabat pada masa itu berkurban dengan seekor kambing untuknya dan keluarganya. Maka mereka memakannya dan member makan (pada orang yang membutuhkannya), sehingga manusia menyemarakkannya sebagaimana yang engkau lihat.” (Ibn Majah dan Tirmizi, ia menyatakan hadis ini shahih).

Pendapat senada juga diungkap kan oleh Yusuf al-Qardhawi bahwa seekor kambing boleh diperuntukkan untuk ibadah kurban seseorang. Maksud dengan seseorang di sini adalah seseorang dan keluarganya sebagaimana sabda Rasul ketika menyembelih hewan kurban, ia bersabda,” Ini dari Muhammad dan keluarganya.” Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis ‘Aisyah berikut:
“…Ia mengambil domba tersebut, mem baring- kan, kemudian menyembelihnya sembari membaca bismillah. Ya Allah perkenankanlah (kurban ini) dari Muhammad, keluarga, dan umatnya. Lalu melaksanakan ibadah kurban tersebut.” (HR. Muslim)

Dalam hadis yang lain beliau bersabda:
Rasulullah saw berkurban dengan dua ekor domba yang masing-masingnya mempunyai tanduk. Seekor di antaranya untuk kurban Nabi da keluarganya. Sedangkan seekor lainnya untuk mereka yang tidak melaksanakan ibadah kurban dari umat Islam.” (Dar al-Quthni)

Hadis-hadis di atas menjadi dalil bagi mereka yang menyatakan kebolehan berkurban seekor kambing, domba, atau biri-biri untuk orang yang berkurban dan keluarganya dengan syarat seperti penjelasan Malikiyah bahwa pelaksanaan ibadah kurban kolektif dalam hal ini dalam pengertian dalam pahalanya tidak dalam hal harga atau ke pemilikannya.

Dari uraian sebelumnya disimpulkan bahwa tidak memadai berkurban dengan domba, kambing, dan biri-biri secara kolektif dalam hal harga atau nilainya. Pertanyaan terakhir yang mesti dijawab adalah bagaimanakah hukumnya pelaksanaan ibadah kurban secara kolektif dengan bentuk ketiga atau secara arisan kurban yang tidak dibatasi jumlah pesertanya?

Menurut penulis, antara arisan kurban dan pelaksanaan kurban kolektif memiliki beberapa perbedaan:

  1. Dari segi jumlah pesertanya
    Arisan kurban telah ditentukan jumlah pesertanya, sedangkan pelaksanaan ibadah kurban secara kolektif (yang di per bolehkan di kalangan Malikiyah) tidak ada batasan jumlahnya.
  2. Dari segi nilai atau harga yang harus dibayar
    Dalam pelaksanaan ibadah kurban kolektif yang tidak ada batasan jumlah pesertanya, tidak ditentukan nominal yang harus dibayarkan oleh masing-masingnya. Karena pada hakikatnya nilai atau harga hewan kurban itu ditanggung oleh satu orang. Dan dalam pelaksanaannya diniatkan untuk ibadah bagi yang bersangkutan dan keluarganya. Sedangkan pada arisan kurban jumlah yang harus dibayarkan telah ditentukan.

Dengan perbedaan karateristik antara keduanya, hal tersebut berdampak pada tinjauan hukum terhadap keduanya. Ada dua alternatif tinjauan hukum terhadap pelaksanaan arisan kurban ini:

  1. Mereka yang melaksanakan arisan kurban, pada akhirnya (setelah pelaksanaan ibadah kurban itu dilaksanakan ke seluruh an putaran arisannya) pada hakikatnya telah mem bayar penuh hewan kurbannya tersebut. Namun mereka berserikat atas nilai atau harga hewan kurban yang dilaksanakan ter sebut. Maka siapa di antara peserta arisan kurban tersebut yang mendapat giliran terakhir pada dasarnya bahwa ia telah membayar penuh kewajibannya untuk seekor hewan kurban walaupun secara menyicil. Adapapun yang mendapat giliran awal sampai pada yang sebelum akhir, tidaklah memadai ibadah kurban yang dilaksanakannya karena berserikat atas nilai atau harga hewan kurban.
  2. Ditinjau dari segi kemampuan seolah pensyariatan ibadah kurban itu adalah bagi mereka yang mampu. Hanabilah menyatakan bahwa ibadah kurban itu disyariatkan bagi orang yang mungkin memperoleh harga hewan kurban tersebut sekalipun dengan jalan ber hutang apa bila ia tidak sanggup membayarnya secara tunai. Kaitan nya dengan arisan kurban, jadi jika menggunakan pendapat mazhab Hanbali, maka sah ibadah kurban yang dilaksanakan secara arisan kurban; dengan pengertian setiap mereka berhutang untuk memenuhi kewajibannya terhadap yang lain.

Belakangan ini di berbagai instansi pemerintah, swasta, lembaga pendidikan sering ditemui praktik pelaksanaan ibadah kurban kolektif. Ibadah kurban kolektif ini mengambil bentuk bahwa masing-masing dari mereka yang berpartisipasi dalam kegiatan ini menyumbangkan sejumlah uang yang besaran/nominalnya tidak di tentukan.

Hasil pengolektifan ini lalu dibelikan hewan kurban (hewan tersebut lalu disembelih dan dibagi-bagikan kepada orang yang berhak menerimanya pada saat pelaksanaan ibadah kurban).

Masing-masing pesertanya belumlah dapat dikategorikan sebagai orang yang melaksanakan ibadah kurban, tetapi itu dikategorikan sebagai sedekah biasa yang mengajarkan nilai-nilai kepedulian sosial bagi sesama.

Nah itulah yang dapat kami sampaikan mengenai kurban.kini kami akan lanjutkan dengan mengulas kambing yakni harga kambing dan cara pemilihan kambing. Cekidot..

Tips Memilih kambing Aqiqah yang Sehat

  1. Hewan aqiqah harus cukup umur. Untuk kambing, umur ideal dijadikan hewan aqiqah adalah 12 – 18 bulan. Untuk mengetahuinya, bisa dilihat dari catatan kelahiran atau gigi susu yang dimiliki kambing. Bila gigi susu telah tanggal, kambing tersebut sudah cukup umur.
  2. Amati aktivitas si kambing. Bila pergerakannya aktif saat didekati, kambing tersebut sehat. Selain itu, kambing yang sehat memiliki selera makan yang baik.
  3. Memiliki bulu yang halus, mengilap, tidak rontok, tidak ada perubahan warna, dan tidak dihinggapi parasit kulit.
  4. Matanya bersinar jernih, terbuka penuh, pupil bereaksi cepat, tidak keluar air, tidak berwarna merah, dan selaput lendir kelopak mata bagian dalam berwarna merah terang. Hindari membeli kambing yang matanya berwarna keruh. Ciri ini menandakan kambing tersebut sedang sakit.
  5. Bentuk tubuhnya standart dan tidak cacat.
  6. Perhatikan mulutnya. Jika sering mengeluarkan banyak air liur dan terdapat bintil-bintil merah di dalam mulutnya, berarti kambing tersebut sedang sakit.
  7. Perhatikan kondisi fisik lainnya, seperti hidung, mulut, kuku, kulit,bulu ekor, dan bagian dubur hewan tersebut. Pastikan semua dalam kondisi baik dan bersih.
  8. Hati-hati ketika membeli kambing saat musim hujan. Pasalnya, pada musim hujan, kambing rawan mengalami diare atau cacingan.

Jenis dan Daftar Harga Kambing Terbaru 2018

Harga Kambing Jawa (lokal)
Kambing Jawa/lokal/kacang adalah ras yang paling banyak di temui di Indonesia, terutama daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Harga Kambing Jawa juga sangat bervariasi, tergantung kualitas dan fungsinya, sebagai pedaging, bibit ternak, dan lain sebagainya. Daging Kambing Jawa sangat diminati di pasaran, rasanya yang paling nikmat dari semua jenis Kambing yang ada di Indonesia menjadi harga Kambing Jawa stabil. Selain itu Kambing Jawa juga sangat mudah untuk di budidayakan karena tingkat perkembangbiakannya yang tinggi. Untuk cara ternak Kambing Jawa dapat Anda pelajari pada artikel dengan judul “Ternak Kambing Jawa Dengan Konsep Penggemukan Agar Cepat Untung”.

Kambing Jawa memang memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dibandingkan dengan jenis Kambing Etawa atau Pe. Ukurannya hampir sama dengan jenis Kambing Gibas. Namun harga Kambing Jawa lebih malah daripada harga jenis Kambing Gibas, dibawah ini adalah harga Kambing Jawa terbaru yang saya dapatkan dari informasi pasar.

Berikut daftar Harga Kambing Kacang atau kambing Jawa
• Kambing betina anakan umur 3 – 5 bulan berkisar antara Rp 800.000,-
• Kambing betina anakan Umur 6 – 7 bulan berkisar antara Rp 1.300.00,-
• Kambing betina Umur 8 – 12 bulan berkisar antara Rp 1.800.000,-
• Kambing Betina Umur 1 – 2 tahun berkisar antara Rp 2.300.000,-
• Kambing Jantan anakan Umur 3 – 5 bulan berkisar antara Rp 1.000.000,-
• Kambing jantan anakan umur 6 – 7 bulan berkisar antara Rp 1.600.000,-
• Kambing jantan Umur 8 – 12 bulan berkisar antara Rp 2.300.000,-
• Kambing jantan umur 1 – 2 tahun berkisar antara Rp 2.600.000,-

Harga Kambing Etawa
Kemudian ada kambing etawa, hewan pemakan rumput ini berasal dari india yang berhasil di kembangkan dan di budidaya di Negara kita dengan sangat baik, dan menjadi andalan para peternak kambing sukses di era modern ini. Untuk populasi dan perkembangannya pun tidak kalah saing dengan kambing lokal atau kambing jawa (kacang). Namun kambing etawa ini memiliki keunggulan yaitu dengan postur tubuh yang lebih besar seta menghasilkan daging yang sangat banyak. Untuk urusan harga tentunya jauh di atas kambing lokal.

Untuk saat ini jenis kambing etawa sangat menjadi primadona di dalam pasar kambing. Banyak dari peternak kambing beralih fungsi menjadi peternak kambing etawa. Mungkin karena bersifat multi fungsi kambing besar ini menjadi andalan para peternak sukses. Sebab dengan beternak kambing etawa keuntungan yang di dapat bisa berkali kali lipat. Etawa sendiri bisa di fungsikan sebagai kambing pedaging, penghasil susu, dan sebagai kambing kontes.

Dan untuk masalah harga kambing etawa anda bisa melihatnya di bawah ini,
• Etawa betina anakan Umur 3 – 5 bulan —>> Rp 1.700.000,-
• Etawa Betina nakan Umur 6 – 7 bulan —>> Rp 2.200.000,-
• Etawa Betina Umur 8 – 12 bulan —>> Rp Rp 3.000.000,-
• Etawa Betina Dewasa Umur 1 – 2 tahun —>> Rp 3.500.000,-
• Etawa Jantan Anakan Umur 3 – 5 bulan —>> Rp 2.000.000,-
• Etawa jantan Anakan Umur 6 – 7 bulan —>> Rp 3.000.000,-
• Etawa Jantan Umur 8 – 12 bulan —>> Rp 4.000.000,-
• Etawa Jantan Umur 1 – 2 tahun —>> Rp 5.000.000,-

Harga Kambing Peranakan Etawa (PE)
Kambing PE (peranakan Etawa) merupakan ras yang di hasilkan dari persilangan antara Kambing Etawa dan Kambing Jawa (lokal), kambing ini semakin di kembangkan oleh para peternak di Indonesia. Saat ini keturunan terbaik sudah di dapatkan, Kambing Pe mampu berukuran sebesar kambing Etawa tetapi kelebihan lainnya adalah tingkat adaptasi yang bagus untuk cuaca yang ada di Indonesia.

Kambing PE juga dapat bertumbuh dan berkembangbiak dengan baik meskipun dengan pakan berkualitas rendah, tetapi harus di usahakan dagan pakan mengandung gizi yang di butuhkannya setiap harinya. Hal tersebut tentunya sudah di pelajari dan semakin dikembangkan lagi oleh para peternak Kambing yang berpengalaman. Dengan demikian harga Kambing PE juga terus meningkat di setiap tahunnya karena Kambing ini mudah di budidayakan, dagingnya yang banyak, dan rasanya yang menyerupai Kambing Jawa (lokal). Dibawah ini adalah informasi harga terbaru untuk Kambing PE:
Untuk harganya bisa anda lihat di bawah ini,
• PE Betina Anakan Berumur 3 – 5 bulan >> Rp 1.000.000,-
• PE Betina anakan Berumur 6 – 7 Bulan >> Rp 1.500.000,-
• PE betina Berumur 8 – 12 bulan >> Rp 2.000.000,-
• PE betina Berumur 1 – 2 tahun >> Rp 2.500.000,-
• PE Jantan Anakan Berumur 3 – 5 Bulan >> Rp 1.400.000,-
• PE Jantan Anakan Berumur 6 – 7 bulan >> Rp 1.800.000,-
• PE Jantan Berumur 8 – 12 bulan >> Rp 2.500.000,-
• Pe Jantan Berumur 1 – 2 tahun >> Rp 3.200.000,-

Harga Kambing Gibas
Harga Kambing Gibas memang paling rendah di banding dengan semua jenis kambing pedaging lainnya, Kambing ini memiliki ukuran yang kecil dan seukuran dengan Kambing Jawa (lokal). Namun survey yang saya dapatkan harga Kambing Gibas lebih murah di bandingkan dengan harga Kambing Jawa. Semakin saya penasaran dan mencari informasi mengapa demikian, ternyata pada peminat daging Kambing memberikan penjelsan bahwa daging Kambing Gibas tidak senikmat daging Kambing Jawa (lokal). Kambing Gibas sangatlah mudah di bedakan cirinya dari jenis Kambing lainnya, bulunya yang tebal, keriting dan ekornya yang gemuk. Warna Kambing Gibas pada umumnya adalah putih, namun seiring dengan banyaknya kawin silang antara Kambing Gibas dengan ras lain muncullah warna hitam dan coklat namun warna putih masih dominan.

Kambing Gibas adalah solusi bagi Anda yang mempunyai dana minim yang ingin menikmati daging Kambing, harganya yang lebih murah di banding dengan jenis Kambing lainnya menjadikan Kambing Gibas sangat banyak diminati di pasaran dan berikut adalah harga terbaru Kambing Gibas.

• Betina umur 3-5 bulan : +- 600.000 (tergantung kondisi)
• Betina umur 6-7 bulan : +- 1.200.00 (tergantung kondisi)
• Betina umur 8-2 bulan : +- 1.600.000 (tergantung kondisi)
• Betina umur 12-24 bulan : +- 2.300.000 (tergantung kondisi)
• Jantan umur 3-5 bulan : +- 1.000.000 (tergantung kondisi)
• Jantan umur 6-7 bulan : +- 1.200.00 (tergantung kondisi)
• Jantan umur 8-2 bulan : +- 2.100.000 (tergantung kondisi)
• Jantan umur 12-24 bulan : +- 2.400.000 (tergantung kondisi)

Itulah tadi informasi mengenai harga kambing terbaru yang bisa kami sampaikan, daftar di atas kami ambil dari beberapa lapak kambing dan tentunya setiap daerah memiliki harga yang berbeda-beda, namun daftar harga di atas bisa dijadikan patokan dasar untuk anda dalam membeli atau menjual kambing.

Untuk mendapatkan Harga Kambing yang murah tentunya harus pandai-pandai dalam menawar karena saat ini para pengepul Kambing menjualnya dengan harga yang sangat tinggi. Jika tidak mengetahui harga Kambing terbaru maka dapat mengajak kerabat yang mengetahuinya untuk menemani membeli Kambing di pasar hewan terdekat. Baiklah, cukup sekian ulasan tentang harga Kambing kali ini.

Jika anda membutuhkan kambing Aqiqah atau qurban dengan Kualitas terbaik dan berkualitas anda melihat di website kami www.aqiqahberkah.com atau bisa juga menghubungi nomor berikut ini untuk informasi lebih detailnya. Kami tunggu pesanan anda….

Untuk Informasi Lebih lanjut Hubungi Kami :
WA : +6281335680602
BBM : D801E13D
TELPON/SMS : 085749622504
Hewan atau Kambing bisa dipilih di kandang kami dan Gratis titip hewan qurban sebelum di antar.

-_-Aqiqah Berkah Siap membantu Anda dalam Qurban atau Aqiqah Anda-_-

Tags: , , , ,