Jasa Aqiqah Ponorogo

Jasa Aqiqah Ponorogo

ponorogo1
Ponorogo merupakan sebuah Kabupaten yang memiliki kebudayaandaerah yang unik. Reog adalah budaya yang menjadi identitas Kabupaten Ponorogo. Seni budaya Reog dimainkan oleh beberapa aktor dengan karakter yang berbeda-beda seperti jathil, warok, bujang ganong, prentol dan lain sebagainya. Setiap tingkah laku dan gerak tubuh pemainnya mempunyai pesan yang penuh syarat dan makna. Musik yang mengiringinya semakin menyatukan keindahan seni budaya tersebut. Seni budaya Reog menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun asing untuk berkunjung ke Ponorogo. Salah satu kebudayaan Indonesia ini sudah sangat populer di manca negara. Pemerintah serta masyarakat Ponorogo bekerja sama dan berperan aktif dalam melestarikan kebudayaan Reog.

Selain kota budaya, Ponorogo mendapat lebel sebagai kota santri. Karena terdapat banyak Pondok Pesantren baik Pondok Pesantren Tradisional maupun Pondok Pesantren Modern. Seperti, Pondok Gontor, Ar-risalah, Walisongo, Tegal Sari, Darul Huda, dan lain sebagainya. Pondok-pondok tersebut mempunyai banyak prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Santrinya berjumlah ratusan ribu yang berasal dari berbagai negara. Pondok Pesantren tersebut banyak melahirkan cendekiawan muslim yang terkemuka.

Selain itu, pengurus pondok sering mengadakan kegiataan yang bertujuan meningkatkan relegiusitas masyarakat sekitar. Seperti kajian islam rutin, dakwah keliling, pembentukan serta bantuan-bantuan kepada berbagai lembaga islam di Ponorogo. Sehingga masyarakat Ponorogo juga dikenal sebagai masyarakat yang religius .

Terlepas dari kebanggaan yang dimiliki daearah Ponorogo, terdapat juga sisi lain dari Ponorogo yang membuat miris bagi siapa yang mendengarnya. Keberadaan kaum lemah cukup banyak dijumpai, khususnya di lereng gunung. Kaum lemah di sini adalah kaum difabel (penyandang cacat). Masyarakat Ponorogo dikenal dengan masyarakat yang religius, tetapi tingkat kepeduliannya terhadap kaum lemah masih rendah. Pemerintah dan masyarakat juga belum banyak ikut berperan aktif terhadap penanganan masalah kaum lemah atau difabel. Padahal dalam melestarikan kebudayaan Reog, masyarakat dan pemerintah mempunyai semangat yang tinggi.

Dalam Undang-undang No. 4 tahun 1997 dijelaskan bahwa “penyandang cacat adalah setiap orang yang mempunyai kelainan fisik dan atau mental, yang dapat mengganggu atau merupakan rintangan dan hambatan baginya untuk melakukan secara selayaknya, yang terdiri dari a. penyandang cacat fisik, b.penyandang cacat mental, c. penyandang cacat fisik dan mental.

Di Kabupaten Ponorogo kaum difabel tersebar dibeberapa Kecamatan, yaitu: Jambon, Balong, dan Slahung. Bahkan terdapat Desa yang memiliki sebutan dengan kampung ideot (penyandang cacat mental) seperti Desa Sidowayah Jambon, Desa Krebet Jambon, Desa Karang Patihan Balong, serta Desa Pandak Balong. Lebel “kampung idiot” didapat karena banyaknya warga yang menyandang cacat mental (idiot) di Desa tersebut. Kampung ideot di Ponorogo sudah sangat terkenal di berbagai media massa bahkan menjadi topik utama dalam pemberitaan.

Baru-baru ini ditemukan lagi beberapa Desa yang mempunyai problematika yang sama. Di Desa Ngilo-ilo Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo terdapat puluhan kaum difabel (penyandang cacat). Problematika ini lebih komplek daripada beberapa kampung ideot yang telah disebutkan di atas. Karena tidak hanya kaum penyandang cacat mental saja, tetapi terdapat juga tuna rungu, tuna netra, tuna wicara dan lain sebagainya. Di Desa Ngilo-ilo ini, kasus tersebut belum banyak terpublikasi dimedia massa seperti di Desa lain seperi Sidowayah, Karang Patihan, dan Pandak. Jadi, belum banyak yang mengetahui kondisi Desa tersebut.

Menurut keterangan ahli kesehatan setempat, telah diketahui berbagai macam faktor yang menyebabkan seorang mengalami difabel. Secara geografis wilayah Ponorogo dikelilingi barisan pegunungan yang bersambung mulai dari Gunung Wilis di sebelah timur membentang kearah selatan dan berakhir pada Gunung Lawu di sebelah barat. Daerah yang memiliki banyak warga difabel kebanyakan berada di lereng gunung, tanah berkapur yang sulit ditanami, Desanya terpencil, akses transportasi sulit, tiwul (makanan olahan dari singkong) sebagai menu makan utama, miskin, hingga berpendidikan rendah.

Dari media cetak Radar Ponorogo 22 Febuari 2012 mengungkapkan asal-usul hal ini diawali pada tahun 1950 hingga akhir 1960, terjadi pagebluk atau masa kesulitan bahan makan bagi warga dikawasan lereng gunug. Kala itu, ada prahara hama tikus yang menyerang semua tanaman warga. Hanya tanaman liar dan sejenis tanaman talas yang daunnya hitam yang bisa tumbuh. Warga tidak terkecuali ibu hamil makan seadanya. Perempuan hamil yang seharusnya mendapatkan asupan gizi lebih itu sehari – harinya juga makan serbakekurangan. Kalau ada makanan yang lebih baik, saat itu, hanyalah gaplek yang dimasak menjadi tiwul.

Dalam kondisi seperti itu, penduduk tidak lagi memikirkan bagaimana mencukupi kebutuhan gizi bagi jabang bayi di kandungan mereka. Bagaimana kebutuhan zat gizi, yodium, atau senyawa DNA yang bisa meningkatkan kecerdasan bayi mereka nantinya. Jangankan untuk mencukupi kebutuhan makan empat sehat lima sempurna plus susu formula khusus bagi ibu hamil, bisa makan dan bertahan hidup bagi mereka sudah cukup. Hal seperti itulah yang menyebabkan banyak banyak bayi lahir dengan tidak normal. Baik secara fisik maupun mental. Banyak bayi kurang gizi, yang yang akhirnya menyebabkan pertumbuhan syaraf mereka abnormal, sehingga ada yang lumpuh, mengalami kebutaan, tunarungu, dan pertumbuhan fisik yang tidak normal.

Sebenarnya kelaparan atau kekurangan pangan bukanlah suratan takdir. Kelaparan terjadi karena ulah manusia. Sebenarnya di dunia terdapat bahan pangan yang cukup untuk semua manusia. Artinya kelaparan bukan masalah keterbatasan bahan pangan, melainkan akibat dari pembagian yang tidak merata antar negara, daerah lapisan masyrakat, bahkan dalam Desa atau keluarga. Hal ini membuktikan bahwa peran pemerintah sangat penting untuk terhindar dari kelaparan atau kekurangan gizi. Sehingga dapat mencegah terjadinya pertumbuhan saraf yang abnormal bagi perkembangan manusia.

Manusia mana yang ingin dilahirkan dalam keadaan abnormal atau cacat. Begitu pula dengan kaum difabel, mereka tidak bisa mengingkari ketentuan Tuhan. Kaum difabel merupakan bagian dari masyarakat yang harus dipenuhi hak dan kewajibannya. Kekurangan yang dimiliki kaum difabel bukan menjadi alasan tidak terpenuhi haknya. Kesejahteraan kaum difabel telah diatur dalam Undang-undang. Kaum difabel mempunyai hak atas kesehatan, pendidikan, serta sarana atau fasilitas khusus penyandang cacat. Maka bagi pemerintah dan masyarakat wajib memenuhinya.
Dalam masyarakat terdapat sistem yang harus berjalan dengan baik. Kaum difabel juga bagian dari sistem tersebut. Sistem yang terdiri dari manusia bisa dianggap sistem sosial, lepas dari tujuan dan proses sistem lain.Suatu kelompok sosial harus mempunyai komponen-komponen atau unsur-unsur sosial yang saling bergantungan antara satu sama yang lainnya untuk membentuk sistem sosial yang utuh. Unsur-unsur sistem sosial teridiri dari: perilaku, pengetahuan, status, peran, norma, fasilitas, kekuasaan, tekanan ketegangan dan lain sebagainya. Unsur-unsur tersebut harus berjalan sesuai fungsinya. Begitupula dengan kehidupan kaum difabel ditengah sistem sosial masyarakat harus dianalisis secara mendalam dan menyeluruh karena penting bagi kesejahteraan dan keharmonisan masyarakat. khususnya kaum difabel.

Itulah ulasan mengenai kota Ponorogo. Selanjutnya ini ulasan mengenai Aqiqah. Semoga bermanfaat ya sahabat-sababat..

1. PENGANTAR AQIQAH
Aqiqah adalah menyembelih hewan pada hari ke tujuh dari hari lahirnya anak (laki-laki dan perempuan). Hukum aqiqah adalah sunnah bagi orang yang menanggung nafkah si anak. Untuk anak laki-laki hendaklah disembelih dua ekor kambing, sedangkan untuk anak perempuan seekor kambing saja. Hendaklah kambing tersebut di sembelih pada hari ketujuh dari hari lahirnya anak. Tetapi kalau tidak dapat, boleh juga beberapa hari setelah hari itu. Asal sang anak belum sampai baligh (dewasa). Sabda Rasulullah SAW :

1
Artinya : “Anak yang baru lahir menjadi rungguhan sampai di sembelihkan baginya aqiqah pada hari yang ketujuh dari hari lahirnya, dan di hari itu juga hendaklah di cukur rambut kepalanya, dan di beri nama.”(HR Ahmad dan Tirmidzi)

Yang di maksud dengan rungguhan dalam hadits diatas adalah sebagaimana rungguhan yang harus ditebus dengan membayar utang. Begitu juga si anak ditebus dengan dilaksanakannya aqiqah.

Mengenai maksud hadits yang menyatakan “menjadi rungguhan”, sebagian ulama berpendapat bahwa aqiqah itu harus dilaksanakan, sebagaimana rungguhan terhadap orang beutang dan yang berpiutang. Pendapat pihak kedua bahwa aqiqah itu tidak wajib adalah dengan alasan sabda Rasulullah SAW :

2
Artinya : “Barang siapa diantara kalian ingin beribadah tentang anaknya, maka kerjakanlah untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang sama umurnya, dan untuk anak perempuan seekor kambing”. (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Nasai)
Di hadits yang lain,

3
Aisyah berkata :”Rasulullah SAW telah menyuruh kita supaya menyembelih aqiqah untuk anak laki-laki laki dua ekor kambing yang sama umurnya, dan untuk anak perempuan seekor kambing”.(HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah) Binatang yang syah untuk mnjadi aqiqah ialah yang tidak cacat misalnya : pincang, sangat kurus, sakit, putus telinganya, putus ekornya, dan telah berumur berikut :
a. Domba (da’ni) yang telah berumur satu tahun lebih atau sudah berganti giginya.
b. Kambing yang telah berumur dua tahun lebih
c. Unta yang telah berumur lima tahun lebih
d. Sapi, kerbau yang telah berumur dua tahun lebih

Sabda Rasulullah SAW yang artinya : “Dari Barra’ bin ‘Azib, “Rasulullah SAW telah bersabda, “Empat macam binatang yang tidak syah di jadikan qurban : [1] rusak matanya, [2] sakit, [3] pincang, [4] kurus yang tidak berlemak lagi”. (HR. Ahmad dan dinilai sahih oleh Tirmidzi)

Kalau hanya menyembelih seekor saja untuk anak laki-laki, maka hal itu sudah memadai. Disunnahkan dimasak terlebih dahulu, kemudian di sedekahkan kepada fakir miskin. Orang yang melaksanakan aqiqah pun boleh memakan sedikit dari daging aqiqah (kalau aqiqah itu sunnah bukan nazar).

2. HAL-HAL YANG BAIK DILAKSANAKAN SEWAKTU ANAK BARU LAHIR

  1. Hendakalah disuapi dengan sesuatu yang manis, karena Rasulullah SAW pernah menyuapi anak yang baru lahir dengan kurma.
  2. Hendaklah dibacakan azan dekat telinganya yang kanan, dan dibacakan iqamah dekat telinganya yang kiri. Sabda Rasulullah SAW :

4
“Dari Sahabah, ‘Sesungguhnya Rasulullah SAW telah azan pada telingan Husain (cucu beliau) ketika Fatimah melahirkan Husain’”. (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Dalam riwayat yang lain :

5
“Dari Husain bin Ali (cucu Nabi SAW), Rasulullah SAW telah bersabda, Barang siapa anaknya lahir, maka telinganya yang kanan diazani, dan telinganya yang kiri diiqamahi, niscaya selamatlah anak itu dari jin dan penyakit”. (Diriwayatkan oleh Ibnu Sinni)

Kesunnahan Dalam Menangani Daging Aqiqah
Dalam kitab-kitab fiqh disebutkan ada beberapa sunnah yang harus diperhatikan dalam rangka menangani daging binatang aqiqah, antara lain:

a. Tidak memecahkan tulang belulangnya. Di antara beberapa kesunnahan yang harus diperhatikan dalam mengaqiqahi anak ialah agar tulang binatang sembelihan itu jangan sampai hancur sedikitpun, baik pada saat menyembelih maupun pada saat memakannya. Bahkan setiap tulang harus dipotong dari ruasnya, jangan sampai dihancurkan.
Sebagian ulama menyebutkan beberapa hikmah dari tidak memecahkan tulang belulang binatang aqiqah:

  1. Untuk menunjukan kemuliaan makanan tersebut. Saat diberikan kepada siapa saja yang makan dianjurkan agar daging tersebut berbentuk potongan. Hal ini lebih utama dan lebih menunjukkan sikap kedermawanan daripada kalau dipotong kecil-kecil.
  2. Apabila pemberian tersebut baik, maka akan mendapat kesan yang baik pula dari orang yang menerima. Hal itu juga menunjukkan betapa mulianya jiwa orang dan betapa besar perhatiannya. Di sana ada harapan besar orang tua kepada si anak agar ia menjadi besar, mempunyai perhatian yang tinggi dan kemuliaan jiwa.
  3. Ketika aqiqah disimbolkan sebagai penebus diri, dianjurkan agar tulang tidak dipatahkan sebagai harapan agar anggota tubuh sang anak juga selamat, sehat dan kuat. Sunnah yang demikian mengandung pelajaran dan harapan (tafa’ul) agar fisik si jabang bayi yang diaqiqahkan kelak tumbuh dewasa secara normal dan sehat tanpa ada cacat ataupun penyakit tulang.

b. Daging aqiqah dibagikan kepada fakir miskin
Seseorang yang melaksanakan aqiqah boleh memakan daging aqiqah, memberi makan dengannya, bersedekah dengannya kepada fakir miskin atau menghadiahkan kepada teman atau karib kerabat. Akan tetapi daging aqiqah akan lebih utama jika dibagikan kepada fakir miskin semuanya.

Dengan banyaknya jumlah daging aqiqah yang diberikan kepada fakir miskin, maka sudah barang tentu kemungkinan terkabulnya do’a, juga semakin banyak. Apalagi kita sama-sama meyakini do’a fakir miskin lebih mudah dikabulkan. Dengan demikian, harapan akan terbentuknya pribadi yang shaleh bagi anak yang diaqiqahi juga semakin banyak.

c. Daging aqiqah dibagikan setelah masak
Tidak sebagaimana halnya dengan daging qurban yang dibagikan dalam keadaan mentah, daging aqiqah disunnahkan agar dibagikan setelah dimasak lebih dahulu, kemudian disedekahkan kepada fakir miskin.

Hal demikian dikarenakan jika dagingnya sudah dimasak maka orang-orang miskin dan tetangga tidak merasa repot lagi. Dan ini akan menambah kebaikan dan rasa syukur terhadap ni’mat tersebut. Para tetangga, anak-anak dan orang-orang miskin dapat menyantapnya dengan gembira. Sebab, orang yang diberi daging yang sudah dimasak, siap dimakan, enak rasanya tentu rasa gembiranya lebih dibanding jika diberi daging mentah yang masih membutuhkan tenaga lain untuk memasaknya.

Dan pada umumnya, makanan syukuran (dibuat dalam rangka untuk menunjukkan rasa syukur) dimasak dahulu sebelum diberikan atau dihidangkan kepada orang lain. Sebab hal tersebut lebih menunjukkan akhlak terpuji dan sikap kedermawanan daripada memberikan daging secara mentah.

Bagi orang tua yang kurang mencukupi, mungkin lebih tepat jika daging aqiqah yang sudah dimasak itu dibagikan bersamaan dengan upacara penamaan anak dalam jamuan makanan para tamu yang diundang.

Demikian beberapa kesunnahan dalam menangani daging aqiqah. Kesemuanya mengandung pendidikan yang berharga yang perlu kita singkap.

Nah itulah yang dapat kami sampaikan mengenai Aqiqah. Jadi anda sebelum Aqiqah tau dulu apa itu aqiqah. Jika anda ingin memesan Aqiqah di Jasa Aqiqah Ponorogo caranya mudah banget, tinggal ikuti step by stepnya.

Alasan Aqiqah Lewat Jasa Aqiqah Ponorogo?
Jasa Aqiqah Ponorogo merupakan sebuah unit usaha yang digagas oleh badan wakaf peduli dhuafa. Badan wakaf peduli dhuafa merupakan sebuah lembaga visioner dan inspirator kemandirian, dimana karyawan yang tergabung dalam lembaga ini berkomitmen untuk mentasrufkan dana ZISWAF-nya 100% kepada orang-orang yang membutuhkan. Gaji karyawan akan diambilkan dari unit usaha yang demikiannya, diantaranya peternakan sapi,cetering aqiqah, pengelolaan hewan qurban.

Jenis aqiqah yang ada di Jasa Aqiqah Ponorogo sebagai berikut :

1. Aqiqah Mandiri
• Dikirim ke rumah Sohibul Aqiqah.
• Wilayah Mojokerto, Jombang, Ngawi, Nganjuk, Ponorogo, Kediri, malang, Tulungagung, Madiun dan Sekitarnya.
• Pilihan menu (pengganti sate) lapis, Krengseng, sate rebus, rendang, dendang ragi, rawon.

Aqiqah Mandiri Dengan Kambing Betina

mandiri
Aqiqah Mandiri dengan Kambing Jantan

mandiri1

2. Aqiqah Peduli (Tebar Aqiqah Berkah)
• Dikemas dalam benttuk walimatul aqiqah.
• Masakan di antar ke panti asuhan, masyarakat yang membutuhkan, pondok pesantren, desa binaan lengkap dengan nasi, kerupuk, buah dan air mineral.
• Shohibul aqiqah akan mendapatkan foto hewan aqiqah. Ucapan terima kasih dari wakil penerima aqiqah, laporan dan dokumentasi pelaksanaan aqiqah.

Aqiqah Peduli dengan Kambing Betina

peduli
Aqiqah Peduli dengan Kambing Jantan

peduli1

Berikut inilah cara mudah pemesanan Jasa Aqiqah Ponorogo step by step :
1. Silahkan Anda telephone Kami, Kami akan memberikan penjelasan yang lebih detail.
WA : +6281335680602
BBM : 7C0B38CE
TELPON/SMS : 085749622504
2. Atau juga bisa Informasikan kepada Kami lewat SMS atau email: Nama Anak, Tempat tanggal lahir, Nama Bapak & Ibu, Tanggal permintaan pelaksanaan aqiqah, Alamat pengiriman laporan Aqiqah Anda.
3. Transfer dana ke nomor rekening lembaga (a.n. Peduli Dhuafa).
Bank Syariah Mandiri
NO. Rek. 703-691-2191
an. Peduli Dhuafa
BRI
NO. Rek. 0056-01002879-53-1
an. Peduli Dhuafa
4. Konfirmasikan kepada Kami bila sudah transfer.
5. Sesuai tanggal yang disepakati, aqiqah akan Kami laksanakan.
6. H+ 3 laporan Kami kirim via pos ke alamat yang ditentukan.
7. Laporan sampai di shohibul aqiqah (perkiraan H+5 dan seterusnya, mohon konfirmasi apabila Laporan Aqiqah sudah diterima atau belum sampai di tempat Anda)

Tags: , , , , , ,