Hukum Aqiqah

karena yang terbaik ialah orang yang selalu mensyukuri (7)
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarokatuh

Mudah-mudahan saudara-saudaraku sekalian dalam kondisi sehat & baik hatinya, teguh imannya & baik budinya.

Dalam kesempatan ini akan dibahas informasi seputar hukum aqiqah dan biaya aqiqah, fenomena yang banyak ditanyakan oleh orang yangakan melaksanakan aqiqah terutama untuk dirinya sendiri. Sebelumnya mari kita perhatikan hadist Rasulullah berikut :

Dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” [HR Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad]

Akikah (bahasa Arab: عقيقة, transliterasi: Aqiqah yang artinya memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa si bayi ketika lahir.Adapun maknanya secara syari’at adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan.

Secara umum hukum aqiqah atau pelaksanaan aqiqah dibebankan kepada ayah dari anak yang baru dilahirkan. Karena ayah adalah penanggung nafkah bagi anak. Secara hukum aqiqah adalah sunnah muakkad sebagaimana hadist tersebut di atas.

Aqiqah memiliki beberapa manfaat bagi orang yang melaksanakan maupun bagi orang lain, diantaranya :

  1. Memberikan kabar atau berita baik tentang kelahiran anak kepada sanak saudara, tetangga sekaligus memberikan informasi tentang nasab anak agar tidak terjadi prasangka buruk oleh para tetangga.
  2. Mencerminkan sikap murah hati dan dermawan.
  3. Mengikuti jejak Nabi Ibrahim ketika mau menyembelih anaknya yaitu Ismail namun diganti dengan domba.
  4. Merupakan bentuk atauu wujud pengorbanan kepada Allah Swt seperti yang dilakukan Nabi Ibrahim.
  5. Melepaskan status anak yang tergadai hal ini karena anak yang baru lahir kalau belum di aqiqahi statusnya adalah tergadai. Maka kalau tergadai berarti harus ditebus terlebih dahulu agar bisa mendapatkan manfaatnya.

Aqiqah anak laki dan aqiqah anak perempuan tidak jauh berbeda, namun Rasul memberikan titik terang mengenai jumlah sembelihan hewan aqiqah.

 عن أم كرز قالت سمعت النبي صلى الله عليه وسلم يقول : عن الغلام شاتان وعن الجارية شاة لا يضركم أذكرانا كن أم إناثا

Dari Ummu Kurz ia berkata : Aku mendengar Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam bersabda : ”Untuk seorang anak laki-laki adalah dua ekor kambing dan untuk anak perempuan adalah seekor kambing. Tidak mengapa bagi kalian apakah ia kambing jantan atau betina”.

Dari hadits diatas telah disebutkan bahwa hewan sembelihan aqiqah anak laki adalah dua ekor sedangkan aqiqah anak perempuan seekor. Rasulullah tidak mewajibkan hewan yang disembelih harus jantan atau betina, namun lebih utama jika yang disembelih hewan jantan.

Hukum aqiqah menurut sebagian ulama adalah sunnah. Namun ada beberapa pula yang mewajibkan maupun tidak sepakat dengan adanya aqiqah. Berikut penjelasan hukum aqiqah anak laki & anak perempuan menurut para ahli fiqih :

  1. Hukumnya sunnah. Ulama yang berpendapat demikian diantaranya Imam Malik, ulama madinah, Imam Syafi’i beserta pengikutnya, Imam Ahmad, Ishaq, Abu Tsur dan sebagian besar ulama fiqih dan ijtihad.
  2. Hukumnya wajib. Ulama yang berpendapat demikian adalah Imam Hasa al-Bashri, al-Laits ibn Sa’ad dan lainnya. Dalil yang mendasari pemikiran tersebut adalah hadits yang diriwayatkan oleh al-Hasan dari Samurah ibn Jundab dari Nabi SAW beliau bersabda, “Setiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya”.
  3. Hukum yang ketiga adalah pendapat yang mengingkari disyariatkannya Aqiqah. Ulama yang berpendapat demikian adalah ulama penganut Madzhab Hanafi.

Tags: , , , , , ,