Dalil Aqiqah

Dalil Aqiqah

Assalamu’alaikum teman-teman, oke sekarang kita akan membahas tentang apa itu Dalil Aqiqah dan bagaimana sih dalil Aqiqah yang benar menurut Islam.

Dan sebelum kita membahas tentang dalil Aqiqah tentunya kita akan membahas terlebih dahulu tentang:

  • Pengertian Aqiqah
  • Pelaksanaannya Aqiqah
  • Gimana syaratnya hewan Aqiqah yang sesuai ajaran Islam
  • Kemudian apa saja hukum Aqiqah dan
  • Apa saja keutamaan serta manfaat dari Aqiqah

Lalu baru kita langsung bahas ke dalil Aqiqahnya.

Nahh kenapa sih kita harus bahas tentang pengertian, pelaksanaan, syarat hewannya, kemudian hukum, dan keutamaan serta manfaat dari Aqiqah?

Karena sebelum Anda mengetahui tentang aqiqah Anda harus wajib mengetahui itu semua, karena semuanya itu lebih penting untuk Anda yang akan melaksanakan Aqiqah.

Jangan sampai Anda mau melaksanakan aqiqah tetapi belum tahu tentang dasar-dasar Aqiqah.  

Oke tak usah lama dan panjang lebar mari kita bahas bersama.

Pengertian dan Sejarah Aqiqah

Pengertian Aqiqah berarti memotong atau menyembelih hewan untuk bayi  yang baru lahir, maksudya adalah kita Memotong atau Menyembelih hewan ternak kambing untuk  menebus dosa bayi yang baru lahir tersebut.

Sedangkan sejarah dari Aqiqah sendiri menurut agama Islam dimulai dari zaman sebelum Muhammad diangkat menjadi Nabi atau Rosul oleh Allah S.W.T yaitu pada zaman Jahiliyah atau pra Islam.

Pada zaman tersebut Tradisi seperti  menyembelih dan memotong hewan ternak kambing dan mencukur rambut si  bayi yang baru lahir memang sudah ada pada masyarakat Arab.

Nah tahukah Anda, pada zaman dahulu banyak orang yang melakukan hal tersebut untuk bayinya yang baru lahir itu, terutama untuk mereka yang mempunyai bayi laki-laki.

Nah, cara yang mereka lakukan ialah dengan menyembelih dan memotong hewan kambing, lalu darahnya diambil dan dilumuri di kepala sang bayi tersebut.

Dan yang perlu Anda tau lagi, ada juga yang menyimpulkan  bahwa tradisi seperti ini berakar dari sejarah Qurban Nabi Ibrahim a.s. dan tradisi Aqiqah seperti ini sebenarnya sudah ada sejak zaman Jahiliyah seperti yang saya jelaskan diatas tadi.

Cuma hanya caranya mereka saja yang berbeda, tapi Niat dan Tujuannya sama, yaitu untuk menebus bayi mereka yang baru lahir atau yang masih tergadai.

Pelaksanaan Aqiqah

Banyak orang mengatakan bahwa pelaksanaan Aqiqah  jatuh pada hari ke tujuh, ke empat belas dan ke dua puluh satu setelah bayi dilahirkan.

Tapi dari penjelasan diatas pasti ada yang bertanya, apakah ketika setelah dewasa kita masih boleh untuk Aqiqah diri sendiri? sedangkan dahulu kita waktu masih bayi belum sempat di Aqiqahi oleh orang tua karena keadaan ekonomi ?

Oke,  sebenarnya Aqiqah setelah dewasa itu boleh dengan biayanya sendiri, disini waktu Aqiqah yang tidak diperbolehkan menurut ulama Malikiyah adalah:

  • Pada saat sebelum hari ke tujuh setelah bayi lahir
  • Pada hari ke empat puluh setelah bayi lahir
  • Aqiqah untuk anak usia tiga tahun
  • Aqiqah untuk orang yang sudah meninggal

Dari penjelasan diatas ,maka waktu baik untuk melaksanakan Aqiqah adalah pada hari ke tujuh, empat belas, dan dua puluh satu setelah bayi lahir, bukan sebelum bayi lahir ataupun sebelum hari ke tujuh.

Apabila Anda mempunyai anak yang lahir pada bulan suci Ramadhan dan berkeinginan untuk melaksanakan Aqiqah, itupun juga diperbolehkan. Dan jika Anda mau mengAqiqahi diri sendiri setelah dewasa itu juga diperbolehkan.

Ibadah Aqiqah yang paling utama adalah tergantung dari Niatnya dan Keihklasannya.

Syarat Hewan Aqiqah

Oke.. sekarang kami akan menjelaskan tentang apa saja syarat dari hewan Aqiqah menurut ajaran Islam.

Sebelum Anda melaksanakan Aqiqah Untuk anak tercinta ataupun Aqiqah untuk diri sendiri tentunya Anda harus tau betul apa sih syarat-syarat hewan untuk Aqiqah yang sah?

Sebenarnya syarat hewan kambing untuk Aqiqah tidaklah terlalu sulit ataupun ribet, kita boleh menggunakan hewan kambing ataupun hewan domba asalkan kedua jenis hewan tersebut benar-benar sehat dan memenuhi umur untuk disembelih Aqiqah.

Berikut kami rangkaikan syarat-syarat dari Hewan Aqiqah adalah:

  1. Kambing atau Domba tidak cacat (mata buta, merah, bengkak dan penyakit mata sejenisnya, terus kaki pincang, kemudian tanduk patah dan penyakit fisik lainnya).
  2. Jenis kelaminnya bebas, disini syarat kambing atau Domba untuk aqiqah tidak dilihat dari jenis kelaminnya, yang penting jumlah hewan Aqiqahnya.
  3. Nahh disini jumlah hewan kambing/domba Aqiqah untuk perempuan hanya 1 ekor, sedangkan jumlah hewan kambing/domba untuk laki-laki 2 ekor.
  4. Cukup umur dan layak untuk dijadikan hewan aqiqah, disini umur hewan kambing untuk Aqiqah adalah minimal 1 tahun dan mau masuk 2 tahun, sedangkan umur hewan domba untuk Aqiqah adalah minimal 6 bulan dan mau masuk 7 bulan.
  5. Dan yang terakhir adalah setelah hewan Aqiqah disembelih dagingnya tidak boleh dijual dan harus dibagikan ke yang membutuhkkan.

Apabila Anda masih bingung ataupun ragu untuk memilih hewan Aqiqah kami bisa membantu Anda silahkan kunjungi www.aqiqahberkah.com atau bisa mengetahui lebih lanjut silahkan lihat biodata kami di FB: AqiqahBerkah.com (Aqiqah Berkah) dan instagram kami @aqiqahberkah bisa juga Anda hubungi langsung nomor kontak kami yang ada di website dan biodata kami tersebut.

Hukum Aqiqah

Yuk… sekarang kita ganti membahas tentang Hukum Aqiqah, disini hukum Aqiqah menurut islam adalah Sunnah Muakad.

Yang dimaksud sunnah itu adalah boleh dikerjakan dan boleh tidak dikerjakan, eeiittssss… tapi jangan karena hukum aqiqah sunnah kalian jadi tidak melaksanakan Aqiqah ya?

Jadi ada Hadist yang berbunyi: “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelih pada hari ke tujuh, di cukur, dan diberi nama”

Jadi jika Anda atau anak Anda yang belum melaksanakan Aqiqah segeralah berAqiqah jika sudah ada rezekinya, karena itu juga untuk menebus diri kita ataupun anak kita yang tergadai.

Keutamaan dan Manfaat Aqiqah

Disini ada beberapa Keutamaan dalam Aqiqah menurut islam:

  1. Yang pertama adalah mendapat pahala karena kita sudah melaksanakan sunah yang diajarkan oleh Rosul kepada kita.
  2. Menjauhkan kita dari kotoran serta penyakit yang ada dalam diri kita.
  3. Meningkatkan ibadah kita dan mendekatkan diri kepada Allah S.W.T.
  4. Mendoakan si bayi yang di Aqiqahi agar kelak tumbuh menjadi anak yang berguna bagi semua orang.
  5. Meningkatkan rasa cinta sosial kita atau menjaga tali silaturahmi ke sesama umat muslim dan muslimin.

Oke sekarang beberapa Manfaat dari Aqiqah:

  1. Memberitahu atau menyampaikan berita tentang kelahiran si bayi kepada tetangga ataupun saudara agar tidak terjadi prasangka buruk, baik oleh tetangga atapun saudara.
  2. Menjadikan kita bersifat murah hati dan dermawan sehingga kita nanti akan sedikit demi sedikit menghilangkan rasa kikir, bakhil ataupun pelit kita.
  3. Melepas status si bayi tersebut yang tergadai.
  4. Sebagai penghambat atau pembebas bayi dari gangguan setan, karena banyak orang yang mengatakan bahwa bayi yang baru lahir dan yang masih belum bisa bicara akan sering diganggu oleh mahkluk halus atau bisa di sebut setan/jin.

Pembagian Aqiqah

Yaps, sekarang kita membahas tentang pembagian Aqiqah. Pasti semua orang bertanya, bagaimana caranya kita membagi daging Aqiqah? Apakah sama pembagian daging Aqiqah, daging Qurban dan pembagian zakat ?

Sekarang kita bahas sama-sama,

Pembagian daging Aqiqah disini boleh dibagikan yang masih membutuhkan, seperti fakir miskin, tetangga, kerabat ataupun orang yang membantu persalinan, dan ataupun juga ke Panti Asuhan.

Jadi untuk pembagian daging Aqiqah disini tidak dibatasi  dan kita boleh memakan sendiri daging Aqiqah tersebut, karena kita niatnya adalah berbagi ke sesama umat muslim sekaligus memberi kabar tentang kelahiran sibayi atau si buah hati ayah bunda.

Sedangkan pembagian daging Qurban akan dibagi ke semua tetangga dengan rata tetapi kita tidak boleh memakannya. Nah,  sedangkan pembagian zakat adalah kita membaginya ke orang-orang yang lebih membutuhkan.

Dalil Aqiqah

Dan yang terakhir yang kita bahas adalah tentang Dalil Aqiqah yang benar menurut Islam. Sebenarnya dalil atau hadis tentang Aqiqah menurut islam itu banyak sekali, tapi kami lebih memilih hadist yang ini. Karena menurut kami ini yang sesuai dengan pembahasan kami.

Dalil Aqiqah
Dalil Aqiqah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *