Aqiqah Kambing Jantan

Ustadz kambing yang seharusnya untuk aqiqah itu yang bagaimana ? Apakah harus kambing jantan ?

Sebagian orang yang akan beraqiqah akan bingung menghadapi problema tersebut bila belum mengetahui dasar hukumnya. Pada dasarnya aqiqah adalah sebagai ungkapan rasa syukur atas lahirnya anak ditengah-tengah keluarga. Ungkapan rasa syukur tersebut diwujudkan dengan menyembelih hewan aqiqah dan bersedekah seberat timbangan rambut bayi yang dicukur.

Aqiqah untuk anak laki-laki dianjurkan dengan menyembelih dua ekor kambing, sedangkan untuk anak perempuan dengan satu ekor kambing. Untuk anak laki-laki boleh menyembelih satu ekor kambing aja dengan ketentuan apabila tidak mampu.

Imam Nawawi ra berkata dalam kitabnya, al-Majmu’, “Hewan yang layak atau sah disembelih sebagai hewan aqiqah adalah domba yang dewasa dan kambing dewasa yang sudah memiliki gigi seri (gigi depan).

Kambing pilihan yang akan disembelih haruslah selamat dari cacat. Selain itu usia kambing minimal satu tahun masuk usia dua tahun. Syarat kambing yang disembelih untuk aqiqah sama dengan syarat kambing yang disembelih untuk qurban. Pada saat menyembelih hewan aqiqah hendaknya jangan sampai mematahkan tulang hewan tersebut, atau menyebabkan rusak. Dan daging hewan sembelihan aqiqah tidak boleh dijual.

Terdapat beberapa hikmah disyariatkannya aqiqah antara lain :

  1. Aqiqah itu merupakan suatu pengorbanan yang akan mendekatkan anak kepada Allah sejak awal menghirup udara kehidupan.
  2. Suatu penebusan bagi anak dari berbagai musibah dan kehancuran.
  3. Bayaran utang anak untuk memberikan syafaat kepada kedua orang tuanya.
  4. Sebagai media mengekspresikan rasa gembira dengan melaksanakan syariat islam dan semakin bertambahnya keturunan mukmin yang akan memperbanyak umat Rasulullah Saw di hari kiamat.
  5. Dapat memberikan sumber jaminan sosial dan menghapus gejala kemiskinan di dalam masyarakat.

Jenis kambing yang dijadikan sembelihan aqiqah boleh jenis kambing apa saja, begitu pula jenis kelaminnya boleh kambing jantan maupun kambing betina. Tidak ada ketentuan mendalam tentang hal ini. Yang menjadi ketentuan adalah jumlah kambing untuk aqiqah berbeda antara anak laki-laki dan anak perempuan.

Kifayatul Akhyar juz II hal. 236 :

وَاعْلَمْ أَنَّهُ لاَ فَرْقَ فِي اْلإِجْزَاءِ بَيْنَ اْلأُنْثَى وَالذَّكَرِ إِذَا وُجِدَ السِّنُّ الْمُعْتَبَرُ، نَعَمْ الذَّكَرُ أَفْضَلُ عَلَى الرَّاجِحِ، لأَنَّهُ أَطْيَبُ لَحْماً.

Artinya :
“Ketahuilah, bahwa dalam kebolehan dan keabsahan qurban/aqiqah tidak ada perbedaan antara ternak betina dan ternak jantan apabila umurnya telah mencukupi. Dalam hal ini memang ternak jantan lebih utama dari pada ternak betina karena jantan itu lebih lezat dagingnya”.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu’anha, ia berkata,”Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam pernah menyuruh kami memotong aqiqah 2 ekor kambing untuk anak laki-laki dan sesekor kambing untuk anak perempuan.” (Shahih Ibnu Majah no:2561u Ibnu Majah II : 1056 no : 1163u Tirmidzi III : 35 no : 1549)

Telah berkata Abu Buraidah : Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah bersabda : “Aqiqah itu disembelih pada hari ke tujuhnya, atau ke empat belasnya, atau ke dua puluh satunya. (HR. Baihaqi dan Thabrani)

Telah berkata Anas : Bahwasanya Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam itu pernah mengaqiqahkan untuk dirinya setelah menjadi Rasul. (HR. Baihaqi, Bazzar, Muhammad bin Abdul Malik bin Aiman, Thabrani dan Khallal). Kedua hadits ini seringkali dibuat dalil oleh sebagian ulama atas sunnahnya aqiqah pada selain hari ke tujuhnya.

Hewan sembelihan aqiqah boleh juga diganti dengan sapi maupun unta dengan ketentuan bahwa hewan itu tetap untuk satu anak saja, tidak seperti dalam ketentuan qurban yang membolehkan sapi untuk 7 orang. Namun sebagian ulama berpendapat bahwa aqiqah hanya boleh dengan menggunakan kambing saja, sesuai dalil-dalil yang datang dari Rasulullah.

Tags: , , , , , , , , ,