Aqiqah dan Qurban

Aqiqah dan Qurban

Assalamu’alaikum sahabat Aqiqah Berkah, di artikel Aqiqah Berkah kali ini akan membahas tentang apa sih Aqiqah dan Qurban itu. Baik, kini kami akan mengulas tentang aqiqah dan qurban? dan apa hukumnya Aqiqah dan Qurban itu?. naahh sekarang Aqiqah Berkah akan membahas lebih dalam keduanya, mari kita simak dan baca bersama.

AQIQAH

  1. Pengertian ‘Aqiqah
    Menurut bahasa ‘Aqiqah artinya : memotong. Asalnya dinamakan ‘Aqiqah, karena dipotongnya leher binatang dengan penyembelihan itu.Ada pula yang mengatakan bahwa ‘aqiqah itu asalnya ialah : Rambut yang terdapat pada kepala si bayi ketika ia keluar dari rahim ibu, rambut ini disebut ‘aqiqah, karena ia mesti dicukur.

    Adapun menurut istilah agama, yang dimaksud ‘aqiqah itu ialah: Sembelihan yang disembelih sehubungan dengan kelahiran seorang anak, baik laki-laki ataupun perempuan pada hari ke tujuh, empat belas atau dua puluh satu setelah kelahirannya dengan tujuan semata-mata mencari ridla Allah.

  2. Sejarah ‘Aqiqah
    Syariat ‘aqiqah, yaitu menyembelih 2 ekor kambing jika anaknya laki-laki, dan seekor kambing jika anaknya perempuan, telah dikenal dan biasa dilakukan orang sejak zaman jahiliyah, namun dengan cara yang berbeda dengan yang dituntunkan oleh Nabi SAW bagi ummat Islam.Buraidah berkata : “Dahulu kami di masa jahiliyah apabila salah seorang diantara kami mempunyai anak, ia menyembelih kambing dan melumuri kepalanya dengan darah kambing itu. Maka setelah Allah mendatangkan Islam, kami menyembelih kambing, mencukur (menggundul) kepala si bayi dan melumurinya dengan minyak wangi. [HR. Abu Dawud juz 3, hal. 107]

    Dari ‘Aisyah, ia berkata, “Dahulu orang-orang pada masa jahiliyah apabila mereka ber’aqiqah untuk seorang bayi, mereka melumuri kapas dengan darah ‘aqiqah, lalu ketika mencukur rambut si bayi mereka melumurkan pada kepalanya”. Maka Nabi SAW bersabda, “Gantilah darah itu dengan minyak wangi”. [HR. Ibnu Hibban dengan tartib Ibnu Balban juz 12, hal. 124]

    Tegasnya, Islam sesuai dengan fungsi diturunkannya yaitu sebagai lambang kasih sayang serta memimpin ke arah jalan yang serba positif, maka dalam menghadapi adat-istiadat yang sudah biasa dilaksanakan sekelompok manusia, menempuh tiga macam cara yaitu:

  • Menghapusnya sama sekali, bila didalam adat-istiadat itu mengandung unsur-unsur kemusyrikan yang tidak mungkin diluruskan lagi, maupun hal-hal yang membahayakan keselamatan manusia itu sendiri; baik dari segi aqidah (rohani) maupun bagi tata masyarakatnya.Dalam hal ini Islam tidak dapat mentolerir atau membiarkannya hidup dan bersemi dalam kehidupan ummatnya, karena sesuai dengan kenyataan, bahwa petani yang pandai serta bertanggung jawab terhadap berhasil dan suburnya sang padi, tidak akan membiarkan hidup alang-alang dan rumput-rumput liar yang ada di sekeliling padinya.
  • Sedang bila dalam adat-istiadat tersebut mengandung hal-hal yang bertentangan dengan agama akan tetapi masih dapat diluruskan, maka Islam datang untuk meluruskannya dan kemudian berjalan bersama-sama dengan Islam, sebagaimana masalah ‘aqiqah ini.
  • Adapun adat-istiadat yang tidak mengandung unsur-unsur kemusyrikan dan kedhaliman serta tidak bertentangan dengan agama, maka Islam memelihara dan memberi hak hidup baginya untuk berkembang lebih lanjut dalam masyarakat tersebut tanpa sesuatu perubahanpun.

Aqiqah merupakan ibadah sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan, bagi orang yang mampu. Demikian menurut pendapat sebagian besar ulama. Ketentuan kambing yang disembelih untuk aaqiqah ini sama dengan yang disembelih untuk qurban.

Jika yang disembelih itu domba, maka dianjurkan yang telah berumur tidak kurang dari 6 bulan. Dan jika yang disembelih adalah kambing, maka dianjurkan yang telah berumur tidak kurang ari 1 tahun dan tidak cacat.

Hikmah aqiqah ini, antara lain, adalah sebagai wujud rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Anugerahkan sekaligus untuk mendekatkan anka kepada-Nya sejak awal kehidupannya di dunia ini.

Keutamaan Aqiqah

Aqiqah memiliki keutamaan dan hikmah, di antaranya sebagaimana yang diriwayatkan dari samurah bahwa Nabi SAW bersabda :
“Setiap anak yang baru lahir itu terpelihara dengan aqiqahnya yang disembelih hewan untuknya pada hari ketujuh kelahirannya, ia dicukur dan diberi sebuah nama.”

Berdasarkan keterangan hadist di atas, bahwa pada hakikatnya Allah SWT akan melindungi anak dari segala macam bahaya yang menimpanya dengan aqiqah yang telah diberikan untuk anak.

Sebagaimana kita ketahui bahwa pada usia-usia bayi, anak sangat rentan dari bahaya yang menimpanya, karena pada saat itu daya tahan tubuhnya belum stabil.

Aqiqah dan Qurban, mana yang lebih didahulukan?

Mayoritas ulama berpendapat bahwa akikah maupun qurban hukumnya sunah muakkad (yang sangat ditekankan).

Disebutkan dalam riwayat Muslim dari sahabat Ummu Salamah bahwa Nabi shallallahu “alaihi wasallam bersabda, “Apabila kalian melihat hilal bulan dzulhijah dan kalian hendak berqurban maka jangan menyentuh rambut dan kukunya.”
Kalimat : ‘hendak berqurban’ menunjukkan bahwa qurban hukumnya sunnah dan tidak wajib.

Berdasarkan hal ini, yang terbaik adalah seseornag melaksanakan kedua sunnah tersebut bersamaan. Karena keduanya dianjurkan untuk dilaksanakan.

Jika tidak mampu melakukan keduannya dan waktu aqiqah berbeda di selain hari qurban, maka hendaknya mendahulukan yang lebih awal waktu pelaksanaannya.

Akan tetapi jika aqiqahnya bertepatan dengan hari raya qurban, dan tidak mampu untuk menyembelih dua ekor kambing untuk aqiqah dan satunya untuk qurban, pendapat yang lebih kuat, sebaiknya mengambil pendapat ulama yang membolehkan menggabungkan aqiqah dan qurban. Allahu a’lam.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Aqiqah

  1. Kambing yang akan di sembelih mencapai umur minimal satu tahun dan sehat tanpa cacat sebagaimana persyaratan untuk hewan qurban.
  2. Jika bayi yang dilahirkan laki-laki, dianjurkan untuk menyembelih dua ekor kambing yang sepadan (sama besarnya), sedangkan bayi perempuan disembelihkan satu ekor kambing.

    Hal di atas berlaku untuk orang yang dikaruniai rizqi yang cukup oleh Allah SWT. Sedangkan orang yang kemampuannya terbatas, diperbolehkan untuk meng’aqiqahi anak laki-laki maupun anak perempuan dengan satu ekor kambing.

  3. Dianjurkan agar ‘aqiqah itu disembelih atas nama anak yang dilahirkan
  4. Adapun daging aqiqah tersebut selain dimakan oleh keluarga sendiri, juga disedekahkan dan dihadiahkan.
  5. Disukai untuk memberi nama anak pada hari ketujuh dengan memilihkannya nama-nama yang baik, lalu mencukur rambutnya, kemudian bersedekah senilai harga emas atau perak yang setimbang dengan berat rambutnya.

QURBAN

Dzulhijjah merupakan bulan yang sangat istimewa dan penuh makna. Sebuah riwayat menyatakan bahwa “Tidak ada suatu hari yang bila beribadah di dalamnya lebih disukai oleh Allah dibandingkan dengan sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah.” (Riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Di zona nol magnetik sana, tanah suci (Mekkah), tamu-tamu Allah berkumpul melaksanakan ibadah haji. Kalimat talbiyah pun bergema menyambut seruan Allah Swt. untuk mendekat kepadanya.

Sementara hambanya yang lain di tanah air, mencoba mendekat, menghampiri dan meraih cinta-Nya dengan berqurban. Qurban merupakan salah satu ibadah yang disyariatkan oleh Allah sebagai sarana untuk mendekat kepadanya.

Oleh karena itulah kenapa kata qurban yang berasal dari qaruba yaqrubu qurban wa qurbanan sering kita maknai sebagai mendekat atau pendekatan. Sementara menurut istilah qurban berarti melakukan ibadah penyembelihan binatang dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah.

Ibadah qurban merupakan pendidikan keikhlasan dalam beramal. Seorang Muslim yang berqurban pada setiap tahunnya berarti ia telah melakukan sebuah latihan beramal yang diliputi oleh rasa ikhlas.

Ikhlas dalam beramal merupakan salah satu kunci dalam beribadah qurban, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabiullah Ibrahim a.s.

  1. Apa Hukumnya Berqurban?
    Sunnah Muakkad (sangat dianjurkan) Kebanyakan Ulama mengatakan bahwa hukum berqurban adalah sunnah muakkad (sangat dianjurkan).

    Maksudnya orang yang belum mampu berqurban tidaklah berdosa. Tapi bagi orang yang mampu, makruh (dibenci) hukumnya bila tidak berqurban.

    Wajib
    Pendapat ini adalah pendapat madzhab Hanafi berdasarkan dalil sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah saw.bersabda, “Siapa yang memiliki kelapangan tapi tidak menyembelih qurban, janganlah mendekati tempat shalat kami.” (Riwayat Ahmad, Ibnu Majah dan al-Hakim menshahihkannya). Isyarat Qurban dari kisah Ibrahim a.s.

  2. Ada beberapa hal yang sangat menarik untuk kita garis-bawahi dari kisah Ibrahim dan anaknya Isma’il:
  1. Ajaran berqurban datangnya dari Allah SWT, sebuah ajaran yang agung, yang membuktikan kedekatan sang hamba kepada Rab-nya, sebuah proses pendakian yang suci menuju Allah Yang Maha Agung
  2. Kepribadian Nabi Ibrahim yang demikian total menunjukkan ketaatannya kepada Allah
  3. Kepribadian Nabi Ismail yang memahami keagungan perintah Allah
  4. Hakikat “qurban” merupakan salah satu ujian dari Allah, yang dengannya setiap mu’min bisa mengukur hakikat keimanannya, hakikat ketaatannya kepada perintah Allah, hakikat kedekatannya kepada Allah.
  5. Pahala Bagi Orang yang Berqurban
    Zaid bin Arqam bertanya kepada Rasulullah saw. “Apakah yang kita peroleh dari berqurban? “Rasulullah menjawab, “Sesungguhnya pada setiap bulu yang menempel di kulitnya terdapat kebaikan.” (Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah)
  6. Fungsi Berqurban
    – Merupakan realisasi takwa
    – Untuk mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah
    – Untuk mengenang nabi Ibrahim a.s
  7. Macam-macam Binatang Qurban
    Hewan yang dapat dipakai untuk qurban adalah binatang ternak yaitu; unta, sapi, dan kambing. Hewan jantan lebih utama dari hewan betina, sebagaimana hewan yang tidak dikebiri lebih utama dari hewan yang dikebiri.Kriteria Binatang Qurban
  • Binatang hendaknya dipilih yang baik
  • Nabi lebih mengutamakan kambing yang besar, gemuk, dan bertanduk.
  • Ada empat macam cacat pada binatang yang menyebabkan tidak terpenuhinya syarat untuk berqurban, yaitu:
    1) hewan yang buta,
    2) hewan yang sakit,
    3) pincang,
    4) kurus kering tidak berdaging.
  • Binatang yang akan disembelih hendaknya telah cukup umur (5 tahun untuk unta, 2 tahun untuk sapi, dan 1 tahun untuk kambing)


Jumlah Hewan Qurban

  • Seseorang telah dianggap cukup melakukan ibadah qurban dengan menyembelih seekor kambing
  • Untuk unta, sapi atau kerbau, satu ekornya dapat dipakai untuk tujuh orang Seekor unta juga boleh untuk sepuluh orang
  • Satu ekor kambing juga boleh untuk satu keluarga

Waktu Penyembalihan

  • Penyembelihan dilakukan pada hari raya ‘Idul Adha setelah selesai shalat ‘Ied (10 Dzulhijjah)
  • Dapat juga dilakukan pada hari tasyriq (tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah)

Orang yang berhak menyembellih hewan Qurban

  • Yang melakukan penyembelihan hewan qurban diutamakan dilakukan oleh orang yang berqurban (shahibul qurban)
  • Apabila shahibul qurban berhalangan, maka boleh diwakilkan kepada tukang sembelih
  • Apabila shahibul qurban berhalangan untuk menyembelih, dianjurkan untuk menyaksikan penyembelihan
  • Penyembelih itu hendaknya orang muslim dan sudah akil baligh, baik laki-laki maupun perempuan.

Syarat dan Adab Penyembelihan

  • Menyembelih hewan harus dilakukan dengan alat yang tajam yang dapat mengalirkan darah
  • Tidak boleh menyembelih hewan dengan gigi atau kuku
  • Sasaran yang dipotong adalah dua urat nadi yang ada di leher, tenggorokan dan kerong-kongan, agar binatang yang disembelih cepat mati
  • Bila hewan itu menjadi buas atau bersembunyi, maka diperbolehkan mengembelihnya dengan benda tajam yang dapat mematikan
  • Hewan yang disembelih hendaknya dihadapkan ke arah kiblat
  • Ketika menyembelih hewan hendaknya membaca basmalah dan takbir

Pembagian Daging Qurban

  • Daging qurban itu untuk tiga orang, yaitu; 1) shahibul qurban,
    2) fakir miskin,
    3) Sahabat, kolega, atau kenalan
  • Daging qurban tidak boleh diberikan sebagai upah, baik untuk si pemotong atau pun ‘amilnya. Begitu juga kulit, kepala, atau apapun dari tubuh hewan qurban.
    Upah sebaiknya diambilkan dari selain bagian hewan qurban, yaitu harta yang lain selain hewan qurban tersebut.
  • Shaibul qurban tidak boleh mengambil bagian daging qurban yang baik dan mensedekahkan yang buruk untuk orang lain.
  • Hendaknya membagikan daging qurban dalam keadaan mentah dan belum dimasak
  • Tidak ada larangan bagi non muslim untuk diberi daging qurban.

Nah mungkin itulah yang dapat kami sampaikan mengenai Qurban dan Aqiqah. Semoga apa yang kami sampaikan di atas tersebut berguna dan bermanfaat bagi anda semuanya. Amiinnnn….

Jika anda akan melakukan aqiqah, tasyakuran ataupun acara lainnya serta pemesanan hewan qurban Aqiqah Berkah siap melayani anda dengan sepenuh hati.

Paket Masakan Aqiqah dan Catering

Paket Kambing Guling Aqiqah Berkah

Penyaluran Paket Aqiqah Berkah

Hewan Qurban Aqiqah Berkah

Kambing Qurban Aqiqah Berkah

Sapi Qurban Aqiqah Berkah

Pembagian Daging Qurban Aqiqah Berkah

Pembagian Daging Qurban Aqiqah Berkah

Untuk Informasi dan Pemesanan bisa Menghubungi :

WA : +62813 3568 0602

TELPON/SMS : 0857 4962 2504

Kantor Aqiqah BerkahKantor Pusat Nganjuk
Gedung Pusat Aqiqah & Qurban
Jl. Punto Dewo Baron Timur RT01 / RW01
Baron, Nganjuk, Jawa Timur

KANTOR CABANG
Jombang: Jl. Gubernur Suryo No 32 Jombang
Kediri: Jl DR. Saharjo no 130 Ds. Campurrejo Kec. Mojoroto Kediri
Tulungagung: Jl. Mastrip 44 Beji, Boyolangu – Tulungagung
Madiun: Jl. Sutoyo RT11 / RW02 Kaibon Kec. Geger, Kab. Madiun

-_-Aqiqah Berkah Siap membantu Anda dalam Qurban atau Aqiqah-_-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *