Ternak Domba Pedaging

Ternak Domba Pedaging

Hello para sahabat Aqiqah Berkah. Nah, kali ini kami mau membahas mengenai Ternak domba Pedaging. Para sahabat yang ingin membeli kambing untuk aqiqah bisa menghubungi Aqiqah Berkah. Kami menyediakan kambing yang berkualitas dan terbaik. Di ambil dari kandang sendiri. Harga-harga kambing terupdate sebagai berikut. Disimak ya sahabat…..

ca. 2004, New Zealand, Pacific --- Flock of sheep, New Zealand, Pacific --- Image by © Mula Eshet/Robert Harding World Imagery/Corbis

Domba dan kambing sebenarnya merupakan hewan yang serupa tetapi tidak sama. Perbedaan terletak pada penampakan tubuhnya dan sifat-sifatnya. Berdasarkan kedua perbedaan tersebut, maka kedua hewan ruminansia kecil ini dibedakan menjadi domba dan kambing. Berdasarkan penampakan tubuh luarnya, domba memiliki tubuh lebih bulat, sedangkan pada kambing tubuhnya lebih ramping.

Domba memiliki bulu yang tebal, sedangkan pada kambing bulunya lebih tipis dan halus sehingga apabila dilihat sepintas nampak tidak berbulu. Domba paa umumnya memiliki tanduk yang berbentuk segitiga, membelit, atau spiral, sedangkan pada kambing tanduknya berbentuk pipih. Bangsa domba umumnya tidak berjenggot, sedangkan kambing pada umumnya berjenggot.

Berdasarkan sifat-sifat nya, domba memiliki sifat lebih suka hidup bersama atau berkelompok dan tidak bersifat liar. Hal ini berlainan dengan ternak kambing yang lebih suka hidup bebas dan bersifat liar walaupun mudah dijinakkan. Kambing akan mudah menjadi liar kembali apabila mendapat kesempatan hidup bebas. Kambing mempunyai kemampuan membela diri dan suka berkelahi sehingga seringkali dijadikan hewan aduan.

Beternak domba merupakan salah satu usaha yang dapat diandalkan untuk meningkatkan kehidupan peternak karena keunggulannya. Akan tetapi, sebelum mempelajari tentang beternak domba hendaknya perlu diketahui terlebih dahulu mengenai sejarah domba atau asal-usul ternak domba, prospek dan keunggulan ternak domba di Indonesia.

Sejarah Domba Sebagai Ternak
Untuk mengetahui asal-usul domba yang kini dipelihara di berbagai penjuru dunia, termasuk di Indonesia tidaklah mudah. Hal tersebut dikarenakan jumlah dan jenis domba yang diternakkan sangat banyak. Namun, para ahli menduga bahwa semua domba yang ada sekarang berasal dari domba primitif yang masih liar. Domba liar tersebut digolongkan menjadi golongan berikut.

  1. Ovis musimon, yang hidupnya liar di Eropa Selatan dan Asia Kecil. Domba ini termasuk kelompok domba liar yang berbadan kecil.
  2. Ovis ammon, yakni yang berasal dari Asia Tengah. Kelompok ini termasuk domba yang berbadan besar dan tinggi.
  3. Ovis vignei, juga berasal dari Asia.

Dari ketiga kelompok domba liar tersebut, akhirnya berkembangbiak menjadi beratus-ratus bangsa domba piaraan. Penjinakan dan domestikasi domba oleh manusia diduga lebih dahulu daripada sapi.

Usaha dan Prospek Ternak Domba di Indonesia
Ternak domba di Indonesia kebanyakan diusahakan oleh petani ternak di daerah pedesaan. Domba yang diusahakan umumnya dalam jumlah kecil, 3-5 ekor per keluarga, dipelihara secara tradisional dan merupakan bagian dari usaha tani sehingga tingkat pendapatan yang diperolehpun sangat kecil. Kebanyakan petani ternak memelihara domba dengan sistem sederhana, perkandangan sederhana, penyediaan pakan terbatas yang mengandalkan alam sekitar atau setengah digembalakan, dan tanpa ada pemilihan bibit secara terarah. Kesemuannya ini merupakan ciri-ciri sistem pemeliharaan tradisional.

Menurut hasil penelitian, dengan pemeliharaan yang sederhana hanya dapat memberikan pertambahan berat badan rataan 20-30 g/hari. Namun, dengan pemeliharaan secara intensif ternak domba tersebut akan dapat memberikan berat badan rataan 50-150 g/hari. Hal ini membuktikan bahwa sistem pemeliharaan berpengaruh besar terhadap produktivitas dan pengembangan usaha ternak.

Walaupun di negara-negara maju, seperti Australia dan Eropa, ternak domba itu memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi karena domba menghasilkan wol dan daging di Indonesia lazimnya diusahakan sebagai penghasil daging semata.

Namun demikian, pengusahaan domba di Indonesia memiliki prospek cerah, mengingat keuntungannya sebagai berikut.

  1. Daging domba seperti halnya daging ayam, dapat diterima oleh berbagai lapisan masyarakat, agama, dan kepercayaan di Indonesia. Hal ini berbeda dengan daging babi dan sapi.
  2. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan pendapat yang cukup akan mendorong penduduk untuk memenuhi gizi, khususnya protein hewani.

Untuk keperluan tersebut diperlukan pemotongan ternak terus-menerus, termasuk domba. Sebab ternak potong, seperti sapi dan kerbau sebagai penghasil daging, sampai saat ini dirasa belum mencukupi. Disamping itu, selera konsumen untuk menikmati kelezatan daging domba dalam bentuk satai atau gulai cukup besar. Berdasarkan hal tersebut maka para peternak bisa tetap optimis karena peluang pasar akan semakin meningkat. Dengan demikian usaha ternak domba memiliki hari depan yang lebih baik.

Keuntungan Beternak Domba
Selama ini domba kurang dikenal dibandingkan dengan kambing baik dalam konsumsi daging maupun dalam cara beternaknya. Hal tersebut dikarenakan adanya perbedaan antara ternak kambing dan domba di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Ternak domba suka hidup berkelompok sehingga lebih mudah dalam pengembalaannya, sedangkan kambing adalah hewan pegunungan yang kurang suka hidup bersama.
  2. Domba berbulu tebal, sedangkan kambing berbulu tipis.
  3. Penampang tanduk domba berbentuk segitiga, membelit atau berbentuk spiral, sedangkan tanduk kambing pipih dan tumbuh kurang subur.
  4. Domba memiliki glandula suborbitalis atau kelenjar yang mengeluarkan cairan dimata bagian bawah dan glandula intergigitalis di celah kuku yang mengeluarkan sekresi semacam minyak yang berbau khas. Dalam kondisi tersebut, apabila domba terpisah dari kawan-kawannya dengan mudah mendapatkan kawannya kembali.
  5. Domba lebih tahan haus daripada kambing karena domba berbulu tebal sehingga membantu untuk menahan penguapan air dari tubuhnya.

Dari perbedaan tersebut dapat disimpulkan bahwa ternak domba juga dapat memberikan sumbangan besar di antaranya sebagai berikut.

  1. Domba sudah beradaptasi terhadap berbagai lingkungan walaupun Indonesia terletak di daerah tropis. Kondisi yang relatif panas ini tidak menjadi penghalang pengembangan ternak domba. Hal itu dikarenakan tubuh domba yang hampir seluruhnya tertutup bulu tebal ini akan menahan penguapan lewat permukaan kulit sehingga membuat domba tidak banyak memerlukan air minum. Keperluan air dalam tubuh cukup dipenuhi dari kandungan air dalam pakan yang berupa hijauan.
  2. Domba memiliki sifat suka hidup berkelompok sehingga pada saat digembalakan tak akan saling terpisah jauh dari kelompoknya.
  3. Domba cepat berkembangbiak karena dalam kurun waktu 2 tahun dapat beranak 3 kali, sekali beranak dapat sampai 2 ekor.
  4. Hasil ikutannya berupa pupuk sangat membantu usaha pertanian sebab unsur-unsur yang terdapat di dalamnya banyak diperlukan tanaman dan penting artinya bagi pengawetan tanah.
  5. Modal kecil karena dengan modal yang kecil usaha ternak domba bisa jalan. Hal itu disebabkan domba dapat diusahakan dengan kandang yang sederhana dan pakannya berupa hijauan yang mudah didapat dari lingkungan sekitar.
  6. Ternak domba juga dapat digunakan sebagai tabungan, misalnya di musim panen petani dapat membeli domba dalam jumlah besar dan pada masa paceklik domba tersebut dapat dengan mudah bisa dijual di pasar.
  7. Dagingnya merupakan salah satu sumber protein hewani yang sangat penting untuk pemenuhan gizi manusia dan cukup disukai konsumen.
  8. Kulit domba merupakan nilai tambah karena dapat dijual dengan harga yang tinggi.

Semua keuntungan tersebut dapat diperoleh, apabila semua tata laksana beternak domba dijalankan secara intensif. Alasan utamanya dikarenakan iklim di Indonesia dapat memperlambat laju metabolisme.

Mengenal Tipe dan Bangsa Domba
Dewasa ini dikenal beberapa tipe dan bangsa-bangsa domba dari penjuru dunia, terutama yang berasal dari daratan Eropa dan sekitarnya. Sebagai peternak yang telah maju pasti akan memilih tipe dan bangsa domba sesuai tujuannya sebab masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Sehubungan dengan hal tersebut, berikut ini akan diketengahkan mengenai tipe dan bangsa-bangsa domba, baik lokal maupun yang berasal dari luar negeri.

Tipe Domba
Peternak yang telah maju pasti akan selalu memilih tipe ataupun bangsa domba yang akan diternakkan. Di berbagai negara yang telah maju ternak domba diusahakan secara besar-besaran dan para peternaknya dengan mudah dapat memilih tipe-tipe domba yang diinginkan.

Secara umum, ternak domba dikelompokkan menjadi domba tipe potong, wol dan dual purpose, yakni sebagai penghasil daging dan sekaligus penghasil wol.

1. Domba Tipe Potong
Kelompok domba tipe potong atau pedaging memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
a. Bentuk badan bulat, dada lebar dan dalam, leher pendek, garis punggung dan pinggang lurus.
b. Kaki pendek, seluruh tubuh berurat daging yang padat.
Termasuk domba tipe pedaging antara lain southdown, hampshire, dan oxford.

2. Domba Tipe Wol
Kelompok domba tipe wol memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
a. Bertubuh ringan, kaki halus dan ringan, berdaging tipis, serta berperilaku lincah dan aktif.
b. Antara permukaan daging dan kulit agak longgar dan berlipat-lipat.

Termasuk domba tipe wol antara lain merino, rambouillet, dorset, dan suffolk. Domba asli Indonesia belum dapat dikelompokkan dalam salah satu tipe yang ideal dari kedua tipe tersebut. Namun demikian, domba-domba di Indonesia umumnya mengarah kepada tipe wol sampai saat ini belum diamati oleh peternak di Indonesia. Disamping itu, pemasaran wol di indonesia belum ramai karena iklim Indonesia kurang sesuai untuk pemakaian wol, dan teknologi prosesing wol yang belum mendapat prioritas dari para pengusaha. Konsumen domba di Indonesia lebih mengarah ke arah konsumsi daging, berupa sate.

Munculnya warung-warung dan rumah makan yang menyediakan menu sate, mengakibatkan dunia pasar domba tidak pernah sepi pembeli. Apalagi menjelang hari raya qurban bagi umat Islam, permintaan konsumen dapat melonjak dua kali lipat.

Bangsa domba
Bangsa Domba dapat dibedakan menjadi bangsa domba Indonesia dan Domba luar negeri.

  1. Domba asli indonesia
    Bangsa domba asli indonesia juga disebut domba kampung atau domba lokal. Berikut ini ciri-ciri domba asli Indonesia.
    – Berbadan kecil, lambat dewasa.
    – Warna bulu dan tanda-tanda lain tidak seragam.
    – Hasil karkas rendah.
  2. Domba ekor gemuk
    Domba ekor gemuk banyak terdapat di Jawa Timur, Madura, Lombok dan Sulawesi. Domba ini dibawa ke Indonesia oleh pedagang Arab pada abad ke-19. Ciri-ciri yang dimiliki domba ekor gemuk adalah sebagai berikut.
    – Bentuk badan besar, bobot domba jantan mencapai 50 kg dan domba betina 40 kg.
    – Domba jantan bertanduk, tetapi domba betina tidak bertanduk.
    – Ekor panjang, pada bagian pangkalnya besar dan menimbun lemak yang banyak, ujung ekornya kecil tak berlemak.
  3. Domba priangan
    Domba ini juga dikenal sebagai domba garut, yang diperkirakan merupakan hasil persilangan segitiga antara domba asli, merino, dan ekor gemuk dari Afrika selatan. Ciri-ciri domba priangan adalah sebagai berikut.
    – Berdasarkan besar dan lebar serta leher kuat sehingga dapat digunakan sebagai domba aduan. Bobot domba jantan mencapai 60 kg dan domba betina 35 kg.
    – Domba jantan bertanduk besar dan melengkung ke belakang berbentuk spiral. Bagian pangkal tanduk kanan dan kiri hampir bersatu. Domba betina tidak bertanduk.
    – Berbulu lebih panjang dari pada domba asli. Warna bulu beragam, ada yang putih hitam dan coklat atau warna campuran.

Bangsa domba luar negeri
Ada beberapa domba luar negeri yang pernah didatangkan ke Indonesia. Berikut ini beberapa bangsa domba dari luar negeri yang perlu dikenal karena kelebihannya.

  1. Domba merino
    Asal : Asia kecil. Domba ini berkembang di Spanyol kemudian menyebar ke Inggris dan Australia.
    Tipe : Penghasil wol yang berkualitas baik.
    Ciri-ciri :
    – Seluruh badan tertutup wol yang cukup tebal dan merata.
    – Domba jantan bertanduk besar dan membelit, tetapi domba betina tidak bertanduk.
    – Tubuh besar, yang jantan dapat mencapai bobot 70 kg dan domba betina 45 kg.
  2. Domba rambouillet
    Asal : Domba merino yang telah lama diternakkan di Perancis dan telah beradaptasi dengan baik serta telah mengalami perubahan bentuk. Disebut juga merino perancis.
    Tipe : dwiguna.
    Ciri-ciri :
    – Badan besar, dalam, lebar, dan padat, tulang-tulangnya kuat.
    – Kepala tegak.
    – Domba jantan bertanduk besar, tetapi domba betina tidak bertanduk.
  3. Domba southdown
    Asal : Inggris
    Tipe : penghasil daging
    Ciri-ciri :
    – Tubuh kecil, lebar, dan dalam, bentuk bulat, daging padat, kaki pendek.
    – Garis punggung lurus, leher pendek dan tebal.
    – Telinga pendek dan ujungnya bulat.
    – Kepala dengan mudah bisa dibedakan dengan yang lain karena telinga pendek dan kecil, tidak bertanduk.

Beternak domba akan menjadi lebih mudah jika peternak melakukan tata laksananya dengan tepat, baik dalam perawatan, pemeliharaan, maupun pengembangbiakkan. Sayangnya, tata laksana yang tepat terkadang tidak menjanjikan kesuksesan dalam beternak. Masalah ini dapat diatasi dengan melakukan teknik-teknik yang lebih spesifik.

Tips Memilih kambing yang Sehat :

  1. Hewan aqiqah harus cukup umur. Untuk kambing, umur ideal dijadikan hewan aqiqah adalah 12 – 18 bulan. Untuk mengetahuinya, bisa dilihat dari catatan kelahiran atau gigi susu yang dimiliki kambing. Bila gigi susu telah tanggal, kambing tersebut sudah cukup umur.
  2. Amati aktivitas si kambing. Bila pergerakannya aktif saat didekati, kambing tersebut sehat. Selain itu, kambing yang sehat memiliki selera makan yang baik.
  3. Memiliki bulu yang halus, mengilap, tidak rontok, tidak ada perubahan warna, dan tidak dihinggapi parasit kulit.
  4. Matanya bersinar jernih, terbuka penuh, pupil bereaksi cepat, tidak keluar air, tidak berwarna merah, dan selaput lendir kelopak mata bagian dalam berwarna merah terang. Hindari membeli kambing yang matanya berwarna keruh. Ciri ini menandakan kambing tersebut sedang sakit.
  5. Bentuk tubuhnya standart dan tidak cacat.
  6. Perhatikan mulutnya. Jika sering mengeluarkan banyak air liur dan terdapat bintil-bintil merah di dalam mulutnya, berarti kambing tersebut sedang sakit.
  7. Perhatikan kondisi fisik lainnya, seperti hidung, mulut, kuku, kulit,bulu ekor, dan bagian dubur hewan tersebut. Pastikan semua dalam kondisi baik dan bersih.
  8. Hati-hati ketika membeli kambing saat musim hujan. Pasalnya, pada musim hujan, kambing rawan mengalami diare atau cacingan.

Nah mungkin uraian di atas bisa menjadi patokan anda untuk membeli kambing atau domba yang berkualitas. Jadi sebelum membeli kita liat dulu kambing atau domba yang akan kita beli, sehat ataukah tidak. jika membeli kambing atau domba haruslah sangat berhati-hati. Tapi para sahabat tidak perlu kawatir untuk membeli kambing atau domba, di Aqiqah Berkah tempatnya kambing atau domba yang berkualitas, sehat, tidak cacat dan terbaik. Dan di ambil dari kandang sendiri, hasil peternakan sendiri. Harga kambing akikah di Aqiqah Berkah lebih terjangkau, apabila dibandingakan dengan yang lainnya. Untuk informasi dan pemesanan anda bisa menghubungi nomor di bawah ini.

kambing aqiqah
Informasi dan Pemesanan :

WA : +6281335680602
BBM : 7C0B38CE
TELPON/SMS : 085749622504

-_-Aqiqah Berkah Siap membantu Anda dalam Qurban atau Aqiqah-_-

Tags: , , , , , ,