Rumah Qurban

Rumah Qurban

Haiiii sahabat Aqiqah Berkah, Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kita tetap di beri kesehatan sampai sekarang ini. Baik, kini kami akan mengulas tentang Rumah Qurban. Cekidot……

kambing-kacang
Hukum dan Adab Berqurban
Dalam Islam, ibadah qurban memiliki kedudukan yang agung. Ibadah qurban termasuk syi’ar-syi’ar agama ini. Dia juga termasuk jenis ibadah agung yang berkait dengan harta. Dengannya, seorang hamba bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Banyak ayat dan hadits yang menjelaskan tentang syari’at ini. Kami akan mencoba menjelaskan beberapa hal yang berkait dengan ibadah ini melalui point-point berikut.

1. Pengertian Udh-h h h iyah (Hewan Qurban)
Udh-hiyah adalah istilah untuk binatang yang disembelih pada hari raya ‘Idul Adh-hâ dan hari-hari tasyrîq (11-13 Dzulhijjah, red) dalam rangka beribadah kepada Allah k berupa sapi, kambing atau unta. Berqurban ini termasuk syari’at Allah SWT. Diantara dalil yang menunjukkan pensyari’atannya, firman Allah SWT :
“Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berqurbanlah”. (Qs al-Kautsar/108:2)

Juga Firman Allah SWT :
Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; Dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”. (Qs al An’âm/6:162-163)

Dalil yang berasal dari Sunnah yaitu hadist yang diriwayatkan oleh Annas r.a beliau mengatakan :
“Rasulullah SAW berqurban dengan dua ekor kambing yang bulunya didominasi warna putih dan bertanduk. Beliau menyembelihnya dengan tangan beliau sendiri. Beliau membaca basmallah, bertakdir dan memposisikan kaki beliau di bagian leher kambing. (HR. Al-Bukhari 6/237).

Berdasarkan dalil-dalil ini, seluruh ulama kaum muslimin sepakat mengatakan bahwa ibadah ini disyariatkan, karena Nabi SAW juga senantiasa melakukannya.

Hikmah Ibadah Qurban

  1. Sebagai ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ibadah qurban ini termasuk ibadah agung yang bisa mendekatkan seseorang kepada Rabb. Allah SWT berfirman :
    “Katakanlah : ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah. Rabb semesta alam (QS. Al-An’am /6:162)
    Yang dimaksud dengan kalimat nusuki yaitu penyembelihan binatang qurban dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  2. Berqurban berarti menghidupkan sunnah imam para ahli tauhid yaitu Nabi Ibrahim a.s. Karena Allah SWT telah memberikan wahyu kepada beliau untuk menyembelih anaknya Ismail a.s. Kemudian, Allah SWT menebusnya dengan seekor kambing dan selanjutnya beliau menyembelih kambing tersebut. Allah SWT berfirman :
    “Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar”. (QS. Ash-Shaffat/ 37:107)
  3. Sebagai wujud syukur kepada Allah SWT yang telah menundukkan binatang ternak dan menyediakannya bagi kita sekalian. Allah SWT berfirman :
    “Demikianlah Kami telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur. Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketaqwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah, Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-Hajj/22 : 36-37).
  4. Berbagi dengan orang-orang fakir di hari yang mulia ini, hari raya Idul Adh-ha.

Hukum Berqurban
Para ulama telah bersepakat bahwa berqurban itu disyariatkan. Perbedaan pendapat di antara mereka berkait tentang hukumnya secara terperinci.

1. Pendapat yang mengatakan wajib. Ada beberapa dalil yang dijadikan landasan oleh para ulama yang menyatakan hukumnya wajib. Berikut ini adalah dalil-dalil mereka.

– Hadist Abu Hurairah r.a, beliau berkata :
“Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa yang memiliki kemampuan (keluasan rizki) dan tidak menyembelih, maka jangan dekati tempat shalat kami.” (Shahibul Jami, no. 6490).
Alasan mereka, larangan mendekati tempat shalat yang bersumber dari Rasulullah SAW bagi orang-orang yang mampu tapi tidak berqurban menunjukkan bahwa orang itu telah meninggalkan suatu perkara yang wajib. Karena dia telah meninggalkan suatu yang wajib, maka seakan-akan tidak ada gunanya dia mendekati tempat shalat ‘Id.

– Hadits Jundab bin ‘Abdillah bin Sufyân al-Bajali z , beliau berkata: “Aku menyaksikan Nabi SAW pada hari Nahr (‘Id Al Adh-ha), beliau bersabda: “Barangsiapa yang menyembelih (hewan qurbannya) sebelum shalat, hendaknya menyembelih (hewan qurban lagi) sebagai penggantinya. Dan barangsiapa yang belum menyembelih, maka sembelihlah dengan nama Allah.” (Muttafaqun ‘alaih).
Perintah dalam hadits ini menunjukkan wajib.

– Sabda Rasulullah n saat wukuf di padang ‘Arafah : Wahai sekalian manusia, sesungguhnya di setiap tahun wajib bagi setiap keluarga untuk berqurban dan ‘atîrah.” Beliau berkata,”Tahukah kalian, apakah ‘atîrah itu? Yaitu yang kalian namakan Rajabiyah (Shahîh at-Tirmidzi, no. 1225)

Dalam kitab Gharîbul Hadîts, Abu Ubaidt mengatakan : ‘Atîrah adalahsebutan bagi hewan yang disembeih pada masa Jahiliyah dalam rangka beribadah, kemudian ajaran ini dihapus oleh Islam.
Ibnul Atsîr t menjelaskan : “(Budaya) atîrah sudah dihapus. Kejadian itu berlangsung pada masa-masa awal Islam.” (Jâmi’ul Ushûl 3/317)

2. Pendapat yang menyatakan hukumnya mustahab (sunnat). Para Ulama yang menyatakan hukumnya mustahab (sunnat) berdalil dengan sabda Rasulullah SAW berikut : ”Jika telah masuk sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dan salah seorang dari kalian ingin menyembelih qurban, maka jangan memotong sedikit pun dari rambut dan kukunya.” (HR Muslim, no. 1977)

Mereka mengatakan, hadits ini memuat dalil yang menunjukkan berqurban itu tidak wajib. Seandainya berqurban itu wajib, Rasulullah SAW tidak akan bersabda : “… lalu salah seorang dari kalian ingin menyembelih qurban,….”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan : “Zhahirnya (Secara tekstual) wajib. Orang yang mampu namun tidak melakukannya, maka dia berdosa. Karena Allah SWT menyebutkannya beriringan dengan perintah shalat dalam firman-Nya : “Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berkurbanlah. (Qs al-Kautsar/108:2).

Dan firman-Nya : “Katakanlah:”Sesungguhnya shalatku, ibadahku,… (Qs al An’âm/6:162)

Allah SWT memperlihatkan dan mengulanginya dengan menyebutkan hukum, kegunaan dan manfaatnya dalam surat al-Hajj. Sesuatu yang keadaannya seperti ini mestinya bersifat wajib dan menjadi wajib bagi yang mampu.

Kemudian beliau melanjutkan : “Orang yang tidak mewajibkan, tidak memiliki nash (dalam hal ini). Landasan merekahanyalah adalah sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa yang ingin berqurban …”

Mereka menyatakan : ‘Suatu yang wajib, tidak dikaitkan dengan “keinginan (atau tidak ingin)”. Ini merupakan pernyataan yang bersifat global. Memang suatu yang wajib tidak diserahkan kepada kehendak hamba, sehingga dikatakan ‘Jika kamu mau, lakukanlah !’. Namun, terkadang disandarkan pada syarat untuk menjelaskan kedudukan hukumnya, seperti firman Allah SWT : “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki,. (Qs al-Mâidah/5:6).

Mereka memaknainya : Jika kalian ingin melaksanakan, … Padahal thaharah (bersuci) hukumnya wajib.

Allah SWT juga berfirman : “Al-Qur‘ân itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam, (yaitu) bagi siapa di antara kamu yang ingin menempuh jalan yang lurus. (Qs at-Takwîr/81:27-28).

Berkeinginan untuk istiqamah hukumnya juga wajib. Dan juga, berqurban tidak wajib atas
setiap orang, tapi wajib atas yang mampu saja. (Majmu’ Fatawa 23/172-173)

Jenis Hewan Qurban Terbaik
Para Ulama sepakat bahwa hewan yang bisa dijadikan qurban hanyalah binatang ternak yang terdiri dari sapi, kambing dan unta. Allah SWT berfirman : “supaya mereka mempersaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak.… (Qs al-Hajj/22:28).

Juga, tidak ada riwayat yang menjelaskan bahwa Rasulullah SAW dan para Sahabat pernah berqurban dengan selain binatang ternak.

Tentang mana yang terbaik ? Para Ulama berbeda pendapat. Mayoritas berpendapat, hewan qurban terbaik secara berurutan adalah unta, lalu sapi selanjutnya kambing. Mereka berdalil dengan hadits shahîh yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim. Rasulullah SAW bersabda :
“Barangsiapa mandi pada hari Jum’at layaknya mandi junub kemudian berangkat maka seakan-akan berqurban dengan seekor unta. Dan barangsiapa yang berangkat pada jam kedua, maka seakan-akan berqurban dengan seekor sapi. Dan barangsiapa yang berangkat pada jam ketiga, maka seakan-akan berqurban dengan seekor kambing bertanduk. Barangsiapa yang berangkat pada jam keempat, maka seakan-akan berqurban dengan seekor ayam. Dan barangsiapa yang berangkat pada jam kelima, maka seakan-akan berqurban dengan sebutir telur. Apabila imam sudah keluar (menuju masjid), maka malaikat (pencatat) menghadiri khutbah untuk mendengarkannya.”

Unta lebih baik dibandingkan sapi dan kambing dikarenakan jumlah dagingnya lebih banyak dan lebih bermanfaat bagi orang miskin.

Hewan Yang Bisa Untuk Qurban
Rasulullah SAW bersabda : “Ada empat hewan -dalam riwayat lain : tidak sah dalam berqurban : yaitu buta sebelah, sakit yang nampak jelas sakitnya, pincang yang nampak jelas kepincangannya, kurus yang tidak memiliki lemak” (Hadits shahih)

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW pernah melarang berqurban dengan hewan yang rusak tanduk atau telinganya. Oleh karena itu, seorang muslim harus menjauhi hal-hal yang disebutkan dia tas dan seharusnya beribadah kepada Allah SWT dengan segala sesuatu yang baik.

Usia Hewan Qurban
Binatang yang dijadikan sebagai qurban yaitu binatang yang sudah memenuhi kriteria usia tertentu. Kambing bisa dijadikan hewan qurban, jika sudah berusia genap setahun. Sedangkan al-jadza’ (kambing yang berusia enam bulan masuk bulan ketujuh) diperselisihkan. Mayoritas para ulama mengatakan boleh. Untuk sapi, boleh dijadikan binatang qurban apabila sudah berusia genap dua tahun, masuk tahun ketiga.

Waktu Penyembelihan Qurban
Waktu untuk melaksanakan ibadah qurban ini, setelah melakukan shalat ‘Idul
Adh-ha. Dalam hadits al-Barâ’ bin ‘Azib r.a , Rasulullah SAW bersabda : “Amalan pertama yang kita lakukan pada hari ini yaitu shalat kemudian pulang lalu menyembelih binatang qurban. Barangsiapa yang melakukan hal itu, maka dia telah sejalan dengan petunjuk kami. Barangsiapa yang menyembelih hewan qurbannya sebelum shalat, maka itu hanyalah daging yang dihidangkan buat keluarganya, tidak termasuk nusuk (ibadah) sama sekali.” (HR Bukhâri, no. 5545).

Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa yang menyembelih sebelum shalat Idul Adha, maka sesungguhnya dia hanya menyembelih untuk dirinya. Dan barangsiapa yang menyembelih setelah shalat, maka ibadahnya telah sempurna dan sejalan dengan sunnah kaum muslimin. (HR. Bukhâri, no. 5564).

Jadi, waktu untuk menyembelih binatang qurban itu dimulai sejak selesai melaksanakan shalat Idul Adha, berlanjut sampai dengan hari Tasyrîq yaitu tanggal 11, 12, 13 Dzulhijah. Rasulullah n bersabda : “Hari-hari tasyriq adalah hari-hari buat makan, minum dan dzikrullah” (HR Muslim, no. 1141).

Amalan Sunnah Saat Akan Berqurban
Disunnahkan menghadapkan hewan qurban ke arah Kiblat, dan menuntunnya dengan baik dan melangsungkan proses penyembelihan dengan cara-cara baik. Rasulullah SAW bersabda: “Jika kalian menyembelih maka lakukanlah dengan cara yang baik” (HR Muslim).

Sebagaimana juga disunnahkan saat menyembelih untuk bertakbir dan membaca basmalah sebagaimana telah tertuang dalam hadits terdahulu yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bertakbir dan membaca basmalah saat menyembelih hewan qurban beliau.

Cara Pembagian Daging Qurban
Allah SWT berfirman : “Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta.” (Qs. al-Hajj/22: 36)

Dan Firman-Nya Allah SWT : “Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.” (Qs. al- Hajj/22: 28).

Menurut para Ulama, kata perintah dalam ayat-ayat tersebut di atas bermakna ibâhah (boleh dikerjakan atau tidak) atau bersifat istihbâb (sunat).
Oleh karena itu, dianjurkan bagi yang berqurban untuk mengkonsumsi daging hewan qurban yang disembelihnya, menghadiahkan sebagiannya dan menyedekahkannya kepada orang lain. Begitu pula, mereka boleh menyimpan daging qurban sebagai persediaan. Rasulullah SAW bersabda : “… Makanlah, simpanlah dan sedekahkanlah.” (HR. al-Bukhâri 559 dan Muslim 1971).

Adapun berkaitan larangan menyimpan daging sembelihan qurban sebagai persediaan, maka larangan telah dinaskh (Fat-hul Bâri, 10/25-26).

Ibnu Qudâmah Rohmahullah berkata dalam al- Mughni (13/379) : Kita mempunyai riwayat yang berasal dari Ibnu Abbâs r.a. mengenai cara pembagian daging sembelihan qurban yang dilakukan oleh Nabi SAW . Beliau mengatakan : Beliau menyerahkan sepertiga bagian kepada keluarga untuk dimakan, membagikan sepertiga (lagi) kepada para tetangga dan bersedekah dengan sepertiganya kepada para peminta-minta (HR. al-Hâfizh Abu Musa al-Ashbahani di al-Wazhâif. Beliau berkata : “Sanadnya hasan. Karena ini juga merupakan perkataan Ibnu Mas’ud r.a , Ibnu ‘Umar r.a. sementara kami belum menemukan ada Sahabat yang menentangnya, maka menjadi ijma’ “.

Berdasarkan ini, maka persoalan pembagian daging hewan qurban itu begitu longgar. Seandainya disedekahkan semua tanpa mengkonsumsi sebagiannya atau dihadiahkan seluruhnya hukumnya boleh. Bila dimakan, disimpan dan disedekahkan juga tidak masalah.

Beberapa Hal Yang Berkait Dengan Qurban

  1. Satu kambing cukup untuk satu orang dan cukup untuk satu keluarga, karena Nabi SAW pernah berqurban dengan satu kambing untuk beliau dan keluarga. Begitu juga satu unta atau seekor sapi cukup untuk qurban tujuh orang, berdasarkan hadits Jâbir bin ‘Abdullah r.a. , beliau mengatakan : “Kami berqurban pada tahun Hudaibiyah bersama Rasulullah SAW satu unta untuk tujuh orang dan satu sapi untuk tujuh orang. (HR Muslim, no. 1318)
  2. Tidak diperbolehkan menjual bagian apapun dari binatang qurban, baik daging ataupun kulit. Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa menjual kulit hewan qurbannya, maka tidak ada qurban baginya.” (Shahîhul Jâmi’, no. 6118).
  3. Upah tukang jagal tidak boleh diambilkan dari binatang qurban. Berdasarkan riwayat dari ‘Ali r.a., beliau mengatakan : “Aku disuruh oleh Rasulullah SAW mengurusi unta qurban beliau, menyedekahkan daging dan kulit serta agar tidak memberikan apapun kepada tukang jagal.” Beliau juga mengatakan : “Kami memberi tukang jagal sesuatu dari milik kami” (Imam Muslim meriwayatkannya dengan lafazh ini).
    Tukang jagal boleh diberi daging qurban sebagai sedekah baginya jika dia miskin atau sebagai hadiah jika dia kaya.
  4. Jika ada orang yang mewajibkan dirinya berqurban dengan binatang tertentu, kemudian binatang tersebut mati atau hilang atau terlepas akibat kelalaiannya, maka dia wajib berqurban dengan hewan yang semisal. Namun, jika itu terjadi tanpa ada unsur kelalaiannya, maka tidak ada kewajiban apapun untuknya. Jika hewan (yang telah ditentukan itu) dicuri lalu kembali, maka dia wajib menyembelihnya, baik kembalinya masih dalam masa qurban ataupun telah lewat masa berqurban. (al-Umm, 2/225 dan al-Mughni 13/374).
  5. Disunnatkan untuk menggemukkan hewan qurban dan memperlakukannya dengan baik. Karena hal ini termasuk mengagungkan syi’ar Allah SWT . Allah SWT berfirman : “Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati.” (Qs al Hajj/22:32)
    Dari Abu Umâmah bin Sahl r.a. , beliau mengatakan : “Kami menggemukkan hewan qurban di Madinah dan kaum muslimin juga menggemukkannya. Karena menggemukkan hewan qurban akan memperbanyak ganjaran dan lebih bermanfaat bagi orang-orang”. (Fat-hul Bâri 10/12).
  6. Semestinya seorang muslim menyembelih hewan qurbannya ditempat tinggalnya dan melakukannya sendiri. Karena ini merupakan syari’at yang harus kita jaga, sehingga anak-anak kita bisa menyaksikan penyembelihan dan pembagian dagingnya secara langsung. Dengan demikian syari’at ini akan tetap terjaga. Karena tujuan utama pemotongan hewan qurban ini bukan sebagai sedekah bagi orang-orang miskin. Namun, tujuan utamanya adalah membuktikan ketakwaan seorang hamba kepada Allah SWT dengan mengalirkan darah binatang qurban. Allah SWT berfirman: “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketaqwan dari kamulah yang dapat mencapainya. (Qs al Hajj/22 : 37)
    Tidak disyari’atkan untuk membawa binatang qurban keluar dari daerah orang yang berqurban. Sebab, masih ada orang-orang setempat yang membutuhkannya. Sehingga manfaat yang didapat oleh orang-orang yang membutuhkannya menjadi pintu kebaikan baru bagi yang berqurban. Hal ini sampaikan oleh Syaikh Bin Bâz Rahimahullah.
  7. Kaum muslimin yang benar-benar tidak mampu melaksanakan ibadah ini, dia telah mendapatkan ganjaran sebagaimana orang yang berqurban. Karena Rasulullah SAW ketika menyembelih salah satu hewan qurban beliau, beliau bersabda : “Ya Allah, ini adalah qurban dariku dan umatku yang tidak (bisa) berqurban” (Irwaa’ul Ghalil 4/349)

Terakhir, marilah kita berlomba untuk menjaga syiar ini dan melaksanakannya sebagaimana mestinya. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita.

Selanjutnya kini kami mau mengulas sedikit mengenai Rumah Qurban sesuai topik utama di atas. Mari dibaca seksama guys..

Aqiqahberkah merupakan sebuah usaha yang bergerak di bidang produk &jasa penyediaan kambing dan sapi beserta jasa pemotongan, pengolahan, pengantaran, dan penyaluran serta menerima pesanan paket nasi box untuk kebutuhan qurban aqiqah atau kebutuhan lainnya. Didirikan sejak tahun 2008 dan didukung ileh tenaga-tenaga profesional di bidangnya dan berakhlakkul islami.

Maka kami, layanan aqiqahberkah jombang terpanggil untuk membantu dan memudahkan bagi anda yang belum berqurban. Sekarang tungggu apalagi!!!

qurban

Segera pesan Rumah Qurban Online SEKARANG JUGA. Kami akan menyediakan kambing dan sapi yang murah memenuhi syar’i, penyembelihan secara islami, mudah, praktis, dan nyaman dengan pilihan harga yang bervariasi. Sekali lagi, telepon dan pesan di Aqiqahberkah.com SEKARANG. Kami tunggu kehadiran anda……….

Untuk Informasi dan Pemesanan bisa Menghubungi :

WA : +6281335680602
BBM : 7C0B38CE
TELPON/SMS : 085749622504

_-_Aqiqah Berkah Siap Membantu Pelaksanaan Qurban dan Aqiqah Anda_-_

Tags: , , , , , ,