Rumah Aqiqah Ponorogo

Rumah Aqiqah Ponorogo

Haiiii sahabat Aqiqah Berkah, Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kita tetap di beri kesehatan sampai sekarang ini. Baik, kini kami akan mengulas tentang Asal-usul Reog Ponorogo. Bagaimana sih asal-usul reog ponorogo?Cekidot……

reog ponorogo
Reog Ponorogo adalah salah satu kesenian warisan leluhur Indonesia yang sempat diklaim secara sepihak oleh negara Malaysia. Pengklaiman ini sendiri sebetulnya terjadi karena kebudayaan tersebut dibawa oleh warga Ponorogo yang datang dan menetap di Malaysia kemudian berkembang pesat disana, dan pula jika ditinjau dari sisi sejarah, memang lahir dan berkembang di Indonesia lebih dulu. Untuk mengetahui asal-usul reog Ponorogo lebih jauh, mari kita simak pembahasan berikut:

Asal Usul Reog Ponorogo Menurut cerita yang berkembang, asal usul Reog Ponorogo dilatarbelakangi oleh kisah perjalanan Raja Kerajaan Bantarangin, yaitu Prabu Kelana Sewandana yang tengah mencari calon permaisurinya pada tahun 900 Saka. Calon permaisuri tersebut dicari karena kabur dari kerajaan Bantarangin. Calon permaisuri yang bernama Dewi Sanggalangit yang juga adalah putri kerajaan Kediri ini kabur karena tidak ingin dijodohkan dengan sang Prabu Kelana.

Setelah perjalanan berhari-hari, Dewi Sanggalangit pun akhirnya ditemukan disebuah goa ketika ia tengah bersemedi. Ketika diajak pulang untuk dinikahi, putri Kediri tetap tak mau. Sang prabu pun merayunya dengan janji akan menuruti segala apapun permintaan yang diajukan oleh sang calon permaisuri. Dari hasil semedi, sang putripun mendapat wahyu agar memintakan sebuah kesenian baru yang belum pernah ada sebelumnya dimana kesenian tersebut harus menggambarkan bahwa sang calon permaisuri adalah memang orang yang benar-benar dicintai sang raja.

Setelah berpikir cukup keras berhari-hari, akhirnya sang prabu mendapat wahyu dari Dewi Parwati untuk membuat seni pertunjukan berupa tarian menggunakan barongan berupa reog. Reognya sendiri dibuat sangat besar dengan perlambangan cinta berupa bulu burung merak dan kepala harimau. Bulu burung merak melambangkan sang calon permaisuri dan kepala harimau melambangkan sang Prabu. Tarian reog ponorogo kala itupun langsung dipertontonkan pada sang calon permaisuri.

Melihat tarian tersebut, sang calon permaisuri pun sangat senang dan berjanji mau dinikahi sang prabu asal tarian reog tersebut dipertontonkan setiap tahun ketika memperingati hari pernikahan mereka. Sejak saat itulah reog ponorogopun lahir. Cerita asal usul reog ponorogo tersebut berkembang di masyarakat hingga kini. Kendati demikian, sebetulnya nama reog baru diperkenalkan sejak tahun 1989. Sebelumnya reog dikenal dengan nama REYOG. Nama tersebut diganti oleh Bupati Ponorogo Markum Singomedjo untuk tujuan propaganda pembangunan. Nama REOG dipilih karena sangat cocok digunakan sebagai akronim dari slogan resmi kabupaten ponorogo yaitu “Resik, Endah, Omber, Girang gemirang”.

Nah itulah yang dapat kami sampaikan mengenai Asal-usul reog ponorogo. Selanjutnya kami akan mengulas mengenai aqiqah untuk memberi pandangan anda dalam pelaksanaan aqiqah. Mari….

PENGERTIAN AQIQAH

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya “Tuhfatul Maudud” hal.25-26, mengatakan bahwa: Imam Jauhari berkata: Aqiqah ialah “Menyembelih hewan pada hari ketujuhnya dan mencukur rambutnya.” Selanjutnya Ibnu Qayyim rahimahullah berkata: “Dari penjelasan ini jelaslah bahwa aqiqah itu disebut demikian karena mengandung dua unsur diatas dan ini lebih utama.”

Imam Ahmad rahimahullah dan jumhur ulama berpendapat bahwa apabila ditinjau dari segi syar’i maka yang dimaksud dengan aqiqah adalah makna berkurban atau menyembelih (An-Nasikah).

DALIL-DALIL SYAR’I TENTANG AQIQAH

Hadist No.1 :
Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy r.a. dia berkata: Rasululloh SAW bersabda:

مَعَ الْغُلَامِ عَقِيقَةٌ فَأَهْرِيقُوا عَنْهُ دَمًا وَأَمِيطُوا عَنْهُ الْأَذَى

“Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.”
Makna menghilangkan gangguan adalah mencukur rambut bayi atau menghilangkan semua gangguan yang ada.

Hadist No.2 :
Dari Samurah bin Jundab r.a. dia berkata: Rasulullah SAW bersabda :

كُلُّ غُلَامٍ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ, يُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ, وَيُسَمَّى, وَيُـحْلَقُ رَأْسُهُ

“Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.”

Hadist No.3 :
Dari Aisyah r.a. dia berkata, Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ اَلْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ, وَعَنْ اَلْجَارِيَةِ شَاةٌ

“Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.”

Hadist No.4 :
Dari Ibnu Abbas r.a.:

أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم عَقَّ عَنْ اَلْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ كَبْشًا كَبْشًا

“Bahwasannya Nabi SAW bersabda mengaqiqahi Hasan dan Husain dengan satu kambing dan satu kambing.”

Hadist No.5 :
Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ أَحَبَّ مِنْكُمْ أَنْ يَنْسُكَ عَنْ وُلَدِهِ فَلْيَفْعَلْ، عَنِ الْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافَأَتَانِ وَعَنِ الْـجـَارِيَةِ شَاةٌ

“Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan, untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing.”

Hadist No.6 :
Dari Fatimah binti Muhammad r.a. ketika melahirkan Hasan, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda :

احْلِقَى شَعْرَ رَأْسِهِ فَتَصَدَّقِى بِوَزْنِهِ مِنَ الْوَرِقِ

“Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya.”

Dari dalil-dalil yang diterangkan di atas maka dapat diambil hukum-hukum mengenai seputar aqiqah dan hal ini dicontohkan oleh Rasulullah SAW para sahabat serta para ulama salafus sholih.

HUKUM AQIQAH

Al-Allamah Imam Asy-Syaukhani rahimahullah berkata dalam Nailul Authar (6/213): “Jumhur ulama berdalil atas sunnahnya aqiqah dengan hadist Nabi: “….berdasarkan hadist no.5 dari ‘Amir bin Syu’aib.”

BANTAHAN TERHADAP ORANG YANG MENGINGKARI DAN MEMBID’AHKAN AQIQAH

Ibnul Mundzir rahimahullah membantah mereka dengan mengatakan bahwa: “Orang-orang ‘Aqlaniyyun (orang-orang yang mengukur kebenaran dengan akalnya, saat ini seperti sekelompok orang yang menamakan sebagai kaum Islam Liberal,) mengingkari sunnahnya aqiqah, pendapat mereka ini jelas menyimpang jauh dari hadist-hadist yang tsabit (shahih) dari Rasulullah SAW karena berdalih dengan hujjah yang lebih lemah dari sarang laba-laba.

WAKTU AQIQAH

Berdasarkan hadist no.2 dari Samurah bin Jundab. Para ulama berpendapat dan sepakat bahwa waktu aqiqah yang paling utama adalah hari ketujuh dari hari kelahirannya. Namun mereka berselisih pendapat tentang bolehnya melaksanakan aqiqah sebelum hari ketujuh atau sesudahnya. Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata dalam kitabnya “Fathul Bari” (9/594):

“Sabda Rasulullah pada perkataan ‘pada hari ketujuh kelahirannya’ (hadist no.2), ini sebagai dalil bagi orang yang berpendapat bahwa waktu aqiqah itu adanya pada hari ketujuh dan orang yang melaksanakannya sebelum hari ketujuh berarti tidak melaksanakan aqiqah tepat pada waktunya. bahwasannya syariat aqiqah akan gugur setelah lewat hari ketujuh. Dan ini merupakan pendapat Imam Malik. Beliau berkata: “Kalau bayi itu meninggal sebelum hari ketujuh maka gugurlah sunnah aqiqah bagi kedua orang tuanya.”

Sebagian membolehkan melaksanakannya sebelum hari ketujuh. Pendapat ini dinukil dari Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam kitabnya “Tuhfatul Maudud” hal.35. Sebagian lagi berpendapat boleh dilaksanakan setelah hari ketujuh. Pendapat ini dinukil dari Ibnu Hazm dalam kitabnya “al-Muhalla” 7/527.

Sebagian ulama lainnya membatasi waktu pada hari ketujuh dari hari kelahirannya. Jika tidak bisa melaksanakannya pada hari ketujuh maka boleh pada hari ke-14, jika tidak bisa boleh dikerjakan pada hari ke-21. Berdalil dari riwayat Thabrani dalm kitab “As-Shagir” (1/256) dari Ismail bin Muslim dari Qatadah dari Abdullah bin Buraidah:
“Kurban untuk pelaksanaan aqiqah, dilaksanakan pada hari ketujuh atau hari ke-14 atau hari ke-21.”

BERSEDEKAH DENGAN PERAK SEBERAT TIMBANGAN RAMBUT

Syaikh Ibrahim bin Muhammad bin Salim bin Dhoyyan berkata: “Dan disunnahkan mencukur rambut bayi, bersedekah dengan perak seberat timbangan rambutnya dan diberi nama pada hari ketujuhnya. Masih ada ulama yang menerangkan tentang sunnahnya amalan tersebut (bersedekah dengan perak), seperti: al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani, Imam Ahmad, dan lain-lain.”
Adapun hadist tentang perintah untuk bersedekah dengan emas, ini adalah hadit dhoif.

AQIQAH SETELAH DEWASA?

Sebagian ulama mengatakan: “Seseorang yang tidak diaqiqahi pada masa kecilnya maka boleh melakukannya sendiri ketika sudah dewasa”. Mungkin mereka berpegang dengan hadist Anas r.a yang berbunyi:

عَقَّ عَنْ نَفْسِهِ بَعْدَ مَابُعِثَ نَبِيَّا

“Rasulullah mengaqiqahi dirinya sendiri setelah beliau diangkat sebagai nabi.”
Sebenarnya mereka tidak punya hujjah sama sekali karena hadistnya dhaif dan mungkar. Telah dijelaskan pula bahwa nasikah atau aqiqah hanya pada satu waktu (tidak ada waktu lain) yaitu pada hari ketujuh dari hari kelahirannya. Tidak diragukan lagi bahwa ketentuan waktu aqiqah ini mencakup orang dewasa maupun anak kecil.

ORANG YANG AQIQAH BOLEH MEMAKAN, BERSEDEKAH, MEMBERI MAKAN, DAN MENGHADIAHKAN DAGING SEMEBELIHANNYA, TETAPI YANG LEBIH UTAMA JIKA SEMUA DIAMALKAN

Imam Ibnu Qayyim rahimahullah dalam kitabnya “Tuhfathul Maudud” hal.48-49, berkata: “Karena tidak ada dalil dari Rasulullah tentang cara penggunaan atau pembagian dagingnya maka kita kembali ke hokum asal, yaitu seseorang yang melaksanakan aqiqah boleh memakannya, memberi makan dengannya, bersedekah dengannya kepada orang fakir miskin atau menghadiahkannya kepada teman-teman atau karib kerabat. Akan tetapi lebih utama kalau diamalkan semuanya, karena dengan demikian akan membuat senang teman-temannya yang ikut menikmati daging tersebut, berbuat baik kepada fakir miskin, dan akan memuat saling cinta antar sesama teman. Kita memohon taufiq dan kebenaran kepada Alloh Ta’ala”. [lihat pula “Al-Muwaththa” (2/502) oleh Imam Malik].

Mungkin itulah yang dapat kami sampaikan mengenai aqiqah. Semogo bermanfaat bagi anda semuanya. Selanjutnya kita beralih ke topik utama yaitu Rumah Aqiqah Ponorogo. Yukkkkk lanjut lagi guys..

Rumah Aqiqah Ponorogo merupakan sebuah usaha yang bergerak di bidang produk &jasa penyediaan kambing dan sapi beserta jasa pemotongan, pengolahan, pengantaran, dan penyaluran serta menerima pesanan paket nasi box untuk kebutuhan aqiqah,qurban atau kebutuhan lainnya.

Rumah Aqiqah Ponorogo secara resmi berdiri tahun 2008 dengan membuka kantor layanan di kota Ponorogo. Saat ini Rumah Aqiqah Ponorogo telah merambah di Pulau Jawa untuk melayani kebutuhan masyarakat Muslim dalam beraqiqah. Selain untuk masyarakat muslim Indonesia.

a1
Dalam melayani kebutuhan aqiqah, Rumah Aqiqah Ponorogo selalu berusaha mengedepankan prinsip profesionalitas dan kemudahan dalam kerangka tetap menjaga prinsip syar’i untuk semua aspek.

Maka kami, Rumah Aqiqah Ponorogo terpanggil untuk membantu dan memudahkan bagi anda yang belum beraqiqah.

Ciri-ciri Kambing Aqiqah Sesuai Syar’i:

  1. Hewan sembelihan aqiqah boleh dengan kambing atau domba (jantan maupun betina)
    Tidak sah aqiqah jika dilakukan dengan hewan selain di atas, seperti ayam, kelinci, atau burung sebagaimana pendapat para ahlul hadits dan fuqaha.
  2. Cukup Umur
    Kambing berumur minimal satu tahun dan sudah berganti gigi seri bagian depan.
  3. Hewan aqiqah sehat an tidak cacat
    Mata tidak boleh cacat atau buta sebelah. Ekor dan telinga tidak terpotong atau robek. Tidak memiliki cacat seperti kudung kaki, terpotong hidungnya atau sebagainya. Kambing tidak dalam keadaan sakit yang dapat membahayakan kehidupan kambing. Kita juga harus memastikan bahwa kambing tersebut memiliki tanduk yang utuh dan tidak patah.
  4. Gemuk dan memiliki daging banyak
    Kambing harus gemuk dan memiliki daging yang cukup banyak agar semakin banyak orang yang merasakan manfaatnya.

Mengapa Harus Memilih Rumah Aqiqah Ponorogo?

  1. Kambing berkualitas tinggi dan telah memenuhi syarat untuk aqiqah
  2. Kambing disembelih oleh ahlinya sesuai syariat Islam (wajib dan sunnah)
  3. Kambing dapat dilihat dan dipilih langsung di kandang
  4. Kami melayani Jasa Aqiqah untuk daerah Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Kediri, malang, Tulungagung, Madiun, ponorogo dan Sekitarnya.
  5. GRATIS biaya pemotongan
  6. Kambing potong sehat, baik/sesuai syariah
  7. Menu bervariatif: Sate, Gulai, Sop, Tongseng, Semur dll.
  8. Pembayaran setelah barang sampai / transfer. (Total pembayaran di atas Rp 2 juta dibutuhkan uang muka Rp 500,000)
  9. Siap menyalurkan kepada yang berhak: pondok pesantren, panti asuhan dan fakir miskin.

Fasilitas yang di berikan Rumah Aqiqah Ponorogo?
Rumah Aqiqah Ponorogo memberikan fasilitas layanan Aqiqah atau Qurban via Online kepada semua Pelanggan dengan kelengkapan sebagai berikut:
• Kelengkapan Makanan
• Minuman
• Buah Segar
• Sertifikat Pelaksanaan
• Berkas Laporan Pelaksanaan

Aqiqah Mandiri sesuai Syar’i. Pesan masakan Aqiqah pada Kami untuk Acara sendiri / dikelola sendiri. Berikut fasilitasnya:
# 250 Tusuk Sate
# 1 Panci Gule
# Sertifikat Aqiqah
# Laporan Aqiqah
# Gratis Buku Risalah Aqiqah
# Gratis Ongkos Kirim

Kelahiran si bayi kecil nan mungil tentu menjadi kebahagiaan tersendiri. Tentunya kita harus mengungkapkan rasa syukur kepada Allah dengan benar, tepat dan sesuai dengan kehendak-Nya. Maka sudah sepatutnya kita melaksanakan sunnah Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam, yaitu melaksanakan aqiqah.

Dan sudah menjadi fenomena terkini bahwa banyak dari masyarakat kita yang kurang peduli dengan masalah aqiqah. Mereka sudah bisa membeli rumah, sudah bisa membeli mobil bahkan sudah bisa berangkat umroh, tetapi belum mengaqiqahi anak mereka.

Segera pesan paket aqiqahberkah SEKARANG JUGA. Kami akan menyediakan paket aqiqah murah dengan kriteria kambing memenuhi syar’i, penyembelihan secara islami, mudah, praktis dan nyaman dengan pilihan harga yang bervariasi. Sekali lagi, telepon dan pesan catering aqiqah kami segera.

Jenis aqiqah yang ada di Rumah Aqiqah Ponorogo sebagai berikut :
1. Aqiqah Mandiri
• Dikirim ke rumah Sohibul Aqiqah.
• Wilayah Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Kediri, malang, Tulungagung, Madiun, ponorogo dan Sekitarnya.
• Pilihan menu (pengganti sate) lapis, Krengseng, sate rebus, rendang, dendang ragi, rawon.

Aqiqah Mandiri Dengan Kambing Betina

mandiri
Aqiqah Mandiri dengan Kambing Jantan

mandiri1

2. Aqiqah Peduli (Tebar Aqiqah Berkah)
• Dikemas dalam benttuk walimatul aqiqah.
• Masakan di antar ke panti asuhan, masyarakat yang membutuhkan, pondok pesantren, desa binaan lengkap dengan nasi, kerupuk, buah dan air mineral.
• Shohibul aqiqah akan mendapatkan foto hewan aqiqah. Ucapan terima kasih dari wakil penerima aqiqah, laporan dan dokumentasi pelaksanaan aqiqah.

Aqiqah Peduli dengan Kambing Betina

peduli
Aqiqah Peduli dengan Kambing Jantan

peduli1

CARA MUDAH PEMESANAN Rumah Aqiqah Ponorogo, sebagai berikut:
1. Silahkan Anda telephone Kami, Kami akan memberikan penjelasan yang lebih detail.

WA : +6281335680602
BBM : 7C0B38CE
TELPON/SMS : 085749622504

2. Atau juga bisa Informasikan kepada Kami lewat SMS atau email: Nama Anak, Tempat tanggal lahir, Nama Bapak & Ibu, Tanggal permintaan pelaksanaan aqiqah, Alamat pengiriman laporan Aqiqah Anda.
3. Transfer dana ke nomor rekening lembaga (a.n. Peduli Dhuafa).

Bank Syariah Mandiri
NO. Rek. 703-691-2191
an. Peduli Dhuafa
BRI
NO. Rek. 0056-01002879-53-1
an. Peduli Dhuafa

4. Konfirmasikan kepada Kami bila sudah transfer.
5. Sesuai tanggal yang disepakati, aqiqah akan Kami laksanakan.
6. H+ 3 laporan Kami kirim via pos ke alamat yang ditentukan.
7. Laporan sampai di shohibul aqiqah (perkiraan H+5 dan seterusnya, mohon konfirmasi apabila Laporan Aqiqah sudah diterima atau belum sampai di tempat Anda)

__-__Aqiqah Berkah Siap Membantu Pelaksanaan Aqiqah Anda__-__

Tags: , , , , , ,