Rumah Aqiqah Magetan

Rumah Aqiqah Magetan

potong rambut bayi 1
Beberapa Tradisi Terkait Kelahiran Seorang Bayi
Setelah menjalani beberapa periode dalam kandungan, janin yang kemudian menjadi bayi bias merasakan proses kelahiran di dunia. Namun tidak itun saja, setelah bayi itu lahir, maka dalam syariat agama juga memberikan beberapa tuntunan yang bias dilaksanakan setelah kelahiran bayi seorang muslim.

Adapun tuntunan itu bias dilakukan persis setelah bayi terlahir ke dunia hingga ia kelak beranjak menjadi seorang anak yang dewasa. Setelah bayi dilahirkan oleh ibunya, ada beberapa hal yang biasanya dilakukan terhadap bayi tersebut.

Kelahiran bayi ditengah-tengah keluarga kita adalah sebuah anugrah yang tiada terkira. Allah Ta`ala telah mengenugrahkan ni`mat-Nya kepada kita, sekaligus memberikan amanah dipundak kita. Bagaiman kita bias menyambut kelahiran sang bayi menurut tuntunan islam, untuk kemudian dilanjutkan dengan menempuh upaya-upaya pendidikan guna menyiapkan buah hati menjadi generasi idaman. Dan Islam sebagai agama paripurna telah memiliki seperangkat ajaran untuk menyambut kelahiran seorang bayi.

Rasulullah SAW. Telah mengajarkan kepada kita beberapa sunnah yang mengiringi kelahiran bayi, antara lain :

1. Ungkapan Suka Cita Dan Selamat Atas Karunia Anak
Disunnahkan menyampaikan ungkapan rasa suka cita dan selamat atas kelahiran anak. Allah SWT. Berfirman berkaitan dengan kisah Nabi Ibrahim AS. Dalam surat Ash-Shafat ayat 101 yang artinya “Maka Kami beri Dia khabar gembira dengan seorang anak yang Amat sabar”

Allah SWT berfirman dalam dalam surat Al Hijrr ayat 53 yang artinya:
mereka berkata: “Janganlah kamu merasa takut, Sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang alim.

Dan juga firmannya dalam surat Maryam ayat : 7 yang artinya :
“Hai Zakaria, Sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan Dia.”

Selain terdapat dalam al Quran juga terdapat dalam hadits Nabi yang berbunyi : “Ketika Nabi Muhammad SAW lahir Tsuwaibah menyampaikan ungkapan suka cita atas kelahiran beliau kepada Abu Lahab, Tsuwaibah adalah seorang budak, ia berkata, “ pada malam hari ini telah lahir anak laki-laki dari Abdullah.” Maka Abu Lahab memerdekakan Tsuwaibah sebagai wujud kegembiraannya. Dan Allah tidak menyia-nyiakan tindakan Abu Lahab ini, setelah kematianya Allah memberinya Minum dari lekuk pada pangkal ibu jarinya.

Karena ungkapan suka cita itu dapat menimbulkan rasa gembira, maka orang muslim dianjurkan menyampaikan kabar gembira kepada saudaranya.

Berkaitan dengan lafazh ucapan selamat, tidak ada lafazh tertentu yang diucapkan dalam momentum kelahiran anak. Yang tampak ada kelonggaran dalam masalah ini, dengan syarat ucapan selamat tersebut tidak memperlihatkan tradisi jahiliyah, misalnya bergembira atas kelahiran anak laki-laki dan tidak bergembira atas kelahiran anak perempuan.

Imam Thabarani meriwayatkan di dalam kitab Ad –Du`ad (II:1243) dengan sanad hasan , “ seorang laki-laki bertanya kepada Hasan Al-Bashri tentang ucapan selamat, apa yang mesti kita ucapakan? Hasa Al-Bashri menjawab, Ucapkanlah :

د صلى هللا عليه وسلّم ّ ة حمم ّ جعله هللا مباركا عليك وعلى مأ

“Semoga Allah memberkahinya untukmu dan untuk ummat Muhammad SAW. “

Atsar –atsar semacam ini yang memuat lafazh ucapan selamat lebih utama daripada kata-kata yang dipergunakan orang-orang dewasa ini. Namun, kita juga tidak mewajibkan orang untuk mengucapkan, sebab dari lafazh-lafazh itu tidak ada yang diketahui berasal dari Nabi SAW. Barang siapa melakukannya, maka itu baik baginya; dan barang siapa tidak melakukannya, maka tidak ada masalah.

2. Mengumandangkan Adzan Ditelinga Bayi
Kebanyakan buku atau kitab yang menjelaskan hal-hal yang mesti dilakukan ketika menyambut sang buah hati adalah amalan satu ini yaitu adzan dan iqamah di telinga bayi yang baru lahir.

Adzan yang dikumandangkan di telinga bayi yang baru lahir sama seperti adzan yang dikumandangkan untuk panggilan menunaikan ibadah shalat. Hal yang membedakan mungkin hanya cara mengumandangkan saja. Adzan yang ditujukan untuk memanggil orang-orang untuk shalat dilakukan dengan keras, sehingga banyak orang yang mendengarnya. Sedangkan adzan yang dikumandangkan di telinga anak yang baru lahir dilantunkan dengan suara yang lembut.

Apakah benar adzan atau iqamah pada bayi yang baru lahir disyari`atkan (disunahkan)? Sebelum pada pembahasan tersebut alangkah lebih baiknya kita bahas Pengertian adzan dan iqamah terlebih dahulu.

Adzan berasal dari bahasa Arab al-adzana yang berarti memberitahukan, mengumandangkan, 8 atau seruan. Sebagaimana Allah berfirman dalam surat At Taubah ayat 3 yang artinya:
“dan (inilah) suatu permakluman daripada Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar 9 bahwa Sesungguhnya Allah dan RasulNya berlepas diri dari orang-orang musyrikin. kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat, Maka bertaubat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, Maka ketahuilah bahwa Sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.”

Adapun makna adzan secara istilah memiliki pengertian pemberitahuan atau seruan sebagai tanda masuknya waktu shalat lima waktu dengan bacan yang telah ditentukan.

Iqamah secara istilah maknanya adalah pemberitahuan atau seruan bahwa shalat akan segera didirikan dengan menyebut lafazh-lafazh khusus. adapun hukum iqamah sama dengan hukum adzan, yaitu fardhu kifayah. dan hukum ini juga tidak berlaku untuk wanita.

Adzan mulai disyariatkan yaitu pada tahun kedua hijriyah. Mulanya pada suatu hari. Nabu Muhammad SAW mengumpulkan para sahabat untuk memusyawarahkan bagaimana cara memberi tahu masuknya waktu shalat dan mengajak orang ramai agar berkumpul ke masjid untuk melakukan shalat berjamaah. Di dalam musyawarah itu, ada beberapa usulan yang muncul. Ada yang mengusulkan supaya dikibarkan bendera sebagai tanda bahwa waktu shalat telah masuk. Apabila benderanya telah berkibar, hendaklah orang yang melihatnya member tahu kepada umum. Ada juga yang mengusulkan supaya ditiup terompet seperti yang biasa dilakukan oleh pemeluk agama Yahudi. Ada lagi yang mengusulkan supaya dibunyikan lonceng seperti yang dilakukan oleh orang Nashrani.

Ada seorang sahabat yang menyarankan bahwa manakala waktu shalat tiba, maka segera dinyalakan api pada tempat yang tinggi dimana orang- orang bisa dengan mudah melihat ketempat itu, atau setidak-tidaknya asapnya bisa dilihat orang walaupun dia berada di tempat yang jauh. Yang melihat api itu dinyalakan hendaklah dating menghadiri shalat berjamaah.

Semua usulan yang diajukan itu ditolak oleh Nabi SAW. Tetapi, beliau menukar lafazh itu dengan Ashsholatu Jamiah ( marilah shalat berjamaah). Lantas ada usul dari Umar bin Khatab, yaitu agar ditunjuk seseorang yang bertindak sebagai pemanggil kaum muslim untuk shalat pada setiap masuknya waktu shalat. Kemudian, saran ini agaknya bias diterima oleh semua orang dan Nabi Muhammad SAW juga menyetujuinya.

Dalam hadits dari Abdullah bin Umar, diterangkan, “semasa orang-orang Islam sampai di Madinah, mereka berkumpul lalu memperkirakan waktu shalat dan tidak ada seorangpun yang menyerukan untuk shalat.

Pada suatu hari, mereka pun membincangkan hal itu. Sebagian dari mereka berkata, „ ambillah naqus (lonceng) seperti orang-orang Nashrani (Kristen).‟ Sebagian yang lain berkata, Ambillah terompet seperti orang-orang Yahudi.‟ Lalu, Umar berkata, tidakkah kamu melantik seorang lelaki untuk menyerukan shalat?‟ Rasulullah SAW kemudian bersabda, Wahai Bilal, berdirilah dan serulah untuk shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Ngetok Usus
Ngetok Usus; pusar bayi di urut agar darahnya mengumpul lalu dipotong dengan wela(bamboo yang ditajamkan) dari bamboo wulung dilandesi kunir. Darah yang keluar dileletkan pada bibir bayi. Welat tadi disimpan lalu digunakan lagi atau dimasukkan kendil bersamaan dengan ari-ari.

4. Mendhem Ari-Ari
Yakni selaput tipis pembungkus bayi dan kulit tipis yang terletak di muka bayi yang berisi air sebagai asupan makanannya. Disiapkan kendil yang masih baru lalu ari-ari dimasukkan dialasi daun senthe, lalu ditaburi kembang boreh, lalu dimasukkan minyak wangi, kunir landesan dan bamboo welatnya (jika tidak disimpan), gama, jarum, benang, gantal dua ikat, kemiri, tulisan Arab, Jawa, ABC…., uang, Dll, lalu di tutup lemper yang masih baru. Kemudian kendil ditutup kain mori yang masih baru. Di daerah tertentu kendil tersebut dihanyutkan di sungai, ada yang digantung di luar rumah dan yang lumrah itu dikubur. Yang mengubur adalah ayahnya sendiri lalu tempat mengubur deberi penerang selama beberapa hari. Saat ayahnya harus memakai pakaian yang baik dan membawa keris, untuk kemudian setiap wetonan bayi tempat penguburan itu disiram bunga setaman.

5. Brokohan
Yaitu selamatan dan sajen saat kelahiran bayi berupa, telur mentah berjumlah sesuai neptu dina dan pasaran lahir bayi, gula jawa, dawet, ambeng.

6. Tahnik Pada Bayi
Tahnik yaitu mengunyah sesuatu lalu meletakkannya di mulut bayi. Ada ungkapan, hanaktu ash-shabiya (aku mengunyah kurma kemudian mengoleskannya di langi-langit mulutnya). Dengan demikian, makna tahnik ialah mengunnyah kurma hingga cair kemudian mengoleskannya di langit- langit mulut bayi. Yaitu dengan meletakkan sedikit kunyahan pada jari, lalu memasukkannya kedalam mulut bayi dan menggerak-gerakkannya ke kanan dan ke kiri secara lembut hingga mulut rata dengan materi yang di kunyah.

Lebih utama bila yang melakukan tahnik adalah orang yang dikenal bertaqwa dan shalih, guna mengharap berkah dan mencita-citakan keshalihan dan ketaqwaan bayi.

Adapun waktu yang tepat untuk mentahnik adalah dilakukan pada waktu kelahiran, dan hendaknya dilakukan dengan menggunakan kurma, sehingga kurma menjadi makanan pertama yang disesap bayi bersama air ludahnya. Jika tidak ada kurma, maka para ulama memperbolehkan tahnik menggunakan sesuatu yang semakna dengan kurma. Imam Nawawi berkata, “Jika tidak mendapatkan kurma, maka bias menggenakan makanan yang semakna dengannya dan rasa manisnya menyerupainya. Al Hafidz Ibnu Hajar berkata, “ yang paling utama adalah menggunakan kurma matang, jika tidak ada kurma matang maka menggunakan kurma belum matang, dan jika tidak ada juga maka menggunakan makanan yang manis. Menggunakan madu lebih utama daripada jenis makanan yang lain.”

7. Mencukur Rambut Kepala Bayi
Ada beragam alasan kenapa orang tua mencukur rambut kepala bayi. Mulai dari agam, bagian dari budaya, sampai alas an kebersihan. Apapun dasarnya, mencukur rambut bayi memeng punya banyak manfaat, seperti membersihkan lemak. Di karenakan saat melewatai jalan lahir, banyak lemak dan kotoran rahim ibu yang menempel di sekujur tubuh bayi, termasuk di rambutnya.

Disunnahkan mencukur gundul kepala bayi pada hari ketujuh, sebagaimana sisampaikan oleh Nabi Muhamad SAW dalam beberapa hadits berikut yang artinya:
Telah menceritakan kepada kami Hafsh bin Umar An Namari, telah menceritakan kepada kami Hammam, telah menceritakan kepada kami Qatadah, dari Al Hasan dari Samurah dari Rasulullah shallallahu wa’alaihi wa sallam, beliau berkata: “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelih untuknya pada hari ketujuh dan rambutnya dicukur.”

Kemudian rambut yang telah dipotong tersebut ditimbang dan kita disunahkan untuk bersedekah dengan perak sesuai dengan berat timbangan rambur bayi tersebut. Ini sesuai dengan perintah Rasulullah kepada putrinya Fatimah: Hai Fatimah, cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak sesuai dengan berat timbangan rambutnya kepad fakir miskin” (HR. Tirmidzi dan Al-Hakim).

8. Pemberian Nama
Nama bagi setiap orang adalah sesuatu yang sangat penting dan sangat bermakna. Bisa dibayangkan bagaimana sulitnya kita memanggil seseorang yang tidak mempunyai nama atau seseorang yang kita tidak ketahui namanya. Bisa dibayangkan bagaimana kita memanggil seseorang yang namanya mengandung makna yang jelek, nama yang kurang baik. Ini semua akan menyulitkan dalam pergaulan kita. Kalau suatu saat kita memanggil seseorang dengan sebutan “Anu”, maka semua orang yang mendengarnya akan menoleh kepada kita, karena ia mengira dialah yang kita panggil.

Kalau ada dua orang yang mempunyai nama yang sama dan ketika itu mereka berada di tempat yang sama, kalau kita memanggil nama itu maka kedua-duanya akan menoleh kepada kita, padahal yang dimaksud bukan dua-duanya, tetapi salah satunya. Begitu pentingnya nama itu sehingga Islam sangat menekankan kepada setiap orang untuk memberi nama kepada putra-putrinya dengan nama-nama yang baik, nama yang bagus, bukan hanya dari segi ucapannya, tetapi juga dari segi makna dan pengertian yang dikandung nama itu.

Kita harus memilihkan nama yang baik, yang bagus, dan bermakna bagi anak kita. Jangan mengambil nama yang jelek dan tidak bermakna. Dan tidak perlu harus menggunakan bahasa Arab. Sebab, ada juga yang memilih nama dari Bahasa Arab dan ternyata maknanya tidak terpuji, misalnya memberikan nama anak perempuan dengan Siti Bakaroh artinya sapi betina, atau memberikan nama Hamim (artinya neraka yang mendidih) kepada anak laki.

Hal yang penting dicatat adalah memberi nama dengan arti yang baik dan terpuji dan anjuran ini seperti digambarkan dalam hadis Nabi yang menyatakan:

)) إنكم تدعون يوم القيامة بأسمائكم و أسماء آبائكم فحسنوا سأ ماءكم (( رواه أبو دادو .

“Sesungguhnya di hari kiamat nanti kalian akan dipanggil dengan namamu dan nama ayahmu. Oleh sebab itu, perbaikilah namamu dan carilah nama yang baik bagimu”.

Nah itulah mungkin yang dapat kami sampaikan mengenai Beberapa Tradisi Terkait Kelahiran Seorang Bayi. Semoga ulasan di atas tersebut dapat bermanfaat bagi anda .Amiiinnnn…

Selanjutnya pembahasan sesuai dengan topik utama yaitu Rumah Aqiqah Magetan. Yuk lanjut membacanya sahabat-sahabat Rumah Aqiqah Magetan…

Rumah aqiqah Magetan merupakan sebuah usaha yang bergerak di bidang produk &jasa penyediaan kambing dan sapi beserta jasa pemotongan, pengolahan, pengantaran, dan penyaluran serta menerima pesanan paket nasi box untuk kebutuhan aqiqah,qurban atau kebutuhan lainnya.

Dalam melayani kebutuhan aqiqah, rumah aqiqah Magetan selalu berusaha mengedepankan prinsip profesionalitas dan kemudahan dalam kerangka tetap menjaga prinsip syar’i untuk semua aspek.

Maka kami, layanan rumah aqiqah Magetan terpanggil untuk membantu dan memudahkan bagi anda yang belum beraqiqah.

Ciri-ciri Kambing Aqiqah Sesuai Syar’i:

  1. Hewan sembelihan aqiqah boleh dengan kambing atau domba (jantan maupun betina)
    Tidak sah aqiqah jika dilakukan dengan hewan selain di atas, seperti ayam, kelinci, atau burung sebagaimana pendapat para ahlul hadits dan fuqaha.
  2. Cukup Umur
    Kambing berumur minimal satu tahun dan sudah berganti gigi seri bagian depan.
  3. Hewan sehat an tidak cacat
    Mata tidak boleh cacat atau buta sebelah. Ekor dan telinga tidak terpotong atau robek. Tidak memiliki cacat seperti kudung kaki, terpotong hidungnya atau sebagainya. Kambing tidak dalam keadaan sakit yang dapat membahayakan kehidupan kambing. Kita juga harus memastikan bahwa kambing tersebut memiliki tanduk yang utuh dan tidak patah.
  4. Gemuk dan memiliki daging banyak
    Kambing harus gemuk dan memiliki daging yang cukup banyak agar semakin banyak orang yang merasakan manfaatnya.

Mengapa Harus Memilih Rumah Aqiqah Magetan?
1. Kambing berkualitas tinggi dan telah memenuhi syarat untuk aqiqah
2. Kambing disembelih oleh ahlinya sesuai syariat Islam (wajib dan sunnah)
3. Kambing dapat dilihat dan dipilih langsung di kandang
4. Kami melayani Jasa Aqiqah untuk daerah Sekarisidenan Kediri
5. GRATIS biaya pemotongan
6. Kambing potong sehat, baik/sesuai syariah
7. Menu bervariatif: Sate, Gulai, Sop, Tongseng, Semur dll.
8. Pembayaran setelah barang sampai / transfer.
9. Siap menyalurkan kepada yang berhak: pondok pesantren, panti asuhan dan fakir miskin

Fasilitas yang di berikan Rumah Aqiqah Magetan?
www.aqiqahberkah.com memberikan fasilitas layanan Aqiqah atau Qurban via Online kepada semua Pelanggan dengan kelengkapan sebagai berikut:
• Kelengkapan Makanan
• Minuman
• Buah Segar
• Sertifikat Pelaksanaan
• Berkas Laporan Pelaksanaan

Aqiqah Mandiri sesuai Syar’i. Pesan masakan Aqiqah pada Kami untuk Acara sendiri / dikelola sendiri. Berikut fasilitasnya:
# 250 Tusuk Sate
# 1 Panci Gule
# Sertifikat Aqiqah
# Laporan Aqiqah
# Gratis Buku Risalah Aqiqah
# Gratis Ongkos Kirim

Ataas dasar itu, maka sangat layak Rumah Aqiqah Magetan menjadi mitra anda (Bapak/Ibu) dalam mempersiapkan tasyakuran, aqiqah, kurban, dll. Karena :

  1. Sesuai dengan syariat islam.
  2. Manfaat : hasil aqiqah akan dipergunakan untuk pembangunan PP. Al-Ihsan dan SMP Bina Insan Mandiri.
  3. Memudahkan : anda dan keluarga besar tidak perlu repot, karena kamilah mitra yang akan membantu keperluan anda.
  4. Tepak waktu : masakan akan diantar tepat waktu sesuai keinginan pelanggan.
  5. Bersertifikat : setiap pemesanan aqiqah atau tasyakuran atau qurban, akan kita terbitkan sertifikat. Sertifikat dikeluarkan oleh Badan Wakaf Peduli Dhuafa.
  6. Bonus : setiap pemesanan 1 ekor akan mendapat bonus 50 buku risalah aqiqah atau sesuai kebutuhan pelanggan.
  7. Bisa membantu mengantar makanan ke yayasan yatim piatu, ponpes dan desa terpencil sesuai permintaan.

Kelahiran si bayi kecil nan mungil tentu menjadi kebahagiaan tersendiri. Tentunya kita harus mengungkapkan rasa syukur kepada Allah dengan benar, tepat dan sesuai dengan kehendak-Nya. Maka sudah sepatutnya kita melaksanakan sunnah Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam, yaitu melaksanakan aqiqah.

Dan sudah menjadi fenomena terkini bahwa banyak dari masyarakat kita yang kurang peduli dengan masalah aqiqah. Mereka sudah bisa membeli rumah, sudah bisa membeli mobil bahkan sudah bisa berangkat umroh, tetapi belum mengaqiqahi anak mereka.

Segera pesan paket aqiqah di Rumah Aqiqah Bojonegoro SEKARANG JUGA. Kami akan menyediakan paket aqiqah murah dengan kriteria kambing memenuhi syar’i, penyembelihan secara islami, mudah, praktis dan nyaman dengan pilihan harga yang bervariasi. Sekali lagi, telepon dan pesan catering aqiqah kami segera.

Alasan Aqiqah Lewat Rumah Aqiqah Magetan?
Rumah Aqiqah Magetan merupakan sebuah unit usaha yang digagas oleh badan wakaf peduli dhuafa. Badan wakaf peduli dhuafa merupakan sebuah lembaga visioner dan inspirator kemandirian, dimana karyawan yang tergabung dalam lembaga ini berkomitmen untuk mentasrufkan dana ZISWAF-nya 100% kepada orang-orang yang membutuhkan. Gaji karyawan akan diambilkan dari unit usaha yang demikiannya, diantaranya peternakan sapi,cetering aqiqah, pengelolaan hewan qurban.

Jenis aqiqah yang ada di Rumah Aqiqah Magetan sebagai berikut :

1. Aqiqah Mandiri
• Dikirim ke rumah Sohibul Aqiqah.
• Wilayah Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Kediri, malang, Tulungagung, Madiun, Bojonegoro dan Sekitarnya.
• Pilihan menu (pengganti sate) lapis, Krengseng, sate rebus, rendang, dendang ragi, rawon.

Aqiqah Mandiri Dengan Kambing Betina

mandiri
Aqiqah Mandiri dengan Kambing Jantan

mandiri1

2. Aqiqah Peduli (Tebar Aqiqah Berkah)
• Dikemas dalam benttuk walimatul aqiqah.
• Masakan di antar ke panti asuhan, masyarakat yang membutuhkan, pondok pesantren, desa binaan lengkap dengan nasi, kerupuk, buah dan air mineral.
• Shohibul aqiqah akan mendapatkan foto hewan aqiqah. Ucapan terima kasih dari wakil penerima aqiqah, laporan dan dokumentasi pelaksanaan aqiqah.

Aqiqah Peduli dengan Kambing Betina

peduli
Aqiqah Peduli dengan Kambing Jantan

peduli1

CARA MUDAH PEMESANAN Rumah Aqiqah Magetan, sebagai berikut:

1. Silahkan Anda telephone Kami, Kami akan memberikan penjelasan yang lebih detail.

WA : +6281335680602
BBM : 7C0B38CE
TELPON/SMS : 085749622504

2. Atau juga bisa Informasikan kepada Kami lewat SMS atau email: Nama Anak, Tempat tanggal lahir, Nama Bapak & Ibu, Tanggal permintaan pelaksanaan aqiqah, Alamat pengiriman laporan Aqiqah Anda.
3. Transfer dana ke nomor rekening lembaga (a.n. Peduli Dhuafa).

Bank Syariah Mandiri
NO. Rek. 703-691-2191
an. Peduli Dhuafa
BRI
NO. Rek. 0056-01002879-53-1
an. Peduli Dhuafa

4. Konfirmasikan kepada Kami bila sudah transfer.
5. Sesuai tanggal yang disepakati, aqiqah akan Kami laksanakan.
6. H+ 3 laporan Kami kirim via pos ke alamat yang ditentukan.
7. Laporan sampai di shohibul aqiqah (perkiraan H+5 dan seterusnya, mohon konfirmasi apabila Laporan Aqiqah sudah diterima atau belum sampai di tempat Anda)

Tags: , , , , , ,