Rumah Aqiqah Lamongan

Rumah Aqiqah Lamongan

Hello sahabat Aqiqah Lamongan. Gimana kabar kalian sobat?fine kan pastinya. Nah kini Aqiqah Berkah Hadir di kota Lamongan, yang akan membantu sahabat-sahabat yang berada di Lamongan untuk melaksanakan sunnah Rasulullah SAW yaitu Aqiqah. Sebelum kita masuk ke Aqiqah Lamongan, kami mau mengulas maqiqah. Mari kawan…..

kambing aqiqah
Aqiqah
Seorang anak yang terlahir kedunia ini tergadaikan dengan aqiqahnya. Diriwayatkan dari Samurah r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda;
“Setiap anak tergadaikan dengan „aqiqahnya; ia disembelih pada hari ketujuh (dari kelahirannya), dicukur, dan diberi nama.” (HR. Tirmidzi Juz 4 : 1522, Abu Dawud : 2837, Ibnu Majah : 3165)

Atha’ dan Imam Ahmad n berpendapat bahwa maksud tergadai ialah terhalang untuk memberikan syafa’at kepada kedua orang tuanya, jika ia meninggal diwaktu masih kecil, namum belum di‟aqiqahi. Aqiqah juga disyari‟atkan pada umat-umat terdahulu. Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., sesungguhnya Nabi SAW bersabda;
“Sesungguhnya orang-orang yahudi meng‟aqiqahi anak-anak laki-laki tetapi tidak meng‟aqiqahi anak-anak perempuan. „Aqiqahilah anak laki-laki 2(dua) ekor kambing dan untuk anak perempuan seekor kambing.” (HR. Baihaqi Juz 9 : 19065)

DEFINISI ’AQIQAH
Aqiqah adalah hewan yang disembelih kerena kelahiran anak sebagai rasa syukur kepada Allah SWT dengan niat dan syarat-syarat tertentu.

HUKUM ’AQIQAH
Hukum aqiqah adalah Sunnah Muakkadah, ini adalah pendapat mayoritas ulama’ dari kalangan sahabat, tabi’in, dan para ahli fiqih. Ini juga merupakan pendapat para ulama’ penganut madzhab Syafi’i, Maliki, dan merupakan pendapat terkuat dalam madzhab Hambali. Diantara dalil yang menunjukkan diperintahkannya ‟aqiqah adalah hadits dari Salman bin ‘Amir r.a. ia berkata, Rasulullah SAW bersabda;
”Seorang anak (terkait) dengan aqiqah(nya). Maka tumpahkanlah darah (hewan aqiqah) untuknya dan singkirkanlah kotoran darinya.” (HR. Baihaqi Juz 9 : 19046)

Yahya bin Sa’id Al-Anshari (guru Imam Malik) berkata; ”Aku berjumpa dengan generasi (para sahabat). Mereka tidak pernah meninggalkan ‟aqiqah, baik untuk anak laki-laki maupun anak perempuan.”
Adapun dalil yang memalingkannya dari hukum wajib, diantaranya adalah sabda Rasulullah SAW; ”Barangsiapa dilahirkan anak baginya, maka jika ia ingin menyembelih (kambing untuk anaknya), maka hendaknya ia menyembelih.” (HR. Abu Dawud : 2842)

Imam Malik rahimahullah mengatakan dalam kitabnya Al-Muwaththa’ ; ‟Aqiqah (hukumnya adalah) tidak wajib, akan tetapi dianjurkankan untuk dikerjakan. Ia merupakan amalan yang tidak pernah ditinggalkan oleh manusia, menurut kami.”

Imam Ahmad sering ditanya tentang hukum aqiqah apakah wajib? Maka beliau menjawab, ”Tidak, akan tetapi Barangsiapa yang ingin menyembelih, maka hendaklah ia menyembelih.”

WAKTU AQIQAH

Berdasarkan hadist no.2 dari Samurah bin Jundab. Para ulama berpendapat dan sepakat bahwa waktu aqiqah yang tepat paling utama adalah hari ketujuh dari hari kelahirannya. Namun mereka berselisih pendapat tentang bolehnya melaksanakan aqiqah sebelum hari ketujuh atau sesudahnya. Al-Hafidz Ibnu Hajar رحمه الله berkata dalam kitabnya “Fathul Bari” (9/594):

“Sabda Rasulullah pada perkataan ‘pada hari ketujuh kelahirannya’ (hadist no.2), ini sebagai dalil bagi orang yang berpendapat bahwa waktu aqiqah itu adanya pada hari ketujuh dan orang yang melaksanakannya sebelum hari ketujuh berarti tidak melaksanakan aqiqah tepat pada waktunya. bahwasannya syariat aqiqah akan gugur setelah lewat hari ketujuh. Dan ini merupakan pendapat Imam Malik. Beliau berkata: “Kalau bayi itu meninggal sebelum hari ketujuh maka gugurlah sunnah aqiqah bagi kedua orang tuanya.”

Sebagian membolehkan melaksanakannya sebelum hari ketujuh. Pendapat ini dinukil dari Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam kitabnya “Tuhfatul Maudud” hal.35. Sebagian lagi berpendapat boleh dilaksanakan setelah hari ketujuh. Pendapat ini dinukil dari Ibnu Hazm dalam kitabnya “al-Muhalla” 7/527.

Sebagian ulama lainnya membatasi waktu pada hari ketujuh dari hari kelahirannya. Jika tidak bisa melaksanakannya pada hari ketujuh maka boleh pada hari ke-14, jika tidak bisa boleh dikerjakan pada hari ke-21. Berdalil dari riwayat Thabrani dalm kitab “As-Shagir” (1/256) dari Ismail bin Muslim dari Qatadah dari Abdullah bin Buraidah:
“Kurban untuk pelaksanaan aqiqah, dilaksanakan pada hari ketujuh atau hari ke-14 atau hari ke-21.”

AQIQAH SETELAH DEWASA?

Sebagian ulama mengatakan: “Seseorang yang tidak diaqiqahi pada masa kecilnya maka boleh melakukannya sendiri ketika sudah dewasa”. Mungkin mereka berpegang dengan hadist Anas رضي الله عنه yang berbunyi:

عَقَّ عَنْ نَفْسِهِ بَعْدَ مَابُعِثَ نَبِيَّا

“Rasulullah mengaqiqahi dirinya sendiri setelah beliau diangkat sebagai nabi.”
Sebenarnya mereka tidak punya hujjah sama sekali karena hadistnya dhaif dan mungkar. Telah dijelaskan pula bahwa nasikah atau aqiqah hanya pada satu waktu (tidak ada waktu lain) yaitu pada hari ketujuh dari hari kelahirannya. Tidak diragukan lagi bahwa ketentuan waktu aqiqah ini mencakup orang dewasa maupun anak kecil.

AQIQAH UNTUK ANAK LAKI-LAKI DUA KAMBING DAN PEREMPUAN SATU KAMBING

Berdasarkan hadist no.3 dari Aisyah dan hadits no.5 dan ‘Amr bin Syu’aib. “Setelah menyebutkan dua hadist diatas, al-Hafidz Ibnu Hajar berkata dalam “Fathul Bari” (9/592): “Semua hadist yang semakna dengan ini menjadi hujjah bagi jumhur ulama dalam membedakan antara bayi laki-laki dan bayi perempuan dalam masalah aqiqah.”

Imam Ash-Shan’ani رحمه الله dalam kitabnya “Subulus Salam” (4/1427) mengomentari hadist Aisyah tersebut diatas dengan perkataannya: “Hadist ini menunjukkan bahwa jumlah kambing yang disembelih untuk bayi perempuan ialah setengah dari bayi laki-laki.”

Al-‘Allamah Shiddiq Hasan Khan رحمه الله dalam kitabnya “Raudhatun Nadiyyah” (2/26) berkata: “Telah menjadi ijma’ ulama bahwa aqiqah untuk bayi perempuan adalah satu kambing.”

Penulis berkata: “Ketetapan ini (bayi laki-laki dua kambing dan perempuan satu kambing) tidak diragukan lagi kebenarannya.”

BOLEH AQIQAH BAYI LAKI-LAKI DENGAN SATU KAMBING

Berdasarkan hadist no. 4 dari Ibnu Abbas. Sebagian ulama berpendapat boleh mengaqiqahi bayi laki-laki dengan satu kambing yang dinukil dari perkataan Abdullah bin ‘Umar, ‘Urwah bin Zubair, Imam Malik dan lain-lain mereka semua berdalil dengan hadist Ibnu Abbas diatas.

Tetapi al-Hafidz Ibnu Hajar رحمه الله berkata dalam kitabnya “Fathul Bari” (9/592): “…..meskipun hadist riwayat Ibnu Abbas itu tsabit (shahih), tidaklah menafikan hadist mutawatir yang menentukan dua kambing untuk bayi laki-laki. Maksud hadist itu hanyalah untuk menunjukkan bolehnya mengaqiqahi bayi laki-laki dengan satu kambing….”

Sunnah ini hanya berlaku untuk orang yang tidak mampu melaksanakan aqiqah dengan dua kambing. Jika dia mampu maka sunnah yang shahih adalah laki-laki dengan dua kambing.

PERSYARATAN KAMBING AQIQAH TIDAK SAMA DENGAN KAMBING KURBAN [IDUL ADHA]

Penulis mengambil hujjah ini berdasarkan pendapat dari Imam As-Shan’ani, Imam Syaukani, dan Iman Ibnu Hazm bahwa kambing aqiqah tidak disyaratkan harus mencapai umur tertentu atau harus tidak cacat sebagaimana kambing Idul Adha, meskipun yang lebih utama adalah yang tidak cacat.

Imam As-Shan’ani dalam kitabnya “Subulus Salam” (4/1428) berkata: “Pada lafadz syaatun (dalam hadist sebelumnya) menunjukkan persyaratan kambing untuk aqiqah tidak sama dengan hewan kurban. Adapun orang yang menyamakan persyaratannya, mereka hanya berdalil dengan qiyas.”

Imam Syaukhani dalam kitabnya “Nailul Authar” (6/220) berkata: “Sudah jelas bahwa konsekuensi qiyas semacam ini akan menimbulkan suatu hukum bahwa semua penyembelihan hukumnya sunnah, sedang sunnah adalah salah satu bentuk ibadah. Dan saya tidak pernah mendengar seorangpun mengatakan samanya persyaratan antara hewan kurban (Idul Adha) dengan pesta-pesta (sembelihan) lainnya. Oleh karena itu, jelaslah bagi kita bahwa tidak ada satupun ulama yang berpendapat dengan qiyas ini sehingga ini merupakan qiyas yang bathil.”

Imam Ibnu Hazm dalam kitabnya “Al-Muhalla” (7/523) berkata: “Orang yang melaksanakan aqiqah dengan kambing yang cacat, tetap sah aqiqahnya sekalipun cacatnya termasuk kategori yang dibolehkan dalam kurban Idul Adha ataupun yang tidak dibolehkan. Namun lebih baik (afdhol) kalau kambing itu bebas dari catat.”

DISUNNAHKAN MEMASAK DAGING SEMBELIHAN AQIQAH DAN TIDAK MEMBERIKANNYA DALAM KEADAAN MENTAH

Imam Ibnu Qayyim رحمه الله dalam kitabnya “Tuhfathul Maudud” hal.43-44, berkata: “Memasak daging aqiqah termasuk sunnah. Yang demikian itu, karena jika dagingnya sudah dimasak maka orang-orang miskin dan tetangga (yang mendapat bagian) tidak merasa repot lagi. Dan ini akan menambah kebaikan dan rasa syukur terhadap nikmat tersebut. Para tetangga, anak-anak dan orang-orang miskin dapat menyantapnya dengan gembira. Sebab orang yang diberi daging yang sudah masak, siap makan, dan enak rasanya, tentu rasa gembiranya lebih dibanding jika daging mentah yang masih membutuhkan tenaga lagi untuk memasaknya….Dan pada umumnya, makanan syukuran (dibuat dalam rangka untuk menunjukkan rasa syukur) dimasak dahulu sebelum diberikan atau dihidangkan kepada orang lain.”

TIDAK SAH AQIQAH SESEORANG KALAU DAGING SEMBELIHANNYA DIJUAL

Imam Ibnu Qayyim رحمه الله dalam kitabnya “Tuhfathul Maudud” hal.51-52, berkata : “Aqiqah merupakan salah satu bentuk ibadah (taqarrub) kepada Alloh Ta’ala. Barangsiapa menjual daging sembelihannya sedikit saja maka pada hakekatnya sama saja tidak melaksanakannya. Sebab hal itu akan mengurangi inti penyembelihannya. Dan atas dasar itulah, maka aqiqahnya tidak lagi sesuai dengan tuntunan syariat secara penuh sehingga aqiqahnya tidak sah. Demikian pula jika harga dari penjualan itu digunakan untuk upah penyembelihannya atau upah mengulitinya” [lihat pula “Al-Muwaththa” (2/502) oleh Imam Malik].

Nah itulah mungkin yang dapat kami sampaikan mengenai aqiqah. Semoga ulasan di atas tersebut dapat bermanfaat bagi anda .Amiiinnnn…

Selanjutnya pembahasan sesuai dengan topik utama yaitu Rumah Aqiqah Lamongan. Yuk lanjut membacanya sahabat-sahabat Rumah Aqiqah Lamongan…

Rumah aqiqah Lamongan merupakan sebuah usaha yang bergerak di bidang produk &jasa penyediaan kambing dan sapi beserta jasa pemotongan, pengolahan, pengantaran, dan penyaluran serta menerima pesanan paket nasi box untuk kebutuhan aqiqah,qurban atau kebutuhan lainnya.

Dalam melayani kebutuhan aqiqah, rumah aqiqah Lamongan selalu berusaha mengedepankan prinsip profesionalitas dan kemudahan dalam kerangka tetap menjaga prinsip syar’i untuk semua aspek.

Maka kami, layanan rumah aqiqah Lamongan terpanggil untuk membantu dan memudahkan bagi anda yang belum beraqiqah.

Ciri-ciri Kambing Aqiqah Sesuai Syar’i:

  1. Hewan sembelihan aqiqah boleh dengan kambing atau domba (jantan maupun betina)
    Tidak sah aqiqah jika dilakukan dengan hewan selain di atas, seperti ayam, kelinci, atau burung sebagaimana pendapat para ahlul hadits dan fuqaha.
  2. Cukup Umur
    Kambing berumur minimal satu tahun dan sudah berganti gigi seri bagian depan.
  3. Hewan sehat an tidak cacat
    Mata tidak boleh cacat atau buta sebelah. Ekor dan telinga tidak terpotong atau robek. Tidak memiliki cacat seperti kudung kaki, terpotong hidungnya atau sebagainya. Kambing tidak dalam keadaan sakit yang dapat membahayakan kehidupan kambing. Kita juga harus memastikan bahwa kambing tersebut memiliki tanduk yang utuh dan tidak patah.
  4. Gemuk dan memiliki daging banyak
    Kambing harus gemuk dan memiliki daging yang cukup banyak agar semakin banyak orang yang merasakan manfaatnya.

Mengapa Harus Memilih Rumah Aqiqah Lamongan?
1. Kambing berkualitas tinggi dan telah memenuhi syarat untuk aqiqah
2. Kambing disembelih oleh ahlinya sesuai syariat Islam (wajib dan sunnah)
3. Kambing dapat dilihat dan dipilih langsung di kandang
4. Kami melayani Jasa Aqiqah untuk daerah Sekarisidenan Kediri
5. GRATIS biaya pemotongan
6. Kambing potong sehat, baik/sesuai syariah
7. Menu bervariatif: Sate, Gulai, Sop, Tongseng, Semur dll.
8. Pembayaran setelah barang sampai / transfer.
9. Siap menyalurkan kepada yang berhak: pondok pesantren, panti asuhan dan fakir miskin

Fasilitas yang di berikan Rumah Aqiqah Lamongan?
www.aqiqahberkah.com memberikan fasilitas layanan Aqiqah atau Qurban via Online kepada semua Pelanggan dengan kelengkapan sebagai berikut:
• Kelengkapan Makanan
• Minuman
• Buah Segar
• Sertifikat Pelaksanaan
• Berkas Laporan Pelaksanaan

Aqiqah Mandiri sesuai Syar’i. Pesan masakan Aqiqah pada Kami untuk Acara sendiri / dikelola sendiri. Berikut fasilitasnya:
# 250 Tusuk Sate
# 1 Panci Gule
# Sertifikat Aqiqah
# Laporan Aqiqah
# Gratis Buku Risalah Aqiqah
# Gratis Ongkos Kirim

Ataas dasar itu, maka sangat layak Rumah Aqiqah Lamongan menjadi mitra anda (Bapak/Ibu) dalam mempersiapkan tasyakuran, aqiqah, kurban, dll. Karena :

  1. Sesuai dengan syariat islam.
  2. Manfaat : hasil aqiqah akan dipergunakan untuk pembangunan PP. Al-Ihsan dan SMP Bina Insan Mandiri.
  3. Memudahkan : anda dan keluarga besar tidak perlu repot, karena kamilah mitra yang akan membantu keperluan anda.
  4. Tepak waktu : masakan akan diantar tepat waktu sesuai keinginan pelanggan.
  5. Bersertifikat : setiap pemesanan aqiqah atau tasyakuran atau qurban, akan kita terbitkan sertifikat. Sertifikat dikeluarkan oleh Badan Wakaf Peduli Dhuafa.
  6. Bonus : setiap pemesanan 1 ekor akan mendapat bonus 50 buku risalah aqiqah atau sesuai kebutuhan pelanggan.
  7. Bisa membantu mengantar makanan ke yayasan yatim piatu, ponpes dan desa terpencil sesuai permintaan.

Kelahiran si bayi kecil nan mungil tentu menjadi kebahagiaan tersendiri. Tentunya kita harus mengungkapkan rasa syukur kepada Allah dengan benar, tepat dan sesuai dengan kehendak-Nya. Maka sudah sepatutnya kita melaksanakan sunnah Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam, yaitu melaksanakan aqiqah.

Dan sudah menjadi fenomena terkini bahwa banyak dari masyarakat kita yang kurang peduli dengan masalah aqiqah. Mereka sudah bisa membeli rumah, sudah bisa membeli mobil bahkan sudah bisa berangkat umroh, tetapi belum mengaqiqahi anak mereka.

Segera pesan paket aqiqah di Rumah Aqiqah Lamongan SEKARANG JUGA. Kami akan menyediakan paket aqiqah murah dengan kriteria kambing memenuhi syar’i, penyembelihan secara islami, mudah, praktis dan nyaman dengan pilihan harga yang bervariasi. Sekali lagi, telepon dan pesan catering aqiqah kami segera.

Alasan Aqiqah Lewat Rumah Aqiqah Lamongan?
Rumah Aqiqah Lamongan merupakan sebuah unit usaha yang digagas oleh badan wakaf peduli dhuafa. Badan wakaf peduli dhuafa merupakan sebuah lembaga visioner dan inspirator kemandirian, dimana karyawan yang tergabung dalam lembaga ini berkomitmen untuk mentasrufkan dana ZISWAF-nya 100% kepada orang-orang yang membutuhkan. Gaji karyawan akan diambilkan dari unit usaha yang demikiannya, diantaranya peternakan sapi,cetering aqiqah, pengelolaan hewan qurban.

Jenis aqiqah yang ada di Rumah Aqiqah Lamongan sebagai berikut :

Aqiqah Peduli (Tebar Aqiqah Berkah)

  1. Dikemas dalam benttuk walimatul aqiqah.
  2. Masakan di antar ke panti asuhan, masyarakat yang membutuhkan, pondok pesantren, desa binaan lengkap dengan nasi, kerupuk, buah dan air mineral.
  3. Shohibul aqiqah akan mendapatkan foto hewan aqiqah. Ucapan terima kasih dari wakil penerima aqiqah, laporan dan dokumentasi pelaksanaan aqiqah.

Aqiqah Peduli dengan Kambing Betina

peduli
Aqiqah Peduli dengan Kambing Jantan

peduli1

CARA MUDAH PEMESANAN Rumah Aqiqah Lamongan, sebagai berikut:
1. Silahkan Anda telephone Kami, Kami akan memberikan penjelasan yang lebih detail.

WA : +6281335680602
BBM : 7C0B38CE
TELPON/SMS : 085749622504

2. Atau juga bisa Informasikan kepada Kami lewat SMS atau email: Nama Anak, Tempat tanggal lahir, Nama Bapak & Ibu, Tanggal permintaan pelaksanaan aqiqah, Alamat pengiriman laporan Aqiqah Anda.
3. Transfer dana ke nomor rekening lembaga (a.n. Peduli Dhuafa).

Bank Syariah Mandiri
NO. Rek. 703-691-2191
an. Peduli Dhuafa
BRI
NO. Rek. 0056-01002879-53-1
an. Peduli Dhuafa

4. Konfirmasikan kepada Kami bila sudah transfer.
5. Sesuai tanggal yang disepakati, aqiqah akan Kami laksanakan.
6. H+ 3 laporan Kami kirim via pos ke alamat yang ditentukan.
7. Laporan sampai di shohibul aqiqah (perkiraan H+5 dan seterusnya, mohon konfirmasi apabila Laporan Aqiqah sudah diterima atau belum sampai di tempat Anda)

Tags: , , , , , ,