Peternakan kambing Jawa

Peternakan Kambing Jawa

kambing-kacang
Hello para sahabat-sahabat Aqiqah Berkah. Gimana kabarnya hari ini?baik kan. Kini kami mengulas mengenai peternakan kambing jawa. Tapi sebelumnya kami akan mengulas mengenai pengertian kambing dan cara pemilihan kambing. Yukk langsung saja di baca..

Domba dan kambing sebenarnya merupakan hewan yang serupa tetapi tidak sama. Perbedaan terletak pada penampakan tubuhnya dan sifat-sifatnya. Berdasarkan kedua perbedaan tersebut, maka kedua hewan ruminansia kecil ini dibedakan menjadi domba dan kambing. Berdasarkan penampakan tubuh luarnya, domba memiliki tubuh lebih bulat, sedangkan pada kambing tubuhnya lebih ramping.

Domba memiliki bulu yang tebal, sedangkan pada kambing bulunya lebih tipis dan halus sehingga apabila dilihat sepintas nampak tidak berbulu. Domba paa umumnya memiliki tanduk yang berbentuk segitiga, membelit, atau spiral, sedangkan pada kambing tanduknya berbentuk pipih. Bangsa domba umumnya tidak berjenggot, sedangkan kambing pada umumnya berjenggot.

Berdasarkan sifat-sifat nya, domba memiliki sifat lebih suka hidup bersama atau berkelompok dan tidak bersifat liar. Hal ini berlainan dengan ternak kambing yang lebih suka hidup bebas dan bersifat liar walaupun mudah dijinakkan. Kambing akan mudah menjadi liar kembali apabila mendapat kesempatan hidup bebas. Kambing mempunyai kemampuan membela diri dan suka berkelahi sehingga seringkali dijadikan hewan aduan.

Tips Memilih kambing yang Sehat :

  1. Hewan aqiqah harus cukup umur. Untuk kambing, umur ideal dijadikan hewan aqiqah adalah 12 – 18 bulan. Untuk mengetahuinya, bisa dilihat dari catatan kelahiran atau gigi susu yang dimiliki kambing. Bila gigi susu telah tanggal, kambing tersebut sudah cukup umur.
  2. Amati aktivitas si kambing. Bila pergerakannya aktif saat didekati, kambing tersebut sehat. Selain itu, kambing yang sehat memiliki selera makan yang baik.
  3. Memiliki bulu yang halus, mengilap, tidak rontok, tidak ada perubahan warna, dan tidak dihinggapi parasit kulit.
  4. Matanya bersinar jernih, terbuka penuh, pupil bereaksi cepat, tidak keluar air, tidak berwarna merah, dan selaput lendir kelopak mata bagian dalam berwarna merah terang. Hindari membeli kambing yang matanya berwarna keruh. Ciri ini menandakan kambing tersebut sedang sakit.
  5. Bentuk tubuhnya standart dan tidak cacat.
  6. Perhatikan mulutnya. Jika sering mengeluarkan banyak air liur dan terdapat bintil-bintil merah di dalam mulutnya, berarti kambing tersebut sedang sakit.
  7. Perhatikan kondisi fisik lainnya, seperti hidung, mulut, kuku, kulit,bulu ekor, dan bagian dubur hewan tersebut. Pastikan semua dalam kondisi baik dan bersih.
  8. Hati-hati ketika membeli kambing saat musim hujan. Pasalnya, pada musim hujan, kambing rawan mengalami diare atau cacingan.

Ternak kambing jawa sebenernya sudah menjadi kegiatan yang biasa dilakukan oleh masyarakat, terutama masyarakat pedesaan. Kambing memang salah satu ternak yang paling banyak dipelihara oleh masyarakat pedesaan atau pun perkotaan. Permintaan akan ketersediaan kambing yang selalu meningkat setiap bulan, hal itu bisa di buuktikan dari meningkatnya konsumsi berbagai olahan makanan dari daging kambing.

Kambing jawa
Kambing jawa sangat cepat berkembang biak karena pada umur 15 -18 bulan sudah bisa menghasilkan keturunan. Kambing ini cocok untuk penghasil daging karena sangat prolifik (sering melahirkan anak kembar dua). Terkadang dalam satu kelahiran menghasilkan keturunan kembar tiga setiap induknya. Kambing jawa berkembang biak sepanjang tahun.

Kambing jawa merupakan kambing asli Indonesia dan Malaysia. Sifatnya lincah, tahan terhadap berbagai kondisi, dan mampu beradaptasi dengan baik di berbagai lingkungan alam setempat. Kambing jawa dapat hidup dengan perawatan yang seadanya, bahkan hampir tidak memerlukan pemeliharaan sama sekali. Hewan ini sering dibiarkan mencari pakan sendiri, kawin, dan beranak tanpa bantuan pemilik ternak. Produk yang dihasilkan terutama dimanfaatkan dalam bentuk daging dan kulit.

Ciri-ciri kambing jawa adalah sebagai berikut :

  1. Bulu pendek dan berwarna tunggal (putih, hitam dan cokelat).
    Adapula yang wwarna bulunya berasal dari campuran ketiga warna tersebut.
  2. Kambing jantan maupun betina memiliki tanduk. Tanduknya berbentuk pedang, melengkung ke atas sampai ke belakang.
  3. Telinga pendek dan menggantung.
  4. Janggut selalu terdapat pada jantan, sementara pada betina jarang ditemukan.
  5. Leher pendek dan punggung melengkung.
  6. Bobot kambing jantan dewasa rata-rata 25 kg dan betina dewasa 20 kg. Tinggi tubuh (gumba) jantan 60-65 cm dan betina 56 cm.
  7. Kambing jantan berbulu surai panjang dan kasar sepanjang garis leher, pundak, punggung, sampai ekor.
  8. Tingkat kesuburan tinggi.
  9. Tahan penyakit.
  10. Kemampuan hidup saat lahir 100% dan kemampuan hidup dari lahir sampai sapih 79,4 %.
  11. Kemungkinan induk melahirkan anak kembar dua sekitar 52,2 %, kembar tiga 2,6 % dan tunggal 44,9 %.
  12. Kambing jawa jantan muda mencapai dewasa kelamin umur 19-25 minggu atau 135-173 hari, sementara betina pada umur 153-454 hari atau rata-rata pada umur 307,72 hari.
  13. Persentase kerkas 44-51%.
  14. Kambing betina pertama kali beranak umur 12-13 bulan.
  15. Rata-rata bobot anak lahir sekitar 3,28 kg.
  16. Total bobot sapih (umur 90 hari) sekitar 10,12 kg.

Di sulawesi terdapat ternak kambing yang mirip kambing jawa dan disebut kambing marica. Ukurannya lebih kecil dibandingkan kambing jawa dan tidak bertanduk.

Nah mungkin itulah yang bisa kami sampaikan mengenai peternakan kambing jawa. Semoga apa yang kami sampaikan di atas tersebut berguna dan bermanfaat untuk anda semuanya.

Jika anda akan melakukan aqiqah, segera hubungi kami. Kami akan membantu pelaksanaan aqiqah anda.

 

Untuk Informasi dan Pemesanan bisa Menghubungi :

 

WA                             : +6281335680602

BBM                           : D801E13D

TELPON/SMS            : 085749622504

 

_-_Aqiqah Berkah Siap Membantu Pelaksanaan Aqiqah atau Qurban Anda_-_

Tags: , , , , ,