Perlukah Anak di Imunisasi ?

PERLUKAH ANAK DI IMUNISASI ?

Imunisasi dan vaksinasi seringkali diartikan sama, padahal keduanya tidaklah sama. Yuk simak artikel berikut ini agar tahu lebih dalam mengenai imunisasi dan pentingnya imunisasi bagi anak.

Bayi 1

Aspek Imunisasi

Perlu diketahui bahwa istilah imunisasi dan vaksinasi seringkali diartikan sama. Padahal, tidak lah sama. Imunisasi adalah suatu proses yang bertujuan untuk membuat tubuh kebal terhadap suatu penyakit. Imunisasi dibagi menjadi 2, yakni imunisasi aktif dan imunisasi pasif.

  • Imunisasi aktif adalah suatu tindakan yang dengan sengaja memberikan paparan kepada tubuh dari antigen yang berasal dari suatu patogen, dengan harapan tubuh akan membentuk sistem kekebalan terhadap patogen tersebut. Imunisasi aktif sering disebut dengan vaksinasi.
  • Imunisasi pasif adalah memberikan imunoglobulin (kekebalan yang sudah jadi) kepada tubuh seseorang sehingga dapat memberikan perlindungan dengan segera dan cepat yang seringkali dapat terhindar dari kematian. Perlindungan tersebut tidaklah permanen melainkan berlangsung beberapa minggu saja. Begitu juga cara tersebut adalah mahal dan memungkinkan anak justru menjadi sakit karena secara kebetulan atau karena suatu kecelakaan serum yang diberikan tidak bersih dan masih mengandung kuman yang aktif.

Pandangan Islam Tentang Imunisasi

Sebelum Rasulullah wafat, tepatnya ketika beliau khutbah pada haji wada’, haji terakhir beliau atau dikenal sebagai haji perpisahan beliau dengan umat Islam, sempat berwasiat:

تركت فيكم امرين لن تضلوا ابدا ما ان تمسكتم بهما كتاب الله وسنة رسوله.

Artinya:

Aku tinggalkan kepadamu dua perkara. Kamu tidak akan tersesat selamanya selagi berpegang teguh keduanya, yaitu kitabullah (Alquran) dan Sunnah Rasulnya – al-Hadis.

Pada masa Rasulullah SAW, masalah vaksinasi dan imunisasi belum terjadi maka belum ada petunjuk sedikitpun tentang imunisasi. Terhadap masalah yang bersifat kontemporer menjadi bahan bagi para ulama untuk berijtihad untuk menemukan solusi hukum perkara tersebut haram atau halal, baik atau buruk, bermanfaat atau berbahaya bagi kesehatan.

Terdapat pro kontra ijtihad yang dilakukan para ulama, ada yang menyatakan haram ada pula yang menghalalkan imunisasi untuk bayi. Berikut ini penjabaran mengenai halal atau bahkan haram imunisasi untuk bayi :

Bayi Gumoh

Halal

Pada prinsipnya vaksinasi dan imunisasi adalah boleh atau halal dikarenakan (1) vaksinasi-imunisasi sangat dibutuhkan sebagaimana penelitian-penelitian di bidang ilmu kedokteran, (2) belum ditemukan bahan lainnya yang mubah, (3) termasuk dalam keadaan darurat,(4) sesuai dengan prinsip kemudahan syariat di saat ada kesempitan atau kesulitan. Ayat tersebut menjelaskan prinsip kemudahan dalam pelaksanaan syariat Islam:

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS al-Baqarah/2 : 172).

Haram

Pendapat haram melakukan vaksinasi – imunisasi untuk bayi adalah karena memasukkan barang najis dan racun ke dalam tubuh manusia. Solusi yang diajukan untuk meningkatkan kekebalan pada manusia selain dengan vaksinasi dan imunisasi adalah dengan memasukkan kurma yang telah dikunyah lembut atau madu ke dalam rongga mulut sang bayi ketika melaksanakan aqiqah anak di hari ketujuh.

Diatas merupakan pengetahuan mengenai halal atau haramnya imunisasi. Sehingga dapat menjadi gambaran dan pandangan bagi para orangtua. Semoga artikel diatas dapat bermanfaat untuk sahabat Aqiqah Berkah yang kini sedang memiliki bayi. Laksanakan sunnah Rosul yakni aqiqah anak di hari ketujuh sejak kelahirannya. Semoga kelak menjadi anak yang sholeh sholehah.

Tags: , , , , , , , , , , ,