Kambing Aqiqah Murah Nganjuk

Kambing Aqiqah Murah Nganjuk

Hello para sahabat Aqiqah Nganjuk. Ketemu lagi dengan kami, kami tidak bosen-bosennya memberikan informasi mengenai aqiqah. Kali ini kami mau mengulas mengenai Kambing Aqiqah Nganjuk.tapi sebelumnya akan kami ulas terlebih dahulu mengenai beternak kambing. Langsung saja lah,…

Aqiqah Berkah
Ternak kambing/domba atau sering disebut juga ternak ruminansia kecil merupakan ternak yang sangat populer di kalangan petani di Indonesia terutama yang berdomisili di areal pertanian/ perkebunan. Selain lebih mudah dipelihara, cepat berkembang biak, dapat memanfaatkan limbah dan hasil ikutan pertanian, ternak kambing/domba juga memiliki pasar yang selalu tersedia setiap saat dan hanya memerlukan modal yang relatif sedikit bila dibandingkan ternak yang lebih besar seperti ternak sapi.

Ternak kambing atau domba tersebar luas di daerah pedesaan yang pemeliharaannya bertujuan sebagai tabungan hidup yang bisa diambil sewaktu-waktu maupun sebagai ternak potong untuk kebutuhan konsumsi. Selain itu banyak manfaat yang bisa diperoleh dari usaha ternak kambing/ domba antara lain :

  1. kotoran (feses) ternak kambing/domba dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik maupun biogas.
  2. Urine kambing/domba juga dapat diolah menjadi pupuk cair.
  3. Bulu (wool) domba dapat pula dimanfaatkan untuk membuat baju hangat atau bahan pengganti kapas/kapuk (untuk bantal, guling, dll.)
  4. Kambing perah (etawah, peranakan etawah, saanen, dll) merupakan jenis ternak kambing yang dapat menghasilkan susu. Susu kambing juga memiliki protein yang tinggi dan dipercaya memiliki khasiat untuk kesehatan dan kecantikan.

Apabila pengelolaan usaha ternak kambing/ domba dapat dilaksanakan secara optimal maka akan lebih memberikan manfaat yang nyata dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan bagi petani peternak. Apalagi apabila didukung dengan ketersediaan sumber daya alam yang mendukung dan memadai sebagai sumber pakan ternak maka usaha ternak kambing/ domba akan lebih mudah untuk dilaksanakan oleh berbagai lapisan masyarakat.

Menyadari berbagai hal tersebut di atas, dengan potensi sumber daya alam yang mendukung maka diharapkan usaha peternakan kambing/ domba yang dibudidayakan oleh peternak akan semakin meningkat. Untuk tujuan tersebut di atas maka salah satu upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan menerbitkan buku praktis beternak kambing/ domba. Diharapkan akan dapat membantu petugas dalam melayani/ membina petani peternak di pedesaan dan sebagai panduan umum bagi petani peternak dalam teknis pemeliharaan ternak kambing/domba.

Perbedaan Kambing dengan Domba
Sepintas kambing memang mirip dengan domba namun jika diteliti lebih jauh, antara keduanya memiliki perbedaan yang mendasar. Sedangkan persamaan antara kambing dan domba adalah bentuk, berat badan, siklus reproduksi dan jumlah anak yang dilahirkan. Jika kambing dan domba dikawinkan maka akan memiliki keturunan yang fertil, karena perbedaan jumlah kromosom.

Kambing
1. Jumlah kromosom 60
2. Ekornya Berdiri, kecuali jika ketakutan atau sakit
3. Tingkah laku makan dengan cara mengunyah pakan hijauan (brosers)
4. Lebih menyukai dedaunan, kacang-kacangan atau pepohonan
5. Bulu lurus, tipis dan tidak dicukur
6. Mempunyai Sifat ingin tahu dan lebih Mandiri

Domba
1. Jumlah kromosom 54
2. Ekor domba menggantung ke bawah
3. Merumput dengan memotong rumput sampai di permukaan tanah (grazers)
4. Lebih menyukai rumput di atas tanah
5. Bulu keriting, tebal dan harus dicukur (wool)
6. Senang berkelompok dan sangat gelisah apabila terpisah dari kelompok

PEMILIHAN BIBIT KAMBING/ DOMBA
Pemilihan bibit diperlukan untuk menghasilkan keturunan (anak) yang lebih baik. Pemilihan bibit harus disesuaikan dengan tujuan dari usaha, apakah untuk pedaging, atau perah (misalnya: kambing kacang untuk produksi daging, kambing etawah untuk produksi susu, dll). Secara Umum ciri-ciri bibit yang baik adalah berbadan sehat, tidak cacat, bulu bersih mengkilap serta daya adaptasi terhadap lingkungan tinggi. Berikut ini adalah kriteria ternak kambing/ domba pejantan dan betina yang baik sebagai bibit.

Pejantan
Kondisi tubuh sehat, tubuh besar (sesuai umur), bulu bersih dan mengkilap, badan panjang, kaki lurus, tidak cacat, tumit tinggi, penampilan gagah, aktif dan nafsu kawin tinggi, mudah ereksi, buah zakar normal (2 buah, sama besar dan kenyal), dari keturunan kembar, umur antara 1,5 sampai 3 tahun.

Betina
Kondisi tubuh sehat, tubuh besar, tapi tidak terlalu gemuk dan tidak cacat, tubuh kompak, dada dalam dan lebar, garis punggung dan pinggang lurus, gigi lengkap, mampu merumput dengan baik, rahang atas dan bawah rata bulu bersih dan mengkilap, alat kelamin normal, jinak dan sorot matanya ramah, mempunyai sifat keibuan (mengasuh anak dengan baik), kambing normal (halus kenyal tidak terinfeksi atau terjadi pembengkakan), dari keturunan kembar atau dilahirkan tunggal tapi dari induk yang muda.

Selain hal tersebut di atas kriteria lain yang juga harus diperhatikan adalah kecepatan pertumbuhan berat badan. Dengan memilih ternak yang cepat pertumbuhannya akan dihasilkan keturunan yang baik pula. Oleh karena itu penimbangan bobot badan yang dilaksanakan setiap bulan dapat digunakan untuk mengontrol pertumbuhan badan.

Untuk menghindari penampilan ternak yang semakin jelek, sebaiknya dihindari perkawinan ternak yang masih ada hubungan keluarga dekat (misalnya anak kawin dengan induk/bapak atau antara saudara kandung). Oleh karena itu perlu dicatat asal usul ternak induk-induk kambing/ domba yang produktif harus segera diafkir/ dijadikan ternak potong, karena apabila terus dipelihara akan merugikan secara ekonomi.

REPRODUKSI PADA KAMBING/ DOMBA

Organ Reproduksi Kambing/ Domba
Organ reproduksi adalah bagian organ (alat) kelamin ternak baik jantan maupun betina dimana pada tingkat kematangannya (pada usia tertentu) akan dapat berfungsi untuk berkembang biak.

Untuk dapat berkembang biak organ/ alat kelamin ini harus normal (tidak cacat). Organ alat kelamin betina yang normal terdiri dari sepasang ovarium (indung telur atau alat penghasil sel telur dan saluran reproduksi) yang terdiri dari :

  1. Tuba falopi atau ovidak, merupakan saluran untuk turunnya sel telur dari indung telur menuju rahim
  2. Uterus atau rahim, tempat janin berkembang sampai sesaat lahir
  3. Cervix atau leher rahim, pintu saluran beranak
  4. Vagina, saluran untuk masuknya alat kelamin jantan dan penempatan sperma saat kovulasi (kawin) yang juga merupakan saluran beranak.
  5. Organ alat kelamin jantan yang normal terdiri dari tiga bagian besar yaitu : Gonad atau testes (kelenjar benih), yang merupakan bagian alat kelamin utama, dikenal pula sebagai pabrik sperma. Testis diselaputi/ dibungkus alat pelindung yang disebut scrotum yang berfungsi sebagai alat pengatur suhu agar testis dan epididymis tetap pada suhu 4-7ºC di bawah suhu tubuh.
  6. Saluran reproduksi yang terdiri dari saluran jalan sperma dari kelenjar-kelenjar yang berfungsi mematangkan sperma sebelum dipancarkan.
  7. Alat bagian luar yaitu penis, yang merupakan alat kopulasi dan penyalur sperma dan air kencing (urin).

Mengatur Perkawinan
Kambing/ domba telah dewasa kelamin dapat dikawinkan. Agar kambing/ domba bisa beranak minimal 3 (tiga) kali dalam dua tahun, Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengatur perkawinan adalah :

  1. Kambing/domba betina mencapai dewasa kelamin pada umur 6 s/d 10 bulan, dan sebaiknya dikawinkan pada umur 10-12 bulan atau saat bobot badan mencapai 55 – 60 kg. Untuk kambing jantan dikawinkan setelah umur satu tahun.
  2. Lama birahi 24 – 45 jam, siklus birahi berselang selama 17 – 21 hari.
  3. Tanda-tanda birahi : gelisah, nafsu makan dan minum menurun, ekor sering dikibaskan, sering kencing, kemaluan bengkak dan mau/diam bila dinaiki.
  4. Ratio jantan dan betina = 1 : 10
  5. Masa bunting 144 – 156 hari (± 5 bulan).
  6. Masa melahirkan, penyapihan dan istirahat ± 2 bulan.

Cara Menaksir Umur Kambing/ Domba

  1. Dengan mencatat tanggal lahir Dilakukan pencatatan tanggal lahir di buku ternak atau di dinding kandang. Selanjutnya untuk mengetahui umur ternak tinggal melihat tanggal lahir dan tanggal saat ingin diketahui umurnya.
  2. Dengan melihat keadaan gigi seri Umur ternak kambing/ domba dapat juga diperkirakan dengan melihat keadaan gigi serinya. Ternak ruminansia hanya mempunyai gigi seri di rahang bawah yang berjumlah 4 pasang (8 buah), gigi geraham depan ada 12 buah dan geraham belakang ada 12 buah juga. Jadi jumlah gigi kambing/ domba ada 32 buah. Gigi seri yang tumbuh pada umur muda disebut gigi seri susu. Gigi susu ini kecil dan agak tajam serta tumbuhnya agak renggang satu sama lain. Gigi seri susu ini sifatnya hanya sementara karena suatu saat akan tanggal (rontok) dan digantikan dengan gigi seri tetap. Gigi seri tetap inilah yang dijadikan untuk menaksir umur ternak.

Sedangkan pada ternak tua, ditaksir berdasarkan keausan (pergesekan) gigi seri tetap tersebut. Perlu diketahui bahwa tingkat ketanggalan atau keausan gigi seri ini berhubungan dengan kondisi pakan ternak yang dilepas di padang rumput (diangon), gigi serinya relatif lebih cepat tanggal/ aus daripada ternak yang dikandangkan. Menentukan umur ternak kambing/ domba dapat dijelaskan seperti pada Gambar berikut :

pendugaan umur

Waktu Mengawinkan
Waktu mengawinkan yang tepat adalah 12-18 jam setelah terlihat tanda-tanda birahi. Untuk memudahkan proses kawin dan mengurangi resiko kegagalan, maka kambing betina dan pejantan dikandangkan dalam satu kandang.

Kelahiran
Kambing yang akan melahirkan nampak gelisah, menggaruk-garuk tanah atau lantai kandang, mengembik, pinggul mengendur, ambing sangat besar dan bila dipencet keluar cairan (kolostrum), alat kelamin membengkak dan nafsu makan turun.

Perawatan Anak Kambing Baru Lahir
Kambing yang habis melahirkan kadang-kadang kurang perhatian terhadap anak yang baru saja dilahirkan. Apabila induk tidak mau menyusui, dekatkan induk pada anaknya sehingga anak kambing dapat menyusui. Jika induk tetap tidak mau menyusui, anak kambing dapat diberi susu buatan. Susu buatan ini dapat dibuat dari susu bubuk putih, gula satu sendok teh, satu butir telur ayam dan satu cangkir air matang. Susu buatan ini diberikan dua kali sehari sampai induk mau menyusui sendiri. Kambing akan menyusui 2,5 – 3 bulan, pada sistem peternakan tradisional dapat sampai 5 – 6 bulan.

Nah mungkin itulah sedikit yang dapatkami sampaikan. Selanjutnya kami akan mengulas harga kambing yang ada di nganjuk. Ayo di baca terus guys….

Penentuan harga Jual Kambing
Penentuan harga ketika proses jual beli ternak, umumnya didasarkan pada kondisi fisik (bobot dan kesehatan) ternak. Karena kondisi fisik mencerminkan produksi dan kualitas karkas. Semakin bagus kondisi fisik si ternak, maka harga semakin tinggi. Ada beberapa hal juga menjadi pertimbangan dalam menentukan harga jual ternak. Berikut pertimbangan yang dimaksud.

a. Umur
Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur potong kambing berkorelasi positif dengan keempukkan daging yang dihasilkannya. Artinya, makin tua ternak dipastikan dagingnya lebih liat. Diketahui juga, daging yang berasal dari kambing tua baunya lebih menyengat. Konsumen umumnya lebih suka daging kambing yang empuk. Karena itu, faktor umur cukup memengaruhi harga jual kambing.
Ada tiga tipe daging kambing yang dihasilkan dan dikonsumsi sebagai berikut.
– Daging anak kambing (umur 8 – 12 minggu)
– Daging kambing muda (umur 1 – 2 tahun)
– Daging kambing tua (umur 2 – 6 tahun)

b. Kebiri
Kambing muda siap potong umumnya lebih murah dibandingkan dengan kambing muda kebirian, meski umur keduannya sama. Hal ini disebabkan karena persentase karkas kambing muda akan lebih rendah dibandingkan dengan kambing jantan kebiri.

Tips Memilih kambing yang Sehat :

  1. Hewan aqiqah harus cukup umur. Untuk kambing, umur ideal dijadikan hewan aqiqah adalah 12 – 18 bulan. Untuk mengetahuinya, bisa dilihat dari catatan kelahiran atau gigi susu yang dimiliki kambing. Bila gigi susu telah tanggal, kambing tersebut sudah cukup umur.
  2. Amati aktivitas si kambing. Bila pergerakannya aktif saat didekati, kambing tersebut sehat. Selain itu, kambing yang sehat memiliki selera makan yang baik.
  3. Memiliki bulu yang halus, mengilap, tidak rontok, tidak ada perubahan warna, dan tidak dihinggapi parasit kulit.
  4. Matanya bersinar jernih, terbuka penuh, pupil bereaksi cepat, tidak keluar air, tidak berwarna merah, dan selaput lendir kelopak mata bagian dalam berwarna merah terang. Hindari membeli kambing yang matanya berwarna keruh. Ciri ini menandakan kambing tersebut sedang sakit.
  5. Bentuk tubuhnya standart dan tidak cacat.
  6. Perhatikan mulutnya. Jika sering mengeluarkan banyak air liur dan terdapat bintil-bintil merah di dalam mulutnya, berarti kambing tersebut sedang sakit.
  7. Perhatikan kondisi fisik lainnya, seperti hidung, mulut, kuku, kulit,bulu ekor, dan bagian dubur hewan tersebut. Pastikan semua dalam kondisi baik dan bersih.
  8. Hati-hati ketika membeli kambing saat musim hujan. Pasalnya, pada musim hujan, kambing rawan mengalami diare atau cacingan.

Beberapa faktor yang mempengaruhi harga kambing, diantaranya adalah:

  1. Harga kambing akan menjadi naik sesuai dengan naiknya bahan pokok atau naiknya BBM. Seperti halnya tahun ini, harga kambing Aqiqah menjadi lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.
  2. Pada awal memasuki bulan haji hingga menjelang dua pekan bulan haji, harga hewan kurban masihlah stabil, standar dengan harga biasa. Hingga menjelang sepekan sebelum hari raya Idul Adha, maka harga kambing kurban menjadi naik mencapai 300 atau 500 ribu rupiah. Dengan demikian, waktu memiliki pengaruh pada penetapan harga.
  3. Harga kambing juga ditetapkan dari jenis kambing. Untuk jenis kambing kacang tentu memiliki harga kambing murah dibanding kambing jawa dan kambing etawa.
  4. Kambing pun akan menjadi lebih mahal dengan melihat pada postur tubuh kambing, ukuran tinggi, usia, berat badan atau berat tulang dan daging kambing, serta warna kulit dan bulu. Biasaranya, kambing berwarna putih polos menjadi lebih mahal dibanding warna lainnya.

Tentang informasi harga kambing di tahun 2016 di pulau jawa, didapat rerata harga kambing saat ini adalah sebagai berikut :

  1. Harga Kambing Gibas
    Kambing gibas juga sering disebut juga kambing gimbal. Secara umum, kambing gibas memiliki bulu berwarna putih. Adapun harga dari kambing gibas ini mulai berkisar dari harga Rp.600.000,- hingga Rp.2.400.000,- di tahun 2016 ini. Adapun harga kambing gibas memiliki harga yang terbilang cukup rendah jika dibandingkan dengan jenis kambing lainnya.
  2. Harga Kambing Kacang (Jawa)
    Kambing jawa juga sering disebut pula kambing kacang. Harga dari jenis kambing ini sangat bervariasi hal ini didasarkan pada jenis umur, kondisi fisik, kesehatan dan jenis kelamin. Adapun harga dari kambing kacang atau kambing jawa ini mulai berkisar dari harga Rp.800.000,- hingga Rp.2.600.000,- di tahun 2016 ini.
  3. Harga Kambing Etawa
    Kambing etawa juga sering disebut pula Jamnapari. Kambing etawa berasal dari India. Kambing ini merupakan jenis kambing yang memiliki 2 fungsi yaitu kambing pedaging dan kambing penghasil susu. Adapun harga dari kambing etawa ini mulai berkisar dari harga Rp.1.700.000,- hingga Rp.5.000.000,- di tahun 2016 ini.
  4. Harga Kambing Peranakan Etawa (PE)
    Jenis kambing peranakan etawa merupakan hasil persilangan antara kambing jawa (lokal) dengan kambing etawa. Adapun untuk harga kambing jenis PE ini mulai berkisar dari harga Rp.1.000.000,- hingga Rp.3.200.000,- di tahun 2016 ini.

Nah mungkin uraian di atas bisa menjadi patokan anda untuk membeli kambing yang berkualitas. Jadi sebelum membeli kita liat dulu kambing yang akan kita beli, sehat ataukah tidak. jika membeli kambing haruslah sangat berhati-hati. Tapi para sahabat tidak perlu kawatir untuk membeli kambing, di Aqiqah Berkah tempatnya kambing yang berkualitas, sehat, tidak cacat dan terbaik. Dan di ambil dari kandang sendiri, hasil peternakan sendiri. Harga kambing akikah di Aqiqah Berkah lebih terjangkau, apabila dibandingakan dengan yang lainnya. Untuk informasi dan pemesanan anda bisa menghubungi nomor di bawah ini.

Informasi dan Pemesanan :

WA : +6281335680602
BBM : 7C0B38CE
TELPON/SMS : 085749622504

-_-Aqiqah Berkah Siap membantu Anda dalam Qurban atau Aqiqah-_-

Tags: , , , , , ,