Jenis Kambing Kurban

Selain Kurban Sapi, Kambing merupakan binatang yang berukuran sedang dan termasuk dalam hewan memamah biak. Kambing ternak atau disebut Capra Aegagrus Hircus adalah subspesies kambing liar yang secara alami tersebar di Asia Barat Daya dan Eropa. Kambing liar jantan maupun betina memiliki tanduk sepasang, namun rata-rata tanduk pada kambing jantan berukuran lebih besar. Pada umumnya, kambing mempunyai janggut, dahi yang cembung, ekor agak ke atas, dan kebanyakan berrambut lurus kasar.

Panjang tubuh kambing liar (tidak termasuk ekor) adalah 1,3 m – 1,4 m, sedangkan ekornya 12 cm – 15 cm. Bobot kambing betina bisa mencapai berat 50 kg – 55 kg, sedangkan kambing jantan bisa mencapai berat hingga 120 kg. Kambing liar tersebar dari Spanyol hingga India, dan dari India tersebar hingga Mongolia serta Siberia. Habitat yang disukai kambing liar adalah di daerah pegunungan yang berbatu-batu. Kambing telah dibudidayakan manusia kira-kira 8000 hingga 9000 tahun yang lalu.

Berikut ini beberapa macam atau jenis kambing antara lain :

  1. Kambing kacang yang termasuk ras unggul kambing pertama kali dikembangkan di Indonesia. Memiliki bentuk badan kecil. Tinggi gumba pada kambing jantan 60 cm hingga 65 cm, sedangkan kambing betina 56 cm. Bobot pada kambing jantan bisa mencapai 25 Kg, sedang kambing betina seberat 20 Kg. Telinganya tegak, berrambut lurus dan pendek, bertanduk pendek baik kambing betina maupun kambing jantan.
  2. Kambing Etawa sangat mudah di bedakan cirinya dengan jenis Kambing yang lainnya. Tubuh berukuran tinggi dan besar. Kambing etawa memiliki telinga panjang dan terkulai ke bawah. Dahi serta hidungnya cembung. Baik kambing etawa jantan maupun betina bertanduk pendek. Bobot yang jantan bisa mencapai 130 kilogram, sedangkan betina hanya mencapai 65 kilogram.
    kambing-etawa
    Kambing jenis ini mampu menghasilkan susu hingga tiga liter per hari. Keturunan silangan (hibrida) kambing etawa dengan kambing lokal dikenal sebagai kambing “Peranakan etawa” atau “PE”. Kambing PE berukuran hampir sama dengan etawa namun lebih adaptif terhadap lingkungan lokal di Indonesia.
  3. Kambing peranakan etawa (PE) merupakan hasil kawin silang antara kambing kacang dengan kambing etawa yang mempunyai sifat mendekati kambing etawa dan sebagiannya mendekati sifat kambing kacang. Ciri khas dari Kambing Peranakan Etawa atau PE adalah pada bentuk mukanya yang cembung, bertelinga panjang yang mengglambir, postur tubuh tinggi. Kambing PE memiliki lama hamil 148,87 hari, siklus birahi 23 hari, angka kawin per kehamilan 1,95.
  4. Kambing Jawarandu merupakan kambing hasil persilangan antara kambing Etawa dengan kambing Kacang. Kambing ini memliki ciri separuh mirip kambing Etawa dan separuh lagi mirip kambing Kacang. Kambing ini dapat menghasilkan susu sebanyak 1,5 liter per hari.
  5. Kambing Saenen berasal dari Saenen, Swiss. Uniknya dari kambing ini adalah baik jantan maupun betinanya tidak memliki tanduk. Warna rambutnya putih atau krem pucat. Hidung, telinga dan kambingnya berwarna belang hitam. Dahinya lebar, sedangkan telinganya berukuran sedang dan tegak. Kambing ini merupakan jenis kambing penghasil susu.

Berbagai macam kambing tersebut diperbolehkan untuk disembelih saat kurban atau dijadikan hewan qurban. Telah jelas disebutkan bahwasannya hewan yang boleh dijadikan qurban hanya bahimatul an’am saja (hewan ternak). Selain hewan ternak tidak diperbolehkan untuk dijadikan hewan qurban. Di Indonesia hewan yang sering dijadikan sembelihan atau qurban adalah Hewan Kurban Sapi, kurban kambing dan kurban kerbau.

HP. 085749622504,Jasa Aqiqah di Kuala Pembuang

Kurban sendiri secara bahasa Arab قربن, yang kemudian di transliterasi : Qurban, yang berarti dekat atau mendekatkan. Disebut juga Udhhiyah atau Dhahiyyah secara harfiah yang berarti hewan sembelihan. Sedangkan pelaksanaan kurban adalah salah satu ritual ibadah atau ritual keagamaan bagi pemeluk agama Islam, dimana dilakukan penyembelihan binatang ternak untuk dipersembahkan kepada Allah. Kurban dilakukan pada bulan Dzulhijjah pada penanggalan Islam, yakni pada tanggal 10 (hari nahar) dan 11,12 dan 13 (hari tasyrik) bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.

Dasar pelaksanaan kurban pada awalnya dimulai dari perintah Allah yang mengutus kepada Nabi Ibrahim melalui mimpinya untuk mempersembahkan putranya yakni Ismail. Di dalam Al-Quran telah disebutkan bahwa Ibrahim dan Ismail mematuhi perintah tersebut dan bertepatan saat Ibrahim akan menyembelih Ismail, Allah menggantinya dengan domba.

Berikut ini merupakan petikan surat Ash Shaaffaat ayat 102-107 yang menceritakan mengenai perintah untuk berkurban :

Pelanggan-Aqiqah-Berkah
“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya), dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata, dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (Ash Shaaffaat: 102-107).

Apabila Anda mencari Hewan Kurban Sapi, silahkan hubungi:

SMS : 0857 4962 2504
Whatsapp : +6281 335 680 602
PinBB : 7C0B38CE

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,