Jasa Aqiqah Ponorogo

Jasa Aqiqah Ponorogo

Ponorogo merupakan sebuah Kabupaten yang memiliki kebudayaandaerah yang unik. Reog adalah budaya yang menjadi identitas Kabupaten Ponorogo.

Seni budaya Reog dimainkan oleh beberapa aktor dengan karakter yang berbeda-beda seperti jathil, warok, bujang ganong, prentol dan lain sebagainya. Setiap tingkah laku dan gerak tubuh pemainnya mempunyai pesan yang penuh syarat dan makna.

Musik yang mengiringinya semakin menyatukan keindahan seni budaya tersebut. Seni budaya Reog menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun asing untuk berkunjung ke Ponorogo.

Salah satu kebudayaan Indonesia ini sudah sangat populer di manca negara. Pemerintah serta masyarakat Ponorogo bekerja sama dan berperan aktif dalam melestarikan kebudayaan Reog.

Itulah sedikit ulasan mengenai kota Ponorogo. Selanjutnya ini ulasan mengenai Aqiqah. Semoga bermanfaat ya sahabat-sababat..

1. PENGANTAR AQIQAH

Aqiqah adalah menyembelih hewan pada hari ke tujuh dari hari lahirnya anak (laki-laki dan perempuan). Hukum aqiqah adalah sunnah bagi orang yang menanggung nafkah si anak.

Untuk anak laki-laki hendaklah disembelih dua ekor kambing, sedangkan untuk anak perempuan seekor kambing saja. Hendaklah kambing tersebut di sembelih pada hari ketujuh dari hari lahirnya anak.

Tetapi kalau tidak dapat, boleh juga beberapa hari setelah hari itu. Asal sang anak belum sampai baligh (dewasa). Sabda Rasulullah SAW :

Artinya : “Anak yang baru lahir menjadi rungguhan sampai di sembelihkan baginya aqiqah pada hari yang ketujuh dari hari lahirnya, dan di hari itu juga hendaklah di cukur rambut kepalanya, dan di beri nama.”(HR Ahmad dan Tirmidzi)

Yang di maksud dengan rungguhan dalam hadits diatas adalah sebagaimana rungguhan yang harus ditebus dengan membayar utang. Begitu juga si anak ditebus dengan dilaksanakannya aqiqah.

Mengenai maksud hadits yang menyatakan “menjadi rungguhan”, sebagian ulama berpendapat bahwa aqiqah itu harus dilaksanakan, sebagaimana rungguhan terhadap orang beutang dan yang berpiutang. Pendapat pihak kedua bahwa aqiqah itu tidak wajib adalah dengan alasan sabda Rasulullah SAW :

Artinya : “Barang siapa diantara kalian ingin beribadah tentang anaknya, maka kerjakanlah untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang sama umurnya, dan untuk anak perempuan seekor kambing”. (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Nasai)
Di hadits yang lain,

Aisyah berkata :”Rasulullah SAW telah menyuruh kita supaya menyembelih aqiqah untuk anak laki-laki laki dua ekor kambing yang sama umurnya, dan untuk anak perempuan seekor kambing”.(HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Binatang yang syah untuk mnjadi aqiqah ialah yang tidak cacat misalnya : pincang, sangat kurus, sakit, putus telinganya, putus ekornya, dan telah berumur berikut :

  • Domba (da’ni) yang telah berumur satu tahun lebih atau sudah berganti giginya.
  • Kambing yang telah berumur dua tahun lebih
  • Unta yang telah berumur lima tahun lebih
  • Sapi, kerbau yang telah berumur dua tahun lebih

Sabda Rasulullah SAW yang artinya : “Dari Barra’ bin ‘Azib, “Rasulullah SAW telah bersabda, “Empat macam binatang yang tidak syah di jadikan qurban : [1] rusak matanya, [2] sakit, [3] pincang, [4] kurus yang tidak berlemak lagi”. (HR. Ahmad dan dinilai sahih oleh Tirmidzi)

Kalau hanya menyembelih seekor saja untuk anak laki-laki, maka hal itu sudah memadai. Disunnahkan dimasak terlebih dahulu, kemudian di sedekahkan kepada fakir miskin.

Orang yang melaksanakan aqiqah pun boleh memakan sedikit dari daging aqiqah (kalau aqiqah itu sunnah bukan nazar).

2. HAL-HAL YANG BAIK DILAKSANAKAN SEWAKTU ANAK BARU LAHIR

  1. Hendakalah disuapi dengan sesuatu yang manis, karena Rasulullah SAW pernah menyuapi anak yang baru lahir dengan kurma.
  2. Hendaklah dibacakan azan dekat telinganya yang kanan, dan dibacakan iqamah dekat telinganya yang kiri. Sabda Rasulullah SAW :

“Dari Sahabah, ‘Sesungguhnya Rasulullah SAW telah azan pada telingan Husain (cucu beliau) ketika Fatimah melahirkan Husain’”. (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Dalam riwayat yang lain :

“Dari Husain bin Ali (cucu Nabi SAW), Rasulullah SAW telah bersabda, Barang siapa anaknya lahir, maka telinganya yang kanan diazani, dan telinganya yang kiri diiqamahi, niscaya selamatlah anak itu dari jin dan penyakit”. (Diriwayatkan oleh Ibnu Sinni)

Kesunnahan Dalam Menangani Daging Aqiqah

Dalam kitab-kitab fiqh disebutkan ada beberapa sunnah yang harus diperhatikan dalam rangka menangani daging binatang aqiqah, antara lain:

a. Tidak memecahkan tulang belulangnya.

Di antara beberapa kesunnahan yang harus diperhatikan dalam mengaqiqahi anak ialah agar tulang binatang sembelihan itu jangan sampai hancur sedikitpun, baik pada saat menyembelih maupun pada saat memakannya.

Bahkan setiap tulang harus dipotong dari ruasnya, jangan sampai dihancurkan.
Sebagian ulama menyebutkan beberapa hikmah dari tidak memecahkan tulang belulang binatang aqiqah:

  1. Untuk menunjukan kemuliaan makanan tersebut. Saat diberikan kepada siapa saja yang makan dianjurkan agar daging tersebut berbentuk potongan. Hal ini lebih utama dan lebih menunjukkan sikap kedermawanan daripada kalau dipotong kecil-kecil.
  2. Apabila pemberian tersebut baik, maka akan mendapat kesan yang baik pula dari orang yang menerima. Hal itu juga menunjukkan betapa mulianya jiwa orang dan betapa besar perhatiannya. Di sana ada harapan besar orang tua kepada si anak agar ia menjadi besar, mempunyai perhatian yang tinggi dan kemuliaan jiwa.
  3. Ketika aqiqah disimbolkan sebagai penebus diri, dianjurkan agar tulang tidak dipatahkan sebagai harapan agar anggota tubuh sang anak juga selamat, sehat dan kuat. Sunnah yang demikian mengandung pelajaran dan harapan (tafa’ul) agar fisik si jabang bayi yang diaqiqahkan kelak tumbuh dewasa secara normal dan sehat tanpa ada cacat ataupun penyakit tulang.

b. Daging aqiqah dibagikan kepada fakir miskin

Seseorang yang melaksanakan aqiqah boleh memakan daging aqiqah, memberi makan dengannya, bersedekah dengannya kepada fakir miskin atau menghadiahkan kepada teman atau karib kerabat.

Akan tetapi daging aqiqah akan lebih utama jika dibagikan kepada fakir miskin semuanya.

Dengan banyaknya jumlah daging aqiqah yang diberikan kepada fakir miskin, maka sudah barang tentu kemungkinan terkabulnya do’a, juga semakin banyak.

Apalagi kita sama-sama meyakini do’a fakir miskin lebih mudah dikabulkan. Dengan demikian, harapan akan terbentuknya pribadi yang shaleh bagi anak yang diaqiqahi juga semakin banyak.

c. Daging aqiqah dibagikan setelah masak

Tidak sebagaimana halnya dengan daging qurban yang dibagikan dalam keadaan mentah, daging aqiqah disunnahkan agar dibagikan setelah dimasak lebih dahulu, kemudian disedekahkan kepada fakir miskin.

Hal demikian dikarenakan jika dagingnya sudah dimasak maka orang-orang miskin dan tetangga tidak merasa repot lagi. Dan ini akan menambah kebaikan dan rasa syukur terhadap ni’mat tersebut.

Para tetangga, anak-anak dan orang-orang miskin dapat menyantapnya dengan gembira. Sebab, orang yang diberi daging yang sudah dimasak, siap dimakan, enak rasanya tentu rasa gembiranya lebih dibanding jika diberi daging mentah yang masih membutuhkan tenaga lain untuk memasaknya.

Dan pada umumnya, makanan syukuran (dibuat dalam rangka untuk menunjukkan rasa syukur) dimasak dahulu sebelum diberikan atau dihidangkan kepada orang lain. Sebab hal tersebut lebih menunjukkan akhlak terpuji dan sikap kedermawanan daripada memberikan daging secara mentah.

Bagi orang tua yang kurang mencukupi, mungkin lebih tepat jika daging aqiqah yang sudah dimasak itu dibagikan bersamaan dengan upacara penamaan anak dalam jamuan makanan para tamu yang diundang.

Demikian beberapa kesunnahan dalam menangani daging aqiqah. Kesemuanya mengandung pendidikan yang berharga yang perlu kita singkap.

Nah itulah yang dapat kami sampaikan mengenai Aqiqah. Jadi anda sebelum Aqiqah tau dulu apa itu aqiqah. Jika anda ingin memesan Aqiqah di Jasa Aqiqah Ponorogo caranya mudah banget, tinggal ikuti step by stepnya.

Alasan Aqiqah Lewat Jasa Aqiqah Ponorogo?

Jasa Aqiqah Ponorogo merupakan sebuah unit usaha yang digagas oleh badan wakaf peduli dhuafa.

Badan wakaf peduli dhuafa merupakan sebuah lembaga visioner dan inspirator kemandirian, dimana karyawan yang tergabung dalam lembaga ini berkomitmen untuk mentasrufkan dana ZISWAF-nya 100% kepada orang-orang yang membutuhkan.

Gaji karyawan akan diambilkan dari unit usaha yang demikiannya, diantaranya peternakan sapi,cetering aqiqah, pengelolaan hewan qurban.

Jenis aqiqah yang ada di Jasa Aqiqah Ponorogo sebagai berikut :

1. Aqiqah Mandiri

  • Dikirim ke rumah Sohibul Aqiqah.
  • Wilayah Nganjuk, Jombang, Mojokerto, Sidoarjo, Madiun, Ponorogo, Kediri, Blitar, Tulungagung, Trenggalek dan sekitarnya.
  • Pilihan menu Sate, Gule, Rendang, Daging Lapis, Krengseng, Dendeng Ragi, Kambing Guling, dan menu lainnya.

2. Aqiqah Peduli (Tebar Aqiqah Berkah)

  • Dikemas dalam benttuk walimatul aqiqah.
  • Masakan di antar ke panti asuhan, masyarakat yang membutuhkan, pondok pesantren, desa binaan lengkap dengan nasi, kerupuk, buah dan air mineral.
  • Shohibul aqiqah akan mendapatkan foto hewan aqiqah. Ucapan terima kasih dari wakil penerima aqiqah, laporan dan dokumentasi pelaksanaan aqiqah.

Berikut inilah cara mudah pemesanan Jasa Aqiqah Ponorogo step by step :

  1. Silahkan Anda telephone Kami, Kami akan memberikan penjelasan yang lebih detail.
    Telp: 0857-4962-2504HP/WA: 0813-3568-0602
  2. Atau juga bisa Informasikan kepada Kami lewat SMS atau email: Nama Anak, Tempat tanggal lahir, Nama Bapak & Ibu, Tanggal permintaan pelaksanaan aqiqah, Alamat pengiriman laporan Aqiqah Anda.
  3. Transfer dana ke nomor rekening lembaga (a.n. Aqiqah Berkah).
  4. Konfirmasikan kepada Kami bila sudah transfer.
  5. Sesuai tanggal yang disepakati, aqiqah akan Kami laksanakan.
  6. H+ 3 laporan Kami kirim via pos ke alamat yang ditentukan.
  7. Laporan sampai di shohibul aqiqah (perkiraan H+5 dan seterusnya, mohon konfirmasi apabila Laporan Aqiqah sudah diterima atau belum sampai di tempat Anda)

This image has an empty alt attribute; its file name is Desain-134-1-1018x1024.jpgAqiqah Berkah (Murah, Mudah, dan Amanah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *