Idul Qurban 2018 (Idul Adha 1438 H)

IDUL QURBAN 2018 (IDUL ADHA 1438 H)

Peringatan hari raya dalam Islam terdapat dua macam yakni Idul Fitri (tanggal 1 Syawal) dan Idul Adha (tanggal 10 Dzulhijjah). Idul Adha atau bisa disebut dengan Idul Qurban.

Idul Adha 2018

Hari raya Idul Adha 1438 H atau biasa disebut dengan hari qurban karena identik dengan penyembelihan hewan qurban. Dirayakan oleh seluruh umat Islam setiap tanggal 10 bulan Dzulhijjah. Dalam kalender masehi, perayaan Idul Adha tahun ini diperingati pada hari Jumat tanggal 1 September 2018.

Paket Aqiqah Murah (16)

Adanya perayaan Idul Adha berawal dari cerita Nabi Ibrahim dan puteranya Ismail yang diqurbankan untuk Allah. Kemudian Allah menggantinya dengan seekor domba. Pada hari raya inilah umat islam berkumpul di pagi hari untuk melakukan sholat id bersama-sama sama halnya seperti merayakan Idul Fitri.

Hari raya idul adha diperingati setiap tanggal 10 bulan dzulhijjah. Pada hari itu juga disertai hari tasyrik yang mana diharamkan untuk berpuasa bagi umat islam. Pada hari raya idul adha, umat muslim selain danjurkan untuk melakukan shalat sunnah dua rakaat juga dianjurkan untuk menyembelih binatang qurban bagi yang mampu.

Selain disebut dengan hari raya qurban karena pada waktu inilah disembelihkan binatang qurban baik sapi, kambing maupun unta. Idul Adha juga disebut dengan hari raya haji, karena pada hari itu Allah memberi kesempatan kepada kita untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya.

Paket Aqiqah Murah (17)

Bagi para umat muslim yang mengerjakan perjalanan haji, maka ia diberi kesempatan untuk berqurban, yakni dengan menyembelih hewan qurban sebagai simbol ketaqwaan dan kecintaan kita kepada Allah SWT.

Apabila kita menelisik historis dari adanya perayaan Idul Adha ini, maka pikiran kita akan teringat kisah teladan Nabi Ibrahim. Kisah teladan tersebut yakni ketika beliau diperintahkan oleh Allah SWT untuk menempatkan istrinya Hajar bersama Ismail puteranya yang saat itu masih menyusu.

Karena begitu pentingnya peristwa tersebut, Allah mengabadikannya dalam Al-Quran :

“Ya Tuhan kami sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di suatu lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumahmu (Baitullah) yang dimuliakan. Ya Tuhan kami (sedemikian itu) agar mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah kami sebagai manusia cenderung kepada mereka dan berizkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur” (QS Ibrahim : 37).

Begitu pula yang diceritakan oleh Ibnu Abbas bahwa tatkala Siti Hajar kehabisan air minum hingga tidak bisa menyusui nabi Ismail, beliau mencari air kian kemari dengan berlari-lari kecil (sa’i) antara bukit sofa dan marwah sebanyak 7 kali. Tiba-tiba Allah mengutus malaikat Jibril membuat mata air zam-zam. Siti Hajar dan Nabi Ismail memperoleh sumber kehidupan.

Dan hingga kini, lembah yang dulunya gersang itu mempunyai persediaan air yang melimpah. Kemudian datanglah manusia dari berbagai pelosok terutama para pedagang dari berbagai penjuru dan makmurlah tempat sekitarnya.

Akhirnya lembah tersebut hingga saat ini terkenal dengan kota Makkah. Sebuah kota yang aman dan makmur berkat do’a Nabi Ibrahim dan berkat kecakapan seorang ibu dalam mengelola kota dan masyarakat. Kota Makkah yang aman dan makmur dituliskan Allah kepada Nabi Muhammad dalam Al-Quran Surat Al-baqarah ayat 126.

“Dan ingatlah ketika Ibrahim berdo’a : Ya Tuhan ku, jadikanlah negeri ini sebagai negeri yang aman sentosa dan berikanlah rizki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kiamat”.

Nah, dari ayat tersebut kita memperoleh bukti yang jelas bahwa kota Makkah hingga saat ini mempunyai kemakmuran yang melimpah. Jamaah haji dari seluruh penjuru dunia memperoleh fasilitas yang cukup memadai selama melaksanakan ibadah haji maupun umrah.

Pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang begitu besar dalam sejarah umat manusia itu membuat Ibrahim menjadi seorang Nabi dan Rasul yang besar dan mempunyai arti besar. Peristiwa yang dialami Nabi Ibrahim bersama puteranya Nabi Ismail diatas, bagi kita semua dapat dimaknai sebagai pesan simbolik agama yang mengandung pembelajaran paling tidak tiga hal berikut ini :

  1. Ketaqwaan. Pengertian ketaqwaan terkait dengan ketaatan seorang hamba pada sang khalik dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.
  2. Hubungan antar manusia. Ibadah-ibadah umat Islam yang diperintahkan Tuhan senantiasa mengandung dua aspek tak terpisahkan yakni kaitannya dengan hubunngan kepada Allah dan hubungan sesama manusia.
  3. Peningkatan kualitas diri. Hikmah selanjutnya adalah memperkukuh empati, kesadaran diri, pengendalian dan pengelolaan diri yang merupakan cikal bakal akhlak terpuji umat muslim.

Tags: , , , , , , , ,