Dalil Pelaksanaan Aqiqah

Dalil Pelaksanaan Aqiqah

Hai para sahabat Aqiqah Berkah. Kali ini kami mau menuliskan mengenai pelaksanaan aqiqah yakni dalilnya. Kalau sahabat ingin mengetahui dalil-dalil pelaksanaan aqiqah, mari baca artikel berikut ini. Kurang lebih dalil-dalilnya sama seperti apa yang kami tuliskan di bawah, dalil-dalil tersebut kami ambil dari buku referensi yang berbeda-beda.

Menurut bahasa Aqiqah artinya : memotong. Asalnya dinamakan aqiqah, karena dipotongnya leher binatang dengan penyembelihan itu. Ada yang mengatakan bahwa aqiqah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong. Ada pula yyang mengatakan bahwa aqiqah itu aslanya ialah : Rabut yang terdapat pada kepala si bayi ketika ia keluar dari rahim ibu, rambut ini disebut aqiqah, karena ia mesti dicukur.

Aqiqah adalah penyembelihan domba/ kambing untuk bayi yang dilahirkan pada hari ke 7, 14, atau 21. Jumlahnya 2 ekor untuk bayi laki-laki dan 1 ekor untuk bayi perempuan.

Dalil-dalil pelaksanaan aqiqah

Dari samurah bin jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad)

Dari Aisyah dia berkata : Rasulullah bersabda : “ Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.” (HR Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah)

“Anak-anak itu tergadai (tertahan) dengan aqiqahnya, disembelih hewan untuknya pada hari ketujuh, dicukur kepalanya dan diberi nama.” (HR Ahmad)

Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, dia berkata : Rasulullah bersabda : “Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkan semua gangguan darinya.” (Riwayat Bukhari)

Dasar yang dipakai kalangan syafii dan Hambali dengan mengatakannya sebagai sesuatu yang sunnah muakkadah adalah hadist Nabi SAW. Yang berbunyi : “Anak tergadai dengan aqiqahnya. Disembelihkan untuknya pada hari ketujuh (dari kelahirannya).” (HR al-Tirmidzi, Hasan Shahih)

“Bersama anak laki-laki ada aqiqah, maka tumpahkan (penebus) darinya darah sembelihan dan bersihkan darinya kotoran (Maksudnya cukur rambutnya).” (HR : Ahmad, Al Bukhari dan Ashhababus Sunan)

Perkataan “Maka tumpahkan (penebus) darinya darah sembelihan” adalah perintah, namun bukan bersifat wajib, karena ada sabdanya yang memalingkan dari kewajiban yaitu : “Barang siapa di antara kalian ada yang ingin menyembelihkan bagi anaknya, maka silahkan lakukan.” (HR Ahmad, Abu Dawud dan An Nasa’i dengan sanad dan hasan)

Perkataan “ingin menyembelihkan,..” merupakan dalil yang memalingkan perintah yang pada dasarnya wajib menjadi sunnah.
Imam Malik berkata : Aqiqah itu seperti layaknya nusuk (sembelih denda larangan haji) dan udhhiyah (kurabn), tidak boleh dalam aqiqah ini hewan yanbg picak, kurus, patah tulang, dan sakit. Imam Asy-Syafi’iy berkata : Dan harus dihindari dalam hewan aqiqah ini cacat-cacat yang tidak diperbolehkan dalam qurban.

Buraidah berkata : Dahulu kami di masa jahiliyah apabila salah seorang diantara kami mempunyai anak, ia menyembelih kambing dan melumuri kepalanya dengan darah kambing itu. Maka setelah Allah mendatangkan Islam, kami menyembelih kambing, mencukur (menggundul) kepala si bayi dan melumurinya dengan minyak wangi. (HR Abu Dawud Juz 3, hal. 107)

Dari ‘Aisyah, ia berkata, “ Dahulu orang-orang pada masa jahiliyah apabila mereka beraqiqah untuk seorang bayi, mereka melumuri kapas dengan darah aqiqah, alau ketika mencukur rambut si bayi mereka melumurkan pada kepalanya.” Maka Nabi SAW bersabda, “gantilah darah itu dengan minyak wangi.” (HR. Ibnu Hibban dengan tartib Ibnu Balban juz 12, hal. 124)

Nah itulah dalil-dalil pelaksanaan akikah yang kami sampaikan. Semoga bermanfaat bagi kalian ya sobat… sampai jumpa lagi..dengan artikel-artikel yang berbeda. terima kasih atas kunjungan anda ke website kami.

Aqiqah Ketentuan

Tags: , , , , , , ,