Aqiqoh Blitar

Aqiqoh Blitar

Hai sobat….ketemu lagi dengan kami Aqiqah Berkah. Tidak bosan-bosannya kami terus memberikan informasi-informasi mengenai aqiqah. Sobat Aqiqah berkah, untuk materi ini kita bisa memulai dengan membacakan ayat yang berkaitan dengan syukur misalnya ayat: lain syakartum la azidannakum……agar kita bisa memahami dan mengambil apa yang ada dalam artikel ini.

HP. 085749622504,Jasa Aqiqah di Bitung
Mengapa Harus Aqiqah?
Aqiqah adalah salah satu ajaran Islam yang dicontohkan Rasulullah SAW. Aqiqah mengandung hikmah dan manfaat positif yang kita bisa petik di dalamnya. Oleh karena itu. Kita sebagai umat Islam sudah selayaknya melaksanakan setiap ajaran Rasulullah SAW tanpa terkecuali, termasuk aqiqah ini.

Setiap orang tua mendambakan anak yang shaleh, berbakti dan mengalirkan kebahagiaan kepada kedua orangnya. Aqiqah adalah salah satu acara penting untuk menanamkan nilai-nilai ruhaniah kepada anak yang masih suci. Dengan Aqiqah diharapkan sang banyi memperoleh kekuatan, kesehatan lahir dan batin. Ditumbuhkan dan dikembangkan lahir dan batinnya dengan nilai-nilai Ilahiyah.

Dengan Aqiqah diharapkan sang bayi kelak menjadi anak yang shaleh dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Jika acara ini dilaksanakan dengan tulus ikhlas dan dijiwai nilai-nilai rohaninya oleh kedua orang tuanya, tentu akan berpengaruh terhadap perkembangan sang bayi, khususnya jiwa dan rohaninya.

Aqiqah adalah salah satu acara ritual di dalam Islam, yang dilaksanakan pada hari ketujuh dari kelahiran seorang bayi. Aqiqah hukumnya sunnah muakkad (mendekati wajib), bahkan sebagian ulama menyatakan wajib.
Pentingnya ber aqiqah

Apabila kita memiliki barang yang bisa mendatangkan manfaat dan bangga memilikinya, namun barang tersebut dalam keadaan tergadai, bagaimana sikap kita terhadap barang tersebut ?. Tentunya kita berusaha semaksimal mungkin untuk menebusnya.

Aqiqah adalah upaya kita untuk menebus anak kita yang tergadai. Aqiqah juga merupakan realisasi rasa syukur kita atas anugrah, sekaligus amanah yang diberikan Allah SWT terhadap kita. Aqiqah juga sebagai upaya kita menghidupkan sunnah Rasulullah SAW, yang merupakan perbuatan yang terpuji, mengingat saat ini sunnah tersebut mulai jarang dilaksanakan oleh kaum muslimin.

Rasulullah SAW bersabda :

“ Barangsiapa menghidupkan sunnahku disaat kerusakan pada umatku, maka baginya pahala orang yang mati syahid. “ ( Al – Hadist )

Selain itu, banyak juga manfaat yang lain, seperti : mempererat tali silaturrahmi dan ikatan sosial dengan para kerabat, tetangga, fakir miskin, dll. Oleh karena itu, marilah kita bersama – sama berusaha menghidupkan.

Makna Aqiqah
Aqiqah adalah sembelihan untuk anak yang baru lahir sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Swt. Dengan niat dan syarat-syarat tertentu. Oleh sebagian ulama ia disebut dengan nasikah atau dzabihah (sembelihan).

Kata Aqiqah berasal dari kata al-Aqqu yang berarti memotong (Al-Qoth’u). Al-Ashmu’i berpendapat: Aqiqah asalnya adalah rambut di kepala anak yang baru lahir. Kambing yang dipotong disebut aqiqah karena rambut anak tersebut dipotong ketika kambing itu disembelih.

Hukum Aqiqah
Menurut kalangan Syafii dan Hambali hukum aqiqah menurut syariat adalah sunah muakkad. Dasar yang dipakai oleh kalangan Syafii dan Hambali adalah hadis Nabi saw. yaitu, “Anak tergadai dengan aqiqahnya. Disembelihkan untuknya pada hari ketujuh (dari kelahirannya)”. (Riwayat Tirmidzi, Hasan Shahih)

Tuntunan pelaksanaan aqiqah
Pelaksanaan aqiqah menurut kesepakatan para ulama adalah hari ketujuh dari kelahiran. Hal ini berdasarkan hadis Samirah di mana Nabi saw. bersabda, “Seorang anak terikat dengan aqiqahnya. Ia disembelihkan aqiqah pada hari ketujuh dan diberi nama”. (Riwayat Tirmidzi).

Namun demikian, apabila terlewat dan tidak bisa dilaksanakan pada hari ketujuh, ia bisa dilaksanakan pada hari ke-14. Dan jika tidak juga, maka pada hari ke-21 atau kapan saja ia mampu. Imam Malik berkata: Pada dzohirnya bahwa keterikatannya pada hari ke 7 (tujuh) atas dasar anjuran, maka sekiranya menyembelih pada hari ke 4 (empat) ke 8 (delapan), ke 10 (sepuluh) atau setelahnya Aqiqah itu telah cukup. Karena prinsip ajaran Islam adalah memudahkan bukan menyulitkan sebagaimana firman Allah Swt.: “Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”. (al-Baqarah [2]: 185)

Daging Aqiqah Lebih Baik Mentah Atau Dimasak
Berbeda dengan daging qurban yang dianjurkan untuk dibagikan dalam keadaan mentah, daging aqiqah dianjurkan untuk diberikan dalam kondisi sudah dimasak. Rasulullah saw. bersabda, “Sunahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh.” (Riwayat Baihaqi)

Pun demikian dengan jangkauan pembagian daging aqiqah berbeda dengan daging qurban, daging qurban bisa dibagikan secara lebih luas sesuai dengan syara’, namun yang layak untuk daging aqiqah adalah adalah orang miskin dikalangan umat Islam. namun berdasarkan beberapa buah hadis dan amalan Rasulullah tetangga dan kerabat dekat disunahkan juga memakan sebahagian daripada daging tersebut.

Jumlah Hewan Aqiqah
Bayi laki-laki disunahkan untuk disembelihkan dua ekor kambing dan bayi perempuan cukup satu ekor kambing saja. Rasulullah saw. bersabda,”Bagi anak laki-laki dua ekor kambing yang sama, sedangkan bagi anak perempuan satu ekor kambing.” (Riwayat Tirmidzi dan Ahmad)

Namun bila tidak memungkinkan, maka boleh saja satu ekor untuk bayi laki-laki, karena Rasulullah saw. pun hanya menyembelih satu ekor untuk cucunya Hasan dan Husein.
“Adalah Rasulullah saw. menyembelih hewan aqiqah untuk Hasan dan Husein masing-masing satu ekor kambing?” (Riwayat Ashabus Sunan)

Jantan atau Betina?
Baik dalam aqiqah maupun kurban tidak ada persyaratan bahwa hewannya harus jantan atau betina. Keduanya bisa dijadikan sebagai hewan aqiqah atau kurban. Akan tetapi yang lebih diutamakan adalah hewan jantan agar kelangsungan reproduksi hewan tersebut tetap terjaga.

Hewan untuk Aqiqah
Kambing yang layak untuk dijadian sembelihan aqiqah adalah kambing yang sehat, baik, tidak ada cacatnya. Semakin besar dan gemuk tentu semakin baik.

Aqiqah di luar Negara/Kota
Pada dasarnya tidak ada batasan yang mengharuskan agar pelaksanaan aqiqah dilakkan di dalam negri. Kota atau kampung tempat kelahiran anak. Oleh karena itu, lakukanlan dimana saja asal maslahah.

Hukum Aqiqah Setelah Dewasa/Berkeluarga
Pada dasarnya aqiqah disyariatkan untuk dilaksanakan pada hari ketujuh dari kelahiran. Jika tidak bisa, maka pada hari keempat belas. Dan jika tidak bisa pula, maka pada hari kedua puluh satu. Selain itu, pelaksanaan aqiqah menjadi beban ayah.

Namun demikian, jika ternyata ketika kecil ia belum diaqiqahi, ia bisa melakukan aqiqah sendiri di saat dewasa. Bagi Imam Ahmad, jika seseorang belum diaqiqahi ketika kecil, maka lebih baik melakukannya sendiri saat dewasa. Para pengikut Imam Syafi’i juga berpendapat demikian. Menurut mereka, anak-anak yang sudah dewasa yang belum diaqiqahi oleh orang tuanya, dianjurkan baginya untuk melakukan aqiqah sendiri.

Pemberian Nama Anak
Suatu ketika buyut dari Said bin Musayyib r.a. berkata: “Aku datang kepada Nabi saw., beliau pun bertanya: “Siapa namamu?” Aku jawab: “Hazin” Nabi berkata: “Namamu Sahl” Hazn berkata: “Aku tidak akan mengubah nama pemberian bapakku” Ibnu Al-Musayyib berkata: “Orang tersebut senantiasa bersikap keras terhadap kami setelahnya.” (Riwayat Bukhori)

Oleh karena itu, pemberian nama yang baik untuk anak-anak menjadi salah satu kewajiban orangtua. Di antara nama-nama yang baik yang layak diberikan adalah nama nabi yaitu Muhammad. Sebagaimana sabda beliau: “Namailah dengan namaku dan janganlah engkau menggunakan kunyahku.” (Riwayat Bukhori dan Muslim)

Makna Sebuah Nama …
“Apalah arti sebuah nama”, begitulah ungkapan dari Shakespeare yang begitu sering terdengar di masyarakat. Konsekuensinya nama hanyalah sebagai panggilan/identitas yang membedakan antara individu yang satu dengan individu yang lain. Sehingga seringkali dalam pemberian sebuah nama yang dicari adalah lebih karena keunikannya bukan makna yang terkandung di dalamnya.

Namun bagi kami – dan sebagian besar orang Indonesia – nama bermakna doa atau cita-cita. Sehingga setiap panggilan terhadapnya merupakan doa baginya dan setiap mengingat namanya maka mengingatkan akan cita-cita kehadirannya ke dunia.

Kanjeng nabi pernah bersabda, “Sesungguhnya kalian akan diseru pada hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama-nama ayah kalian, maka perbaguslah nama kalian”. (HR Abu Dawud dan Ibnu Hibban). Kanjeng nabi pun pernah mengganti nama yang tidak bagus, sebagaimana disampaikan oleh Ibnu Umar ra: “Sesungguhnya putri Umar diberi nama ‘Ashiyah (yang berdosa), maka Rasulullah saw mengganti namanya dengan Jamilah (cantik).” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Nama Hafiz Alim Hidayat diilhami oleh sifat nabi Yusuf dalam Al Qur’an. Berkata Yusuf: “Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga (hafizh), lagi berpengetahuan (alim)” QS. 12:55

Sifat Yusuf ini sangat dibutuhkan saat ini dan masa datang. Karena dibutuhkan jutaan yusuf untuk membangun umat yaitu orang-orang yang tidak hanya jujur tetapi juga cerdas. Sedangkan Hidayat adalah nama ayahnya, yang mudah-mudahan dalam hidupnya selalu diterangi oleh hidayah Sang Khaliq.
Amin ya rabbal ‘alamin….

Mencukur Rambut
Mencukur rambut adalah anjuran Nabi yang sangat baik untuk dilaksanakan ketika anak yang baru lahir pada hari ketujuh. Rasulullah saw. Bersabda, “Setiap anak terikat dengan aqiqahnya. Pada hari ketujuh disembelihkan hewan untuknya, diberi nama, dan dicukur”. (Riwayat Tirmidzi).

Imam Malik dalam kitabnya al-Muwaththâ` meriwayatkan bahwa Fatimah menimbang berat rambut Hasan dan Husein lalu beliau menyedekahkan perak seberat rambut tersebut. Tidak ada ketentuan apakah harus digundul atau tidak. Tetapi yang jelas pencukuran tersebut harus dilakukan dengan rata; tidak boleh hanya mencukur sebagian kepala dan sebagian yang lain dibiarkan. Tentu saja semakin banyak rambut yang dicukur dan ditimbang semakin besar pula sedekahnya.

Doa Menyembelih Hewan Aqiqah
Bismillah, Allahumma taqobbal min muhammadin, wa aali muhammadin, wa min ummati muhammadin.
“Dengan nama Allah, ya Allah terimalah (kurban) dari Muhammad dan keluarga Muhammad serta
dari umat Muhammad.” (Riwayat Ahmad, Muslim, Abu Dawud)

Doa bayi baru dilahirkan
Innii u’iidzuka bikalimaatillaahit taammati min kulli syaythaanin wa haammatin wamin kulli ‘aynin laammatin
“Aku berlindung untuk anak ini dengan kalimat Allah Yang Sempurna dari segala gangguan syaitan dan gangguan binatang serta gangguan sorotan mata yang dapat membawa akibat buruk bagi apa yang dilihatnya.” (Riwayat Bukhari)

Adab Menghadiri Jamuan Aqiqah
Diantara bid’ah yang sering dikerjakan khususnya oleh ahlu ilmu adalah memberikan ceramah yang berkaitan dengan hukum dan adab-adabnya serta yang berkaitan dengan masalah kelahiran ketika berkumpulnya orang banyak (undangan) di acara aqiqahan pada hari ketujuh.

Jadi saat undangan pda berkumpul di acara aqiqahan, mereka membuat suatu acara yang berisi ceramah, rangkaian do’a-do’a, dan bentuk-bentuk seperti ibadah lainnya, yang mereka meyakini bahwa semuanya termasuk dari amalan yang baik, padahal tidak lain hal itu adalah bid’ah.

Perbuatan semacam itu tidak pernah dicontohkan dalam sunnah yang shahih bahkan dalam dhaif sekalipun!! Dan tidak pernah pula dikerjakan oleh Salafush Sholih rahimahumullah. Seandainya perbuatan ini tidak baik niscaya mereka sudah terlebih dahulu mengamalkannya dari pada kita. Dan ini termasuk dalam hal bid’ah-bid’ah lainnya yang sering dikerjakan oleh sebagian masyarakat kita dan telah masuk sampai kedepan pintu rumah-rumah kita.

Sedangkan yang disyariatkan disini adalah bahwa berkumpulnya kita di dalam acara aqiqahan hanyalah untuk menampakkan kesenangan serta menyambut kelahiran bayi dan bukan untuk rangkaian ibadah lainnya yang di buat.
Sedang sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad SAW. Semua kebaikan itu adalah dengan mengikuti Salaf dan Semua kejelekan ada pada bid’ahnyaa Khalaf.
Wallahul Musta’an wa alaihi at-tiklaan

Nah,. Mungkin itulah yang bisa kami sampaikan seputar aqiqah. Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat dan berguna bagi kawan-kawan khususnya yang berada di blitar. Selanjutnya kini kami mau mengulas sedikit mengenai Aqiqah yang berada di blitar. Yukk lanjut bacanya… sedikit kok…:-)

Pasti kalian udah taukan.. di indonesia ini banyak sekali layanan aqiqah, jasa aqiqah, dan sejenisnya. Nah.. di Aqiqah Blitar ini menyediakan paket aqiqah blitar yang murah, praktis dan mudah yang berbeda dengan layanan atau jasa aqiqah lainnya. Kambing aqiqah yang berkualitas di ambil dari peternakan sendiri dan pastinya kambing yang terbaik memenuhi syar’i.

Kami Aqiqah Berkah disamping sebagai wahana berbagi ilmu juga menerima pesanan paket aqiqah tanpa bau prengus. Pesan aqiqah di Aqiqah Berkah, Mudah, Praktis dan Nyaman.

Alasan Aqiqah Lewat Aqiqah Blitar?
Aqiqah Blitar merupakan sebuah unit usaha yang digagas oleh badan wakaf peduli dhuafa. Badan wakaf peduli dhuafa merupakan sebuah lembaga visioner dan inspirator kemandirian, dimana karyawan yang tergabung dalam lembaga ini berkomitmen untuk mentasrufkan dana ZISWAF-nya 100% kepada orang-orang yang membutuhkan. Gaji karyawan akan diambilkan dari unit usaha yang demikiannya, diantaranya peternakan sapi,cetering aqiqah, pengelolaan hewan qurban.

Jenis aqiqah yang ada di Aqiqah Blitar sebagai berikut :

1. Aqiqah Mandiri
• Dikirim ke rumah Sohibul Aqiqah.
• Wilayah Mojokerto, Jombang, Ngawi, Nganjuk, Kediri, malang, Tulungagung, Madiun dan Sekitarnya.
• Pilihan menu (pengganti sate) lapis, Krengseng, sate rebus, rendang, dendang ragi, rawon.

Aqiqah Mandiri Dengan Kambing Betina

mandiri
Aqiqah Mandiri dengan Kambing Jantan

mandiri1

2. Aqiqah Peduli (Tebar Aqiqah Berkah)
• Dikemas dalam benttuk walimatul aqiqah.
• Masakan di antar ke panti asuhan, masyarakat yang membutuhkan, pondok pesantren, desa binaan lengkap dengan nasi, kerupuk, buah dan air mineral.
• Shohibul aqiqah akan mendapatkan foto hewan aqiqah. Ucapan terima kasih dari wakil penerima aqiqah, laporan dan dokumentasi pelaksanaan aqiqah.

Aqiqah Peduli dengan Kambing Betina

peduli
Aqiqah Peduli dengan Kambing Jantan

peduli1

Berikut inilah cara mudah pemesanan Aqiqah Blitar step by step :
1. Silahkan Anda telephone Kami, Kami akan memberikan penjelasan yang lebih detail.

WA : +6281335680602
BBM : 7C0B38CE
TELPON/SMS : 085749622504

2. Atau juga bisa Informasikan kepada Kami lewat SMS atau email: Nama Anak, Tempat tanggal lahir, Nama Bapak & Ibu, Tanggal permintaan pelaksanaan aqiqah, Alamat pengiriman laporan Aqiqah Anda.
3. Transfer dana ke nomor rekening lembaga (a.n. Peduli Dhuafa).

Bank Syariah Mandiri
NO. Rek. 703-691-2191
an. Peduli Dhuafa
BRI
NO. Rek. 0056-01002879-53-1
an. Peduli Dhuafa

4. Konfirmasikan kepada Kami bila sudah transfer.
5. Sesuai tanggal yang disepakati, aqiqah akan Kami laksanakan.
6. H+ 3 laporan Kami kirim via pos ke alamat yang ditentukan.
7. Laporan sampai di shohibul aqiqah (perkiraan H+5 dan seterusnya, mohon konfirmasi apabila Laporan Aqiqah sudah diterima atau belum sampai di tempat Anda)

Tags: , , , , , , ,