Aqiqah di Tuban

Aqiqah di Tuban

This image has an empty alt attribute; its file name is Desain-260-6-964x1024.jpg

Apa kabar untuk para sahabat Aqiqah Berkah. Nungguin artikel mengenai aqiqah ya…:-) kali ini Aqiqah Berkah akan mengulas mengenai Aqiqah di Tuban. Harap tenang ya,…:-). Kami tidak ada bosan-bosannya kok menyuguhkan informasi mengenai aqiqah. Informasi-informasi tentang aqiqah terus update di website ini.

Pengertian Aqiqah

Kata Aqiqah berasal dari kata Al-Aqqu yang berarti memotong (Al-Qoth’u). Al-Ashmu’i berpendapat aqiqah asalnya adalah rambut di kepala anak yang baru lahir. Kambing yang dipotong disebut aqiqah karena rambut anak tersebut dipotong ketika kambing itu disembelih.

Aqiqah adalah sembelihan untuk anak-anak yang baru lahir sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Dengan niat dan syarat-syarat tertentu. Dalam aqiqah ini yang disembelih adalah kambing, bukan ayam atau sapi atau unta dan lain sebagainya.

Bagi bayi laki-laki aqiqahnya dua ekor kambing yang seimbang atau setara dan bagi bayi perempuan seekor kambing. Oleh sebagian ulama ia disebut dengan nasikah atau dzabihah (sembelihan)

Hal ini berdasarkan keterangan Aisyah yang artinya,”Rasulullah SAW memerintahkan kepada kami supaya menyembelih aqiqah untuk anak laki-laki kami dua ekor dan untuk wanita seekor.” (HR. At-Tirmidzi).

Hukum di Syariatkan Aqiqah

Hukum Aqiqah itu sendiri menurut kalangan Syafi’i dan Hambali adalah sunnah muakkadah. Dasar yang dipakai oleh kalangan Syafi’i dan Hambali dengan mengatakan sebagai sesuatu yang sunnah muakkad adalah hadist nabi Muhammad SAW yang artinya, “Anak-anak tergadai (tertahan) pada aqiqahnya, disembelih pada hari ketujuh, dan pada hari itu pula dicukurlah ia dan diberi nama.” (HR. Al-Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Madjah, dari Hasan).

Dari Ummu Kurzin Al-Ka’biyah r.a.., ia berkata Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda,”Bagi anak laki-laki dua ekor kambing yang sama, sedangkan bagi anak perempuan satu ekor kambing.” (HR. Al-Tirmidzi dan Ahmad)

Hewan Untuk Aqiqah

Di dalam riwayat imam Ahmad HR. At-Tirmidzi disebutkan :
Dari Ummu Kurzin Al Ka’biyah, bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang Aqiqah. Beliau bersabda :
“Untuk bayi laki-laki dua ekor kambing kibas dan untuk bayi perempuan seekor kambing kibas dan tidaklah merugikan kamu yang jantan atau yang betina.”

Hadist diatas menyatakan secara jelas bahwa kambing untuk aqiqah boleh jantan boleh juga betina. Tentang berapa umur binatang tersebut, tidak ada perinciannya lebih lanjut dari binatang tersebut, tidak ada perincian lebih lanjut dari rasulullah SAW.

Hal ini berbeda dengan kambing yang disembelih untuk Idul Qurban, umurnya jelas, ciri dan keadaannya pun jelas, yaitu kambing harus berumur satu tahun keatas, tidak kurus, tidak pincang, tidak cacat mata. Tapi harus sehat dan gemuk. Untuk aqiqah ini disunnahkan dimasak terlebih dahulu sebelum dibagi.

Penyaluran Aqiqah

Mereka yang paling layak menerima sedekah adalah orang fakir dan miskin dari kalangan umat Islam, begitu juga dengan aqiqah, mereka yang paling layak menerima adalah orang miskin dikalangan umat Islam.

Daging selain disedekahkan juga bisa dimakan oleh keluarga yang melakukan aqiqah. Hal ini berdasarkan hadist Aisyah r.a. :
“Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan, ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh.” (HR. Al-Baihaqi)

Hikmah Aqiqah

  1. Wujud rasa syukur seorang hamba kepada Allah SWT.
  2. Mewujudkan rasa saling berbagi dengan orang-orang yang kurang mampu (dhuafa).
  3. Mempererat ukhuwah sesama kaum muslimin.
  4. Membebaskan anak dari ketergadaian.
  5. Pembelaan orang tua di hari kemudian.
  6. Menghindari anak dari musibah dan kehancuran, sebagaimana pengorbanan Nabi Ismaila a.s dan Ibrahima a.s.
  7. Pembayaran hutang orang tua kepada anaknya.
  8. Pengungkapan rasa gembira demi tegaknya islam dan keluarganya keturunan yang di kemudian hari akan memperbanyak ummat Muhammad SAW.
  9. Memperkuat tali silaturrahmi di antara anggota masyarakat dalam menyambut kedatangan anak.
  10. Sumber jaminan sosial dan menghapus kemiskinan di masyarakat.
  11. Melepaskan bayi dari godaan setan dalam urusan dunia dan akhirat.

Aqiqah dan kepedulian

Pada aspek sosial, Ibadah aqiqah dapat menjalin ukhuwah pada sesama tatkala kambing yang disembelih lalu dimasak.

Masakan aqiqah tersebut tidak diantar ke shohibul aqiqah tetapi dibagikan kepada masyarakat yang tidak berpunya (dhuafa) baik dari kalangan yatim piatu atau dhuafa pada umumnya, terlebih jika dalam pengadaannya pun melibatkan para peternak kecil yang siap menyediakan hewan aqiqah, belum lagi hasil dari pengelolaan aqiqah dikembalikan kepada orang-orang tak berpunya (dhuafa) dalam bentuk yang lain.

Hal-hal yang disyariatkan sehubungan dengan aqiqah yang berhubungan dengan sang anak

  1. Disunnatkan untuk memberi nama dan mencukur rambut (menggundul) pada hari ketujuh sejak hari lahirnya. Misalnya lahir pada hari ahad, aqiqahnya jatuh pada hari sabtu.
  2. Bagi anak laki-laki disunnatkan beraqiqah dengan dua ekor kambing sedang bagi anak perempuan satu ekor.
  3. Aqiqah ini terutama dibebankan kepada orang tua si anak, tetapi boleh juga dilakukan oleh keluarga yang lain (kakek dan sebagaimana).
  4. Aqiqah ini hukumnya sunnah.

Hukum Aqiqah Setelah Dewasa atau berkeluarga

Pada dasarnya aqiqah disyariatkan untuk dilaksanakan pada hari ketujuh dari kelahiran. Jika tidak bisa, maka pada hari keempat belas. Adn jika tidak bisa pula, maka pada hari kedua puluh satu. Selain itu, pelaksanaan aqiqah menjadi beban ayah.

Namun demikian, jika ternyata ketika kecil ia belum di aqiqahi, ia bisa melakukan aqiqah sendiri disaat dewasa. Satu ketika al-Maimuni bertanya kepada Imam Ahmad, “Ada orang yang belum diaqiqahi, apakah ketika besar ia boleh mengaqiqahi dirinya sendiri? “ Imam Ahmad menjawab, “Menurutku, jika ia belum diaqiqahi ketika kecil, maka lebih baik melakukannya sendiri saat dewasa. Aku tidak menganggapnya makruh”.

Para pengikut Imam Syafi’i juga berpendapat demikian. Menurut mereka, anak-anak yang sudah dewasa yang belum diaqiqahi oleh orang tuanya, dianjurkan baginya untuk melakukan aqiqah sendiri.

Syarat Hewan Aqiqah

Hewan aqiqah yang akan disembelih tidak boleh sembarangan, tetapi harus memiliki syarat-syarat agar hewan tersebut bisa dipakai untuk aqiqah. Para ulama telah sepakat, bahwa hal-hal yang berhubungan dengan aqiqah sama dengan qurban, termasuk hewannya.

Secara umum, syarat hewan yang boleh dipotong untuk aqiqah, sebagai berikut.
1. Domba atau kambing yang dipotong telah berumur satu tahun (masuk tahun kedua).
2. Hewan aqiqah sehat dari penyakit dan cacat . tidak sah aqiqah dengan hewan yang berpenyakit ataupun cacat.

Waktu Pekaksanaan Aqiqah

Mengenai waktu aqiqah, Rasulullah menjelaskannya dalam hadist dari samrah bin jundab ra, “Setiap anak yang baru lahir digadaikan dengan aqiqahnya. Pada hari ketujuh dipotong atasnya hewan aqiqah, dicukur rambut dan diberi nama.” (HR At-Turmudzi).

Hadist lain dari siti ‘Aisyah ra, ia mengatakan, “Rasulullah melaksanakan aqiqah Sayyid Hasan dan Husain pada hari ketujuh.” (Al-hadist).

Kedua hadist di atas menunjukkan bahwa aqiqah dilaksanakan pada hari ketujuh setelah kelahiran. Keterangan tersebut bukanlah isyarat wajib melaksanakan aqiqah pada hari ketujuh tetapi hanya sebuah keutamaan sunnah. Artinya, afdhalnya aqiqah dilaksanakan pada hari ketujuh.

Adapun realitanya, setiap rezeki manusia tidaklah sama. Terkadang memiliki rezeki yang leluasa ataupun sebaliknya. Bagi orang tua yang memiliki keleluasaan rezeki, dianjurkan melaksanakan aqiqah pada hari ketujuh.

Namun bagi yang belum memiliki rezeki pada hari tersebut, dibolehkan untuk melaksanakan pada saat mendapatkan rezeki untuk melaksanakan aqiqah.

Dalil yang mengisyaratkan aqiqah dapat dilaksanakan kapan saja adalah ucapan al-Maimuun kepada Abi ‘Abdillah, “Kapan dilaksanakan aqiqah seorang anak? Ia menjawab, “Siti ‘Aisyah mengatakan. “Hari ke-7, ke-14, atau ke-21.” Imam shahih bin Ahmad mengatakan, “Disembelih aqiqah pada hari ketujuh. Jika belum dilaksanakan, hari ke 14. Jika belum dilaksanakan, hari ke 21.”

Keterangan di atas dikumpulkan oleh Imam Malik ra, ia mengatakan, “hadist bahwa aqiqah dilaksanakan pada hari ke-7 adalah sebuah sunnah utama. Jika tidak dilaksanakan pada hari ketujuh, seperti hari keempat, kedelapan, kesepuluh, atau seterusnya, maka aqiqahnya tetap mendapatkan pahala.”

Nah itulah yang dapat kami sampaikan mengenai aqiqah. Semoga apa yang kami sampaikan mengenai aqiqah ini dapat membantu dan memberi pandangan untuk anda yang akan melaksanakan aqiqah. Kali ini mau membahas sedikit mengenai aqiqah yang ada di Tuban.

Pasti kalian udah taukan.. di indonesia ini banyak sekali layanan aqiqah, jasa aqiqah, dan sejenisnya. Nah.. di Aqiqah Tuban ini menyediakan paket aqiqah yang murah, praktis dan mudah yang berbeda dengan layanan atau jasa aqiqah lainnya.

Kambing aqiqah yang berkualitas di ambil dari peternakan sendiri dan pastinya kambing yang terbaik memenuhi syar’i.

Kami Aqiqah Berkah disamping sebagai wahana berbagi ilmu juga menerima pesanan paket aqiqah tanpa bau prengus. Pesan aqiqah di Aqiqah Berkah, Mudah, Murah, Praktis dan Nyaman.

Alasan Aqiqah Lewat Aqiqah Tuban?

Aqiqah Tuban merupakan sebuah unit usaha yang digagas oleh badan wakaf peduli dhuafa.

Badan wakaf peduli dhuafa merupakan sebuah lembaga visioner dan inspirator kemandirian, dimana karyawan yang tergabung dalam lembaga ini berkomitmen untuk mentasrufkan dana ZISWAF-nya 100% kepada orang-orang yang membutuhkan.

Gaji karyawan akan diambilkan dari unit usaha yang demikiannya, diantaranya peternakan sapi,cetering aqiqah, pengelolaan hewan qurban.

Berikut keuntungan yang anda dapatkan :

  1. Kambing berkualitas tinggi dan telah memenuhi syarat untuk aqiqah
  2. Kambing disembelih oleh ahlinya sesuai syariat Islam (wajib dan sunnah)
  3. Kambing dapat dilihat dan dipilih langsung di kandang
  4. Kami melayani Jasa Aqiqah untuk daerah Tuban
  5. GRATIS biaya pemotongan
  6. Kambing potong sehat, baik/sesuai syariah
  7. Menu bervariatif: Sate, Gulai, Sop, Tongseng, Semur dll.
  8. Pembayaran setelah barang sampai / transfer.
  9. Siap menyalurkan kepada yang berhak: pondok pesantren, panti asuhan dan fakir miskin.

Di Layanan Aqiqah Tuban ini hanya disediakan paket Aqiqah Peduli saja.
Aqiqah Peduli (Tebar Aqiqah Berkah)

  1. Dikemas dalam benttuk walimatul aqiqah.
  2. Masakan di antar ke panti asuhan, masyarakat yang membutuhkan, pondok pesantren, desa binaan lengkap dengan nasi, kerupuk, buah dan air mineral.
  3. Shohibul aqiqah akan mendapatkan foto hewan aqiqah. Ucapan terima kasih dari wakil penerima aqiqah, laporan dan dokumentasi pelaksanaan aqiqah.

Jika anda akan melakukan aqiqah, segera hubungi kami. Kami akan membantu pelaksanaan aqiqah anda.

Untuk Informasi dan Pemesanan bisa Menghubungi :

Telp: 0857-4962-2504

HP/WA: 0813-3568-0602

This image has an empty alt attribute; its file name is Desain-265-5-965x1024.jpg

_-_Aqiqah Berkah Siap Membantu Pelaksanaan Aqiqah Anda_-_

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *