Aqiqah di Ponorogo

Aqiqah di Ponorogo

Gambar terkait

Hello sahabat aqiqah ponorogo. Gimana kabar kalian sobat?fine kan pastinya. Nah kini Aqiqah Berkah Hadir di kota ponorogo, yang akan membantu sahabat-sahabat yang berada di ponorogo untuk melaksanakan sunnah Rasulullah SAW yaitu Aqiqah.

Aqiqah menurut bahasa artinya ‘memotong’. Pada asalanya ialah rambut yang terdapat pada kepala bayi ketika bayi tersebut keluar dari rahim ibunya. Rambut itu di namakan dengan aqiqah karena rambut itu harus dipotong (dicukur).

Adapaun secara istilah, aqiqah ialah hewan yang disembelih karena bayi atau untuk bayi yang dilahirkan. Dinamakan sembelihan itu dengan aqiqah adalah karena hewan tersebut disembelih pada hari mencukur rambut kepala bayi itu.

Hukum Aqiqah

Hukum aqiqah itu sendiri menurut kalangan syafi’i dan Hambali adalah sunnah muakkadah. Dasar yang dipakai oleh kalangan Syafi’i dan hambali dengan mengatakannya sebagai sesuatu yang sunnah muakkadah adalah hadist Nabi Muhammad SAW, yang artinya :

“anak-anak tergadai (tertahan) pada aqiqahnya, disembelih pada hari ketujuh, dan pada hari itu pula dicukurlah ia dan diberi nama.” (HR. Al-Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Madjah, dari Hasan).

Dari ummu Kurzin Al-Ka’biyah r.a., ia berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW, bersabda :
“Bagi anak laki-laki dua ekor kambing yang sama, sedangkan bagi anak perempuan satu ekor kambing.” (HR Al-Tirmidzi dan Ahmad).

Hikmah Aqiqah

  1. Mewujudkan rasa syukur seorang hamba kepada Allah SWT.
  2. Mewujudkan rasa saling berbagi dengan orang-orang yang kurang mampu (dhuafa).
  3. Mempererat ukhuwah sesama kaum muslimin.
  4. Membebaskan anak dari ketergadaian.
  5. Pembelaan orang tua di hari kemudian.
  6. Menghindari anak dari musibah dan kehancuran, sebagaimana pengorbanan Nabi Ismaila a.s dan Ibrahima a.s.
  7. Pembayaran hutang orang tua kepada anaknya.
  8. Pengungkapan rasa gembira demi tegaknya islam dan keluarganya keturunan yang di kemudian hari akan memperbanyak ummat Muhammad SAW.
  9. Memperkuat tali silaturrahmi di antara anggota masyarakat dalam menyambut kedatangan anak.
  10. Sumber jaminan sosial dan menghapus kemiskinan di masyarakat.
  11. Melepaskan bayi dari godaan setan dalam urusan dunia dan akhirat.

Hukum Aqiqah Setelah Dewasa atau berkeluarga

Pada dasarnya aqiqah disyariatkan untuk dilaksanakan pada hari ketujuh dari kelahiran. Jika tidak bisa, maka pada hari keempat belas. Dan jika tidak bisa pula, maka pada hari kedua puluh satu. Selain itu, pelaksanaan aqiqah menjadi beban ayah.

Namun demikian, jika ternyata ketika kecil ia belum di aqiqahi, ia bisa melakukan aqiqah sendiri disaat dewasa. Satu ketika al-Maimuni bertanya kepada Imam Ahmad, “Ada orang yang belum diaqiqahi, apakah ketika besar ia boleh mengaqiqahi dirinya sendiri? “ Imam Ahmad menjawab, “Menurutku, jika ia belum diaqiqahi ketika kecil, maka lebih baik melakukannya sendiri saat dewasa. Aku tidak menganggapnya makruh”.

Para pengikut Imam Syafi’i juga berpendapat demikian. Menurut mereka, anak-anak yang sudah dewasa yang belum diaqiqahi oleh orang tuanya, dianjurkan baginya untuk melakukan aqiqah sendiri.

Syarat Hewan Aqiqah

Hewan aqiqah yang akan disembelih tidak boleh sembarangan, tetapi harus memiliki syarat-syarat agar hewan tersebut bisa dipakai untuk aqiqah. Para ulama telah sepakat, bahwa hal-hal yang berhubungan dengan aqiqah sama dengan qurban, termasuk hewannya.

Secara umum, syarat hewan yang boleh dipotong untuk aqiqah, sebagai berikut.

  • Domba atau kambing yang dipotong telah berumur satu tahun (masuk tahun kedua).
  • Hewan aqiqah sehat dari penyakit dan cacat . tidak sah aqiqah dengan hewan yang berpenyakit ataupun cacat.

Waktu Pekaksanaan Aqiqah

Mengenai waktu aqiqah, Rasulullah menjelaskannya dalam hadist dari samrah bin jundab ra, “Setiap anak yang baru lahir digadaikan dengan aqiqahnya. Pada hari ketujuh dipotong atasnya hewan aqiqah, dicukur rambut dan diberi nama.” (HR At-Turmudzi).

Kedua hadist di atas menunjukkan bahwa aqiqah dilaksanakan pada hari ketujuh setelah kelahiran. Keterangan tersebut bukanlah isyarat wajib melaksanakan aqiqah pada hari ketujuh tetapi hanya sebuah keutamaan sunnah. Artinya, afdhalnya aqiqah dilaksanakan pada hari ketujuh.

Adapun realitanya, setiap rezeki manusia tidaklah sama. Terkadang memiliki rezeki yang leluasa ataupun sebaliknya. Bagi orang tua yang memiliki keleluasaan rezeki, dianjurkan melaksanakan aqiqah pada hari ketujuh.

Namun bagi yang belum memiliki rezeki pada hari tersebut, dibolehkan untuk melaksanakan pada saat mendapatkan rezeki untuk melaksanakan aqiqah.

Dalil yang mengisyaratkan aqiqah dapat dilaksanakan kapan saja adalah ucapan al-Maimuun kepada Abi ‘Abdillah, “Kapan dilaksanakan aqiqah seorang anak? Ia menjawab, “Siti ‘Aisyah mengatakan. “Hari ke-7, ke-14, atau ke-21.” Imam shahih bin Ahmad mengatakan, “Disembelih aqiqah pada hari ketujuh. Jika belum dilaksanakan, hari ke 14. Jika belum dilaksanakan, hari ke 21.”

Keterangan di atas dikumpulkan oleh Imam Malik ra, ia mengatakan, “hadist bahwa aqiqah dilaksanakan pada hari ke-7 adalah sebuah sunnah utama. Jika tidak dilaksanakan pada hari ketujuh, seperti hari keempat, kedelapan, kesepuluh, atau seterusnya, maka aqiqahnya tetap mendapatkan pahala.”

Nah itulah mungkin yang dapat kami sampaikan mengenai aqiqah, hukum aqiqah dan hikmah aqiqah. Semoga ulasan di atas tersebut dapat bermanfaat bagi anda dan bisa jadi pandangan anda untuk melaksanakan aqiqah. Amiiinnnn…

Selanjutnya pembahasan sesuai dengan topik utama yaitu aqiqah ponorogo. Yuk lanjut membacanya sahabat-sahabat aqiqah ponorogo…

Pasti kalian udah taukan.. di indonesia ini banyak sekali layanan aqiqah, jasa aqiqah, dan sejenisnya. Nah.. di Aqiqah Ponorogo ini menyediakan paket aqiqah ponorogo yang murah, praktis dan mudah yang berbeda dengan layanan atau jasa aqiqah lainnya.

Kambing aqiqah yang berkualitas di ambil dari peternakan sendiri dan pastinya kambing yang terbaik memenuhi syar’i.

Alasan Aqiqah Lewat Aqiqah Ponorogo?

Aqiqah Ponorogo merupakan sebuah unit usaha yang digagas oleh badan wakaf peduli dhuafa.

Badan wakaf peduli dhuafa merupakan sebuah lembaga visioner dan inspirator kemandirian, dimana karyawan yang tergabung dalam lembaga ini berkomitmen untuk mentasrufkan dana ZISWAF-nya 100% kepada orang-orang yang membutuhkan.

Gaji karyawan akan diambilkan dari unit usaha yang demikiannya, diantaranya peternakan sapi,cetering aqiqah, pengelolaan hewan qurban.

Jenis aqiqah yang ada di Aqiqah Ponorogo sebagai berikut :
1. Aqiqah Mandiri
• Dikirim ke rumah Sohibul Aqiqah.
• Wilayah Nganjuk, Jombang, Mojokerto, Sidoarjo, Madiun, Ponorogo, Kediri, Blitar, Tulungagung, Trenggalek dan sekitarnya.
• Pilihan menu: Sate, Gule, Rendang, Daging Lapis, Krengseng, Dendeng Ragi, Kambing Guling, dan menu lainnya

2. Aqiqah Peduli (Tebar Aqiqah Berkah)
• Dikemas dalam benttuk walimatul aqiqah.
• Masakan di antar ke panti asuhan, masyarakat yang membutuhkan, pondok pesantren, desa binaan lengkap dengan nasi, kerupuk, buah dan air mineral.
• Shohibul aqiqah akan mendapatkan foto hewan aqiqah. Ucapan terima kasih dari wakil penerima aqiqah, laporan dan dokumentasi pelaksanaan aqiqah.

CARA MUDAH PEMESANAN Aqiqah Ponorogo, sebagai berikut:

  1. Silahkan Anda telephone Kami, Kami akan memberikan penjelasan yang lebih detail.
    Telp: 0857-4962-2504
    HP/WA: 0813-3568-0602
  2. Atau juga bisa Informasikan kepada Kami lewat SMS atau email: Nama Anak, Tempat tanggal lahir, Nama Bapak & Ibu, Tanggal permintaan pelaksanaan aqiqah, Alamat pengiriman laporan Aqiqah Anda.
  3. Transfer dana ke nomor rekening lembaga (a.n. Aqiqah Berkah).
  4. Konfirmasikan kepada Kami bila sudah transfer.
  5. Sesuai tanggal yang disepakati, aqiqah akan Kami laksanakan.
  6. H+ 3 laporan Kami kirim via pos ke alamat yang ditentukan.
  7. Laporan sampai di shohibul aqiqah (perkiraan H+5 dan seterusnya, mohon konfirmasi apabila Laporan Aqiqah sudah diterima atau belum sampai di tempat Anda)

This image has an empty alt attribute; its file name is Desain-242-981x1024.jpgAqiqah Berkah (Murah, Mudah, dan Amanah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *