Apakah Aqiqah Harus Dirayakan ?

APAKAH AQIQAH HARUS DIRAYAKAN ?

Aqiqah oleh sebagian besar ulama fiqih dihukumi sunnah muakad terutama bagi sang penanggung nafkah anak. Aqiqah dilakukan sesuai kemampuan orangtua. Afdhalnya dilaksanakan di hari ketujuh, namun boleh juga dilaksanakan diluar hari ketujuh sesuai dengan kemampuan orangtua.

Apakah Aqiqah Harus Dirayakan -

Aqiqah sunnah untuk dilaksanakan umat muslim yang memiliki bayi baru lahir. Disembelihkan untuknya dua ekor kambing bila yang lahir bayi laki-laki dan seorang bayi perempuan disembelihkan seekor kambing saja. Penyembelihan aqiqah afdhal dilaksanakan di hari ketujuh kelahirannya, dan saat itu di cukur rambut bayi serat diberi nama yang baik lalu bersedekah seberat timbangan rambut bayi.

Abu Daud telah meriwayatkan dari Samrah bin Jundab ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda yang artinya sebagai berikut ini :

“Setiap anak akan tergadai dengan aqiqahnya, maka disembelihkan pada hari ketujuhnya, dan mencukur rambutnya”. (Dishahihkan Al Baani dalam Shahih Abu Daud)

Hukum merayakan aqiqah pada dasarnya adalah berbagi atau bersedekah kepada sesama melalui hewan sembelihan aqiqah baik yang masih mentah atau sudah matang. Bersedekah melalui aqiqah adalah seberat timbangan rambut bayi setara dengan perak. Bersedekah dari hasil timbangan rambut bayi setara dengan emas, itu tidak pernah disampaikan oleh Rasulullah, melainkan setara dengan perak.

Al Hafidz dalam At Talkhish Al Habiir: 4/366-367 berkata:

“Semua riwayat dalam masalah tersebut menyebutkan bahwa sedekah berat rambut bayi senilai dengan perak, tidak ada satu pun riwayat yang menyebutkan senilai emas. Berbeda dengan pendapat ar Rafi`i yang mengatakan: “Bahwa disunnahkan untuk bersedekah dari hasil timbangan rambut bayi setara dengan emas, kalau tidak maka senilai dengan perak”.

Membahas mengenai perayaan aqiqah, perkara tersebut adalah perkara berkumppul dan menyantap makanan atau hidangan dalam kegembiraan dan mengumumkan kebaikan yakni kelahiran sang bayi dan nama untuk sang bayi. Hal tersebut lumrah dan sah saja dilaksanakan selagi tidak ada niatan untuk pamer dan obral kekayaan pada para tetangga lainnya.

Biaya

Makna mendalam aqiqah adalah menyembelih kambing di hari ketujuh kelahiran anak sebagai ungkapan rasa syukur atas rahmat Allah SWT berupa kelahiran seorang anak. Aqiqah merupakan amalan sunnah bagi pengikut Rasulullah SAW, amalan ini disunnahkan bagi orang Islam yang mampu untuk melaksanakannya.

Berikut ini adalah dalil-dalil yang dijadikan sebagai pegangan bahwa aqiqah disyariatkan dilaksanakan oleh uma Islam :

Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, dia berkata: Rasululloh bersabda: ‘Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.’ [Shahih Hadits Riwayat Bukhari (5472), untuk lebih lengkapnya lihat Fathul Bari (9/590-592), dan Irwaul Ghalil (1171), Syaikh Albani]

Makna yang dimaksud menghilangkan gangguan adalah mencukur rambut bayi atau mengilangkan semua gangguan yang ada. Sedangkan dalil lain dari Fatimah adalah sebagai berikut ini :

Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan, dia berkata: Rasulullah bersabda: ‘Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya.’ [Sanadnya Hasan, Hadits iwayat Ahmad (6/390), Thabrani dalam ‘Mu’jamul Kabir’ 1/121/2, dan al-Baihaqi (9/304) dari Syuraiq dari Abdillah bin Muhammad bin Uqoil]

Dari dalil-dalil yang diterangkan di atas maka dapat diambil hukum-hukum seputar aqiqah dan hal ini dicontohkan oleh Rasulullah para sahabat serta para ulama salafus sholih. Seorang muslim sepatutnya mengaqiqahkan bayinya pada hari ketujuh, jika tidak mampu melaksanakan aqiqah pada hari ketujuh, maka terlepaslah kewajibannya. Tidak ada dosa baginya, karena hukum aqiqah itu sendiri adalah sunah.

Tags: , , , , , , , , ,