Aqiqah dan Qurban

Aqiqah dan Qurban

Sahabat Aqiqah Berkah… mari kita bahas lebih lengkap lagi mengenai aqiqah dan qurban. Agar kita lebih mengetahui tentang aqiqah dan qurban, dan disini kami akan mengulas lebih lengkap tentang perbedaan dan persamaan antara Aqiqah dan Qurban.mari kita bahas bersama artikel berikut ini. Semoga bermanfaat dan membantu anda semua.

Antara Aqiqah dan Qurban ada memiliki beberapa persamaan, namun juga keduanya juga memiliki beberapa perbedaan.

1. Persamaan
Di antara persamaannya antara penyembeliahn hewan akikah dan hewan kurban adalah :

  1. Hukumnya Sunnah
    Aqiqah dan Qurban sama-sama ibadah yang hukumnya sunnah dan bukan wajib menurut standar aslinya bagi jumhur ulama. Kecuali kalau ada sesuatu yang dinadzarkan dan kemudian berjanji akan menyembelih hewan Aqiqah dan Qurban, maka hukumnya berubah menjadi wajib.
  2. Ritual Penyembelihan
    Aqiqah dan Qurban memiliki persamaan antara lain adalah sama-sama ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, lewat ritual penyembelihan hewan, atau mengalirkan darah.
  3. Distribusi Daging
    Orang-orang dan pihak-pihak yang berhak atas daging aqiqah pada dasarnya sama dengan mereka yang berhak atas daging hewan qurban, yaitu boleh dimakan sendiri, dihadiahkan kepada orang lain atau disedekahkan kepada fakir miskin.

2. Perbedaan
Sedangkan kalau kita perhatikan lebih jauh, perbedaan-perbedaan antara penyembelihan hewan aqiqah dan penyembelihan hewan qurban antara lain :

  1. Waktu Penyembelihan
    Dari segi waktu, penyembelihan hewan aqiqah lebih luwes dan lebih luas dari penyembelihan hewan qurban.
    Penyembelihan hewan aqiqah dianjurkan dilakukan pada hari ketujuh, empat belas, atau dua puluh satu dari kelahiran bayi, tanpa ada ketentuan harus dikerjakan pada jam berapa. Jadi boleh disembelih pagi, siang, sore atau malam.

    bahkan sebagian ulama membolehkan untuk dikerjakan kapan pun, meski bayinya sudah besar atau sudah baligh.

    Sedangkan ritual penyembelihan hewan qurban agak sedikit lebih ketat, yaitu hanya diperkenankan dikerjakan di bulan Dzulhijjah pada tanggal 10, 11, 12 dan 13.

    Di hari pertama yaitu tanggal 10 Dzulhijjah, hewan itu hanya boleh disembelih bila telah usai mengerjakan shalat Idul Adha. Bila dikerjakan sebelum itu, maka hukumnya menjadi penyembelihan biasa dan bukan qurban.
  2. Cara Menyajikan
    Menurut para ulama, daging hewan aqiqah lebih dianjurkan dan lebih afdhal untuk disajikan dalam bentuk masakan yang siap disantap.

    Caranya bisa dengan mengundang makan keluarga, para tetangga atau fakir miskin, tetapi juga bisa dengan mengantarkan makanan yang sudah matang itu ke rumah mereka.

    Setelah penyembelihan dilaksanakan, lebih disukai daging aqiqah itu terlebih dahulu dimasak sebelum diberikan. Karena orang-orang miskin dan para tetangga yang menerimanya tidak perlu repot lagi memasaknya.

    Hal ini akan menambah kebaikan serta rasa syukur terhadap nikmat tersebut. Para tetangga, anak-anak, serta orang-orang kurang mampu dapat menikmati hidangan itu dengan gembira, karena orang yang menerima daging yang sudah dimasak, siap dimakan dan lezat rasanya, tentu merasa lebih gembira dibandingkan pemberian daging mentah yang masih butuh tenaga untuk mengolahnya.

    Sedangkan daging hewan qurban, lebih diutamakan diberikan ketika masih mentah atau yang baru saja selesai disembelih.
  3. Peruntukan
    Menyembelih hewan aqiqah adalah ibadah sunnah yang peruntukannya kepada bayi yang baru lahir. Intinya mensucikan jiwa bayi itu, bahkan sebagian ulama menyebutkan bahwa salah satu fungsinya adalah menjadi jaminan atas keselamatannya.

    Sedangkan menyembelih hewan udhiyah diperuntukkan kepada pihak si penyembelih sendiri, baik untuk dirinya pribadi atau untuk sekeluarga. Tidak ada kaitannya dengan jiwa seorang bayi yang baru lahir.
  4. Jenis Hewan
    Hewan aqiqah lebih diutamakan dalam bentuk kambing, meski pun bukan tidak boleh berbentuk sapi atau unta. Sebab contoh yang dilakukan oleh Rasulullah SAW ketika menyembelih hewan aqiqah adalah kambing.

    Sedangkan dalam penyembelihan hewan qurban, kita dibebas untuk memilih jenis hewannya, bisa kambing, sapi atau kerbau, atau unta. Asalkan bukan ayam, bebek atau kelinci meski konon dagingnya lebih gurih.
  5. Tidak Dipatahkan Tulangnya
    Di antara hal yang membedakan antara daging aqiqah dengan daging udiyah adalah dalam masalah mematahkan tulang-tulang yang menempel di daging.

    Ada sebuah hadits yang melarang hal itu, meski pun para ulama berbeda pendapat tentang status hukumnya, apakah sampai kepada haram atau hanya anjuran saja.

كُلُوا وَأَطْعِمُوا وَلاَ تُكَسِّرُوا مِنْهَا عَظْمًا
Artinya : Makanlah dan berilah buat makan orang lain, tapi jangan patahkan tulangnya. (HR. Abu Daud dan Al-Baihaqi)

 

Tidak Boleh Mematahkan Tulang
Sebagian ulama menerima hadits ini, di antaranya adalah Al-Imam Asy-Syafi’i dan Al-Imam Ahmad. Dan pendapat ini juga merupakan pendapat Aisyah radhiyallahuanha.

Dalam pendapat mereka, ada melarang buat kita untuk mematahkan tulang-tulang pada daging, kecuali bila dipotong pada bagian persendian.

Di antara hikmahnya adalah agar semakin nampak kemuliaan daging aqiqah ini dengan cara dimasak utuh bagian per bagian, tidak dipatahkan tulangnya.

Selain itu dengan tidak dipatahkannya tulang-tulangnya, diharapkan juga adanya keselamatan buat bayi yang disembelihkan hewan akikah ini.

 

Boleh Mematahkan Tulang
Sedangkan mazhab Al-Malikiyah tidak menerima hadits ini dan memandang tidak mengapa bila saat memasaknya, tulang-tulangnya harus dipatahkan atau dihancurkan.

Alasannya, karena dua hadits di atas dianggap oleh mereka sebagai hadits yang lemah, sehingga tidak bisa dijadikan dasar hukum untuk melarang.

Hadits yang pertama punya kelemahan sebagaimana disebutkan oleh Al-Imam Abu Daud di dalam kitab Al-Marasil halaman 41. Sedangkan Al-Imam Al-Baihaqi menyebut hadits ini mursal.

Demikian juga dengan hadits yang kedua, statusnya adalah hadits yang lemah juga sehingga tidak bisa dijadikan sebagai dasar hukum. Sementara Al-Imam An-Nawawi menyebut hadits ini gharib.

Nah.. itu yang mungkin dapat kami sampaikan mengenai persamaan dan perbedaan antara Aqiqah dan Qurban.  baca juga daftar harga paket aqiqah. Semoga informasi di atas dapat membantu dan bermanfaat bagi anda semuanya. Amiiinnn…

Untuk anda semua yang akan melaksanakan Aqiqah atau acara lainnya kami siap membantu dan melayani dengan sepenuh hati, Aqiqah Berkah juga menyediakan pemesanan hewan Qurban yang murah, Mudah, dan pastinya hewan sehat.

Informasi dan Pemesanan hewan qurban dan aqiqah bisa menghubungi :

WA : +6281335680602
TELPON/SMS : 085749622504

Aqiqah Berkah (Mudah, Murah, dan Amanah)
Telp: 0857-4962-2504
HP/WA: 081335680602

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *